Kamis, 24 September 2026
20:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Mohisme

Mohisme atau Moisme (Hanzi:墨家; Pinyin:Mòjiā) adalah filsafat Tiongkok yang dikembangkan oleh para pengikut Mozi (juga dikenal dengan Mo Tzu, dilatinkan sebagai Micius), l.k. 470 SM-391 SM. Ia berkembang kurang lebih pada masa yang sama dengan Konfusianisme, Taoisme, dan Legalisme, dan merupakan satu dari empat aliran filsafat pada Periode Musim Semi dan Musim Gugur serta Periode Negara Perang (dari 770 SM sampai 221 SM). Pada masa itu, Mohisme dianggap merupakan pesaing Konfusianisme.

Dinasti Qin yang menyatukan Tiongkok pada 221 SM mengambil Legalisme sebagai filsafat resmi pemerintah dan menekan semua aliran filsafat lain. Dinasti Han yang berkuasa selanjutnya mengambil Konfusianisme sebagai filsafat resmi negara, seperti halnya hampir semua dinasti-dinasti berikutnya, dan Mohisme pun menghilang sebagai suatu aliran pemikiran yang terpisah.

Bibliografi

  • Clarke, J (2000). Tao of the West: Western Transformation of Taoist Thought. New York: Routledge, ISBN 978-0-415-20620-4.
  • Graham, A.C., Disputers of the TAO: Philosophical Argument in Ancient China (Open Court 1993). ISBN 0-8126-9087-7
  • Ivanhoe, Philip (2001). Readings in Classical Chinese Philosophy. New Haven, CT: Seven Bridges Press, ISBN 978-1-889119-09-0.
  • Ivanhoe, Philip J., and Brian W. Van Norden, Eds. Readings in Classical Chinese Philosophy. Indianapolis: Hackett, 2001.
  • Needham, Joseph (1986). Science and Civilization in China: Volume 3, Mathematics and the Sciences of the Heavens and the Earth. Taipei: Caves Books Ltd.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan