Minggu, 18 Oktober 2026
02:06 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Jean-Baptiste Say

Jean-Baptiste Say

Bagikan:
Jean-Baptiste Say
Jean-baptiste_Say.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Jean-Baptiste Say.
Lahir(1767-01-05)5 Januari 1767
Meninggal15 November 1832(1832-11-15) (umur 65)
BidangEkonomi politik
MazhabLiberalisme klasik
DipengaruhiRichard Cantillon
KontribusiHukum Say

Jean-Baptiste Say (bahasa Prancis: [ʒãbatistsɛ]; 5 Januari 1767 – 15 November 1832) adalah ekonom dan pebisnis Prancis. Pemikirannya beraliran liberal klasik dan mendukung persaingan, perdagangan bebas, dan pembatasan bisnis. Ia dikenal sebagai penggagas Hukum Say, yang dinamakan sesuai namanya.

Kehidupan

lossy-page1-250px-Say_-_Lettres_a_M._Malthus%2C_1820_-_5496950.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lettres a M. Malthus, 1820

Say lahir di Lyons, Prancis, dari sebuah keluarga pedagang tekstil sukses. Ia berasal dari keluarga Protestan di Prancis Selatan, yang pindah ke Jenewa dan akhirnya menetap di Paris. Pada tahun 1785, Say berangkat ke ke Inggris untuk belajar dan berdagang, dan kemudian bekerja di sebuah perusahaan asuransi di Paris.[1] Pada tahun 1800, ia menerbitkan Olbie, ou essai sur les moyens de reformer les moeurs d'une nation, yang menjabarkan pendapatnya mengenai teori Adam Smith, sekaligus menyatakan bahwa ia mendukung laissez-faire.

Say meninggal dunia di Paris pada tanggal 15 November 1832, dan dimakamkan di pemakaman Invalides.

4 Landasan Baru Say dalam Model Ekonomi Klasik

Pembangunan landasan baru yang dilakukan oleh say terbagi menjadi 4 yaitu: Pertama, penyusunan uji ulang teori fakta dengan observasi artinya teori akan terus menerus diuji dengan melihat fakta dan melakukan observasi. Kedua, teori utilitas subjektif artinya dalam menentukan harga dari suatu barang dilihat dari ulilitasnya bukan dari biayanya. Ketiga, mengenalkan istilah entrepreneur. Entrepreneur ialah agen ekonomi yang mencari profit besar dalam suatu peluang. Keempat, hukum say sebagai model makro dalam suatu perkembangan bisnis.[2]

Hukum Say

Informasi lebih lanjut: Hukum Say

Jean-Baptiste Say terkenal karena Hukum Say (atau Hukum Pasar Say), yang menyatakan:

Say juga menjelaskan bahwa kegiatan perdagangan tidak didukung oleh ketersediaan uang, tetapi oleh ketersediaan barang yang diperjualbelikan.[3] Jadi dengan menciptakan barang terlebih dahulu akan menarik pembeli atau ketika memproduksi barang A akan menghasilkan permintaan barang B.[4]

Referensi

  1. ↑ Lancaster, Brian (Maret 2012), "Jean-Baptiste Say's 1785 Croydon street plan", Croydon Natural History & Scientific Society Bulletin, 144: 2–5{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Atmanti, Hastarini Dwi (2017). "Kajian Teori Pemikiran Ekonomi Mazhab Klasik dan Relevansinya pada Perekonomian Indonesia". JEB17 : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (dalam bahasa Inggris). 2 (02). ISSN 2503-4634.
  3. ↑ Jean-Baptiste Say: A treatise on political economy; or the production distribution and consumption of wealth. Translated from the fourth edition of the French. Batoche Books Kitchener 2001, page 57
  4. ↑ Syahra, Nur Alya; Riyanti; Aprilya, Astrid (2025-05-03). "Teori Ekonomi Thomas Robert Malthus, David Ricardo, Dan Jean Baptiste Say Serta Relevansinya Di Indonesia". Jurnal Sains, Sosial, dan Studi Agama (dalam bahasa Inggris). 1 (1): 48–60.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Jean-Baptiste Say.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan