Rabu, 28 Oktober 2026
02:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Formalisme (seni)

Formalisme (seni)

Bagikan:
250px-Edward_Steichen_-_Brancusi%27s_studio%2C_1920.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Formalisme tercermin dalam karya-karya seniman Constantin Brâncuşi.

Formalisme adalah doktrin atau praktik penekunan yang saksama terhadap bentuk yang bercorak atau bentuk-bentuk eksternal lain.[1] Corak-corak elemen formal adalah garis, bentuk, warna dan sebagainya, yang dapat dikombinasikan untuk memproduksi keseluruhan gaya dan efek.[1]

Formalisme tumbuh dari estetika "seni untuk kepentingan seni" (Art for Art’s Sake) pada abad ke-19, aktivitas arstistik sebagai akhir dalam tubuhnya sendiri.[1] Para pengikut dari formalisme murni memandang karya seni dengan bebasnya berdasarkan konteks, fungsi dan isinya.[1] Mereka merespon terhadap elemen formal dan efek estetikanya.[1]

Bird in Space

Bird in Space (1928) merupakan karya dari seniman Constantin Brancusi.[1][2] Bagian besar dari efek hasil karyanya tersebut tergantung pada vertikalitasnya.[1] Namun karya seni tersebut juga memiliki garis yang melengkung, proporsi yang halus, dan permukaan perunggunya memancarkan pantulan.[1] Warnanya yang berwarna emas mengingatkan orang akan matahari dan menguatkan hubungannya dengan burung dan langit.[1]

Fur-Covered Cup, Saucer and Spoon

Fur-Covered Cup, Saucer and Spoon (Le Dejeuner en Fourrur) adalah karya seni dari Meret Oppenheim asal Swiss yang dikreasikan tahun 1936.[1] Bentuk cangkir mengingatkan orang untuk berpikir tentang meminum dengan cara menyentuhkan bibir kita dengan benda itu, tetapi karena teksturnya yang berbulu akhirnya tidak dapat melakukannya.[1]

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Adams, Laurie Schneider (2001). A History of Western Art. McGraw-Hill. hlm. 9, 554. ISBN 0-07-231717-5.
  2. ↑ (Inggris) Bird in space Diarsipkan 2020-10-22 di Wayback Machine, metmuseum. Diakses pada 19 Mei 2010.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan