Kamis, 05 November 2026
17:50 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Determinisme

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang anggapan umum tentang determinisme dalam filsafat. Untuk kegunaan lain, lihat Determinisme (disambiguasi).

Determinisme adalah sebuah pandangan filosofis yang menyatakan bahwa semua peristiwa di alam semesta, termasuk keputusan dan tindakan manusia, merupakan hal yang tidak dapat dihindari dan pasti terjadi.[1] Sebagai sebuah konsep, determinisme berfokus pada kejadian-kejadian tertentu dan bukan pada apa yang akan terjadi pada masa depan.

Dengan demikian, "masalah" kehendak bebas—atau gagasan bahwa kehendak bebas adalah suatu "ilusi"—sering kali timbul sebagai suatu akibat dari klaim utama yang dihasilkan oleh determinisme, yaitu bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan diidentifikasi dengan suatu rangkaian kondisi yang pada hakikatnya tak terputus dan tidak ada satu kondisi pun yang dapat dihindari. Beberapa determinis sepenuhnya menolak gagasan mengenai "kemungkinan" ataupun "keacakan", bahkan menyatakan bahwa gagasan-gagasan tersebut hanya merupakan suatu ciptaan budi dan/atau sekadar hasil imajinasi. Pada akhirnya merupakan suatu hasil dari ketidaktahuan dalam menghadapi segala faktor. Bagaimanapun berbicara mengenai kehendak bebas merupakan perhatian tersendiri, dan setiap pembahasan terkait determinisme pada prinsipnya tidak memerlukan pembahasan mengenai kehendak bebas. Selain isu-isu ini, terdapat perdebatan-perdebatan mengenai usaha keras dari bahasa untuk dapat benar-benar menangkap apa yang dimaksudkan secara tepat—dengan asumsi ada suatu maksud tertentu—ataupun apa sebenarnya hakikat sejati dari realitas terlepas dari bagaimana meyakinkannya hakikat dari konsep determinisme.

"Ada banyak determinisme, tergantung dari prakondisi apa yang dianggap sebagai penentu dari suatu peristiwa atau tindakan."[2] Teori-teori deterministik sepanjang sejarah filsafat berkembang dari keragaman dan terkadang saling tumpang tindih antara berbagai motif dan pertimbangan. Beberapa bentuk determinisme dapat diuji secara empiris dengan ide-ide dari fisika dan filsafat fisika. Kebalikan dari determinisme adalah beberapa jenis indeterminisme (yang lainnya disebut nondeterminisme). Determinisme sering kali dikontraskan dengan kehendak bebas.[3]

Determinisme sering diartikan sebagai determinisme kausal, yang dalam fisika dikenal sebagai sebab-dan-akibat. Konsep ini menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa dalam suatu paradigma yang diberikan terikat oleh kausalitas sedemikian rupa sehingga setiap kondisi (dari suatu objek atau peristiwa) sepenuhnya ditentukan oleh kondisi-kondisi sebelumnya. Pengertian ini dapat dibedakan dari varian-varian determinisme lainnya yang disebutkan di bawah.

Perdebatan-perdebatan yang lain sering kali menyangkut ruang lingkup sistem-sistem yang telah ditentukan (determined); beberapa kalangan berpendapat bahwa seluruh alam semesta adalah suatu sistem determinat tunggal dan kalangan-kalangan lain mengidentifikasi sistem-sistem determinat yang lebih terbatas lainnya (atau multisemesta). Berbagai perdebatan historis melibatkan banyak posisi filosofis dan varian determinisme. Semua itu meliputi perdebatan-perdebatan tentang determinisme dan kehendak bebas, secara teknis dinyatakan sebagai kompatibilistik (memungkinkan koeksistensi keduanya) dan inkompatibilistik (menyangkal kemungkinan dari koeksitensi keduanya).

Lihat pula

Referensi

Catatan

  1. ↑ "Determinism | Definition, Philosophers, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-02-23.
  2. ↑ A list of a dozen varieties of determinism is provided in Bob Doyle (2011). Free Will: The Scandal in Philosophy. I-Phi Press. hlm. 145–146 ff. ISBN 0983580200.[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ For example, see Richard Langdon Franklin (1968). Freewill and determinism: a study of rival conceptions of man. Routledge & K. Paul.

Bibliografi

Bacaan lanjutan

  • George Musser, "Is the Cosmos Random? (Einstein's assertion that God does not play dice with the universe has been misinterpreted)", Scientific American, vol. 313, no. 3 (September 2015), pp. 88–93.

Pranala luar

Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Determinism.
Pranala ke artikel terkait
Tradisional
Jenis
Zaman
Kuno
Tiongkok
Yunani-Romawi
India
Persia
Abad pertengahan
padding-top:0.2em;line-height:1.1em;font-weight:normal;
Eropa
Asia Timur
India
Islam
Yahudi
Modern
padding-top:0.2em;line-height:1.1em;font-weight:normal;
tokoh
Ideal / Material
Lainnya
Kontemporer
padding-top:0.2em;line-height:1.1em;font-weight:normal;
Analitis
Kontinental
Lainnya
Posisi
Estetika
Etika
Kehendak bebas
Metafisika
Epistemologi
Pikiran
Normativitas
Ontologi
Realitas
Wilayah
Daftar
Epistemolog
Teori
Konsep
Artikel terkait
Konsep
Teori
Filsafat...
Topik terkait
Filsuf sains
Prekursor
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan