Senin, 02 November 2026
12:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kemurnian janda

Kemurnian janda

Bagikan:
250px-%E6%B1%9F%E9%97%A8%E5%B8%82%E7%99%BD%E6%B2%99%E7%A5%A0%E5%86%85%E7%9A%84%E8%B4%9E%E8%8A%82%E7%89%8C%E5%9D%8A.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monumen kemurnian atau integritas moral

Kemurnian janda adalah sebuah gagasan dalam praktik dan keyakinan budaya Tionghoa tradisional yang menghargai wanita janda dan menghalangi mereka untuk tak menikah kembali, dan sebagai gantinya mendorong mereka untuk hidup dalam "kebajikan murni".[1] Gagasan kemurnian janda memiliki sejarah panjang di Tiongkok, tetapi dorongan terhadap praktik tersebut diyakini bermula dari Neo-Konfusian dinasti Song,[2] dan mencapai puncak dan kemudian berakhir pada masa dinasti Qing.[1]

Referensi

  1. 1 2 Theiss, Janet. “Female Suicide, Subjectivity and the State in Eighteenth-Century China.” Gender History, vol. 16, no. 3, 2004, pp. 513–537., doi:10.1111/j.0953-5233.2004.00354.x.
  2. ↑ Li-Hsiang Lisa Rosenlee (2007). Confucianism and Women: A Philosophical Interpretation. State University of New York Press. hlm. 132–133. ISBN 978-0-7914-6750-3.
  • Mann, Susan. Precious records: women in Chinas long eighteenth century. Stanford University Press, 1997.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan