Minggu, 01 November 2026
12:37 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Yu Zhengxie

Yu Zhengxie

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2020)
Yu Zhengxie
兪正燮
nama lain
250px-Yu_Zhengxie.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yu Zhengxie dalam Potret Cendekiawan Dinasti Qing (vol. 2, 1953; reprint ed., 2001)
LahirTemplat:Birth-year (251 tahun lalu)
Meninggal1840 (umur 64–65)
Nama lainNama kehormatan: Li Chu (理初)
PekerjaanFilsuf, cendekiawan, filologis, penulis
Ini adalah nama Tionghoa; marganya adalah Yu.

Yu Zhengxie (1775–1840) adalah seorang feminis laki-laki Tiongkok[1] pada masa dinasti Qing. Ia adalah kritikus terhadap terhadap pengikatan kaki, infantisida perempuan, bunuh diri janda, kemurnian janda,[2] dan standar ganda. Sebagai seorang filologis terampil, Yü meneliti sejarah bahasa, yang memengaruhi pandangannya terhadap wanita. Menurut tafsirannya, teks-teks sejarah Han mendukung pandangan egalitarian terhadap perkawinan.

Lihat pula

  • Brownell, Susan and Wasserstrom, Jeffrey N. (2002). Chinese Femininities/Chinese Masculinities: A Reader. University of California Press. ISBN0-520-22116-8
  • Ko, Dorothy (1995) Teachers of the Inner Chambers: Women and Culture in Seventeenth-Century China. Stanford University Press. ISBN0-8047-2359-1
  • Zhengxie, Yu. (1833). "Jealousy is not a wicked behavior for a woman". Shanghai:Shangwu, reprint. ISBN9787538259100

Referensi

  1. ↑ Li, Chenyang (2000). The Sage and the Second Sex: Confucianism, Ethics, and Gender. Open Court. hlm. 195 Note 99.
  2. ↑ Lu, Weijing (2008). True to Her Word: The Faithful Maiden Cult in Late Imperial China. Stanford University Press. hlm. 116.


Templat:China-philosopher-stub

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan