Sabtu, 31 Oktober 2026
12:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Mazhab Kyoto

Mazhab Kyoto

Bagikan:
250px-Kitaro_Nishidain_in_Feb._1943_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kitarō Nishida, dianggap sebagai pendiri mazhab pemikiran filsafat Kyoto, pada sekitar tahun 1943.

Mazhab Kyoto (京都学派, Kyōto-gakuha) adalah nama yang diberikan pada gerakan filsafat Jepang yang terpisat di Universitas Kyoto yang mengasimilasikan filsafat Barat dan gagasan agama dan memakainya untuk merumuskan ulang sorotan agama dan moral yang unik terhadap tradisi filsafat Asia Timur.[1] Namun, mazhab tersebut juga dipakai untuk mendeskripsikan para cendekiawan pasca-perang yang mengajar di universitas yang sama, dipengaruhi oleh para pemikir fondasional filsafat mazhab Kyoto, dan yang mengembangkan teori-teori khas dari keunikan Jepang. Sehingga, untuk mendisambiguasi istilah tersebut, pemikiran dan penulis yang termasuk dalam esensi kedua tersebut ditempatkan di bawah Pusat Riset Universitas Kyoto untuk Ilmu Budaya.

Bermula pada sekitar tahun 1913 dengan Kitarō Nishida, mazhab tersebut menuai kontroversi serius yang terjadi setelah Perang Dunia II yang mengembangkannya menjadi gerakan terkenal dan aktif. Namun, ini bukanlah "mazhab" filsafat dalam esensi tradisional dari frase tersebut, seperti dengan Mazhab Frankfurt atau Akademi Plato. Sebagai gantinya, kelompok akademik tersebut berkumpul di sekitaran Universitas Kyoto sebagai tempat pertemuan de facto. Pendirinya, Nishida, sangat mendorong pemikiran independen.

Referensi

  1. ↑ D.S. Clarke, Jr. "Introduction" in Nishida Kitaro by Nishitani Keiji, 1991.

Daftar pustaka

Buku pembelajaran
  • The Buddha Eye: An Anthology of the Kyoto School. Edited by Frederick Franck. New York: Crossroad Publishing, 1982.
—Seventeen essays, most from The Eastern Buddhist, on Zen and Pure Land Buddhism.
—Anthology of texts by Kyoto scholars themselves, with additional biographical essays.
  • The Thought of the Kyoto School, edited by Ohashi Ryosuke. 2004.
—Collection of essays dealing with the history of its name, and its members contributions to philosophy.
—Excellent introduction to the School's history and content; includes rich multilingual bibliography.
  • Absolute Nothingness: Foundations for a Buddhist-Christian Dialogue, Hans Waldenfels. New York: Paulist Press, 1980.
—Good early work, focuses mostly on Nishitani's relevance for the perspective of Buddhist-Christian dialogue.
Artikel jurnal

Bacaan oleh anggota

  • For further information, see the Nanzan Institute's Bibliography for all Kyoto School members.
  • Kitaro Nishida, An Inquiry into the Good, translated by Masao Abe and Christopher Ives. New Haven: Yale University Press, 1987 (1921).
  • ——, Art and Morality, translated by D. Dilworth and Valdo Viglielmo. Honolulu: University of Hawaii Press, 1973.
  • ——, Intelligibility and the Philosophy of Nothingness, translated by Robert Schinzinger. Westport: 1958.
  • Tanabe, Hajime, "Demonstratio of Christianity", in Introduction to the Philosophy of Tanabe: According to the English Translation of the Seventh Chapter of the Demonstration of Christianity, translated by Makoto Ozaki, Rodopi Bv Editions, January 1990, ISBN90-5183-205-2,ISBN978-90-5183-205-1, ASIN B0006F1CBU.
  • ——, "The Logic of the Species as Dialectics," trns. David Dilworth; Taira Sato, in Monumenta Nipponica, Vol. 24, No. 3, 1969, pp. 273–288.
  • ——, Philosophy as Metanoetics (Nanzan Studies in Religion and Culture), Yoshinori Takeuchi, Valdo Viglielmo, and James W. Heisig (Translators), University of California Press, April 1987, ISBN0-520-05490-3.
  • Keiji Nishitani, Religion and Nothingness, Berkeley: University of California Press, 1982. ISBN0-520-04946-2
  • ——, The Self-Overcoming of Nihilism, translated by Graham Parkes and Setsuko Aihara. Albany: State University of New York Press, 1990.
  • Yoshinori Takeuchi, The Heart of Buddhism, translated by James Heisig. New York: 1983.

Sumber sekuender tentang para anggota

  • Nishida Kitaro, by Nishitani Keiji, translated by Yamamoto Sesaku and James Heisig. Berkeley: University of California Press, 1991.
  • The Religious Philosophy of Tanabe Hajime, edited by Taitetsu Unno and James Heisig. Berkeley: University of California Press, 1990.
  • The Religious Philosophy of Nishitani Keiji, edited by Taitetsu Unno. Berkeley: University of California Press, 1990.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan