Senin, 28 September 2026
17:01 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Fenomenalisme

Fenomenalisme

250px-Immanuel_Kant_portrait_c1790.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Immanuel Kant adalah orang yang pertama kali mengemukakan teori Fenomenalisme.

Fenomenalisme adalah teori yg menyatakan bahwa semua pengetahuan adalah fenomena dan semua yg ada itu adalah fenomenal.[1] Sehingga, pengetahuan manusia hanya terbatas pada gejala-gejala yang tampak, yang dapat diamati oleh indra dan diberikan atau ditambahkan sebuah kesadaraan.[2][3]

Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Kant, seorang filsuf asal Jerman.[2] Ia berusaha mendamaikan pertentangan antara empirisme dan rasionalisme.[2] Menurutnya, dalam proses pemerolehan ilmu pengetahuan unsur rasio dan indra sama-sama berperan.[2] Tidak mungkin yang satu bekerja tanpa yang lain.[2]

Sebagai contoh, ketika kita membaca koran dan melihat foto teman lama kita berada di koran tersebut.[2] Ketika kita pertama kali melihat koran tersebut,kita akan mengatakan "oh, ini Seno yang begini, begitu dan lain sebagainya".[2] Tapi setelah melihat terlalu lama kepada foto tersebut, anda menjadi kurang yakin bahwa orang yang berada di koran tersebut merupakan teman anda atau bukan karena ternyata di foto tersebut teman anda mungkin terlihat lebih tampan,muda, atau gemuk.[2] Kemudian, anda mencoba mengingat ciri khas orang tersebut dan perubahan fisik yang terjadi selama anda tidak bertemu dengannya.[2]

Contoh di atas menunjukkan bahwa di sini indra dan rasio sama-sama berperan.[2] Mata melihat gambar, tetapi ingatan juga berperan.[2] Oleh sebab itu, contoh ini dapat dikategorikan ke dalam contoh dari teori fenomenalisme.[2]

Referensi

  1. ↑ (Indonesia) "Fenomenalisme". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-03-04.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Universitas Gunadarma. "Bab 3-asal-usul dan hakikat pengetahuan" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2014-06-12.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |4=
  3. ↑ Van Hoeve. Ensiklopedia Indonesia (7 Jilid). Ichtiar Baru.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=; Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan