| Bagian dari seri tulisan mengenai |
| Taoisme |
|---|
|
Tempat-tempat suci |
|
Organisasi |
| Portal Taoisme |
| Bagian dari seri dalam |
| Konfusianisme |
|---|
|
Konsep fundamental |
|
Aliran |
|
Konfusianisme menurut negara |
|
Organisasi
|
Xuanxue (Hanzi sederhana:玄学; Hanzi tradisional:玄學; Pinyin:Xuánxué; Wade–Giles:Hsüan2-hsüeh2), terkadang disebut Neo-Taoisme, adalah aliran filsafat Tiongkok pascaklasik yang berkembang pada masa Enam Dinasti (222–589). Aliran ini memadukan kepercayaan Taoisme dan Konfusianisme melalui penafsiran ulang dan perdebatan. Gerakan ini memperoleh landasan tekstualnya dari sumber-sumber Taoisme maupun Konfusianisme yang ditafsirkan ulang secara radikal. Xuanxue, atau "Pembelajaran Mistik", menjadi aliran pemikiran yang dominan di kalangan budaya, khususnya di Jiankang selama masa perpecahan. Konsep ini mencerminkan kecenderungan pemikiran Tiongkok pada awal abad pertengahan yang lebih abstrak, tidak terikat pada duniawi, dan idealistis. Para filsuf Xuanxue memadukan unsur-unsur Konfusianisme dan Taoisme untuk menafsirkan ulang I Ching, Daodejing, dan Zhuangzi.
Definisi
Nama ini pertama kali menggabungkan kata xuan (玄), yang berarti "hitam, gelap; misterius, mendalam, sulit dipahami, dan gaib". Kata tersebut muncul dalam bab pertama Daodejing ("玄之又玄,眾妙之門"). Secara harfiah, kata xuan menggambarkan rona merah gelap yang pekat dan bernuansa mistis. Daodejing menggambarkan Dao sebagai sesuatu yang xuan, yang secara lebih khusus menekankan kedalaman, ketaktertembusan yang mutlak, dan misteri mendalam dari Dao.[1]
Xue (學) berarti "mempelajari, belajar, pembelajaran". Dengan demikian, xuanxue secara harfiah berarti "pembelajaran" atau "kajian" tentang sesuatu yang "tersembunyi", "misterius", atau "mendalam". Oleh karena itu, makna xuanxue dapat dijelaskan sebagai "kajian tentang hal-hal yang misterius atau mendalam".
Dalam penggunaan bahasa Tionghoa modern standar, xuanxue dapat berarti "Neo-Taoisme", "esoteris", "metafisika", "spiritualisme", atau "mistisisme". Karya The New Treatise on the Uniqueness of Consciousness oleh Xiong Shili mendefinisikan Xuanxue sebagai "pembelajaran tentang hal-hal yang gelap, samar, misterius, atau mendalam". Konsep ini dapat dijelaskan melalui sejumlah gagasan abstrak, seperti "tidak memulai tindakan apa pun", "kekosongan", "yang satu dan yang banyak", "akar dan cabang", "ada dan tiada", serta "respons emosional" dan "pola".[2]
Dalam bahasa Tionghoa modern, Xuanxue juga digunakan untuk merujuk pada astrologi, geomansi, dan berbagai praktik seni keagamaan populer lainnya.[1] Terjemahan lain dari xuanxue adalah "pembelajaran tentang kegelapan".[3]
Referensi
- 1 2 Chan, Alan. "Neo-Daoism", Stanford Encyclopedia of Philosophy.
- ↑ Shili, Xiong (2015). New Treatise on the Uniqueness of Consciousness. New Haven & London: Yale University Press. hlm. 110.
- ↑ "Dark Learning | Chinese philosophy | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-07-06.
Pranala luar
- "Philosophy and Religion in Early Medieval China" Diarsipkan 2020-10-28 di Wayback Machine, sunypress.edu.
Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |