Minggu, 25 Oktober 2026
12:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Hegelianisme

Hegelianisme

Bagikan:
250px-Hegel_portrait_by_Schlesinger_1831.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar Georg Wilhelm Friedrich Hegel, pencetus pemikiran Hegelianisme

Hegelianisme adalah gerakan filasafat yang berkembang pada abad ke 19 dan dicetus oleh Georg Wilhelm Friedrich Hegel.[1] Pemikiran ini berpusat kepada sejarah dan logika dan mengutamakan realita daripada hal-hal dialektik untuk menguasai ide absolut mengenai suatu fenomena.[2]

Hegelianisme dari Masa ke Masa

Terbentuknya hegelianisme ditandai dengan pembentukan sekolah filsafat yang terbentuk sekitar 30 tahun yang memperkuat arah filsafat Jerman.[1] Hegelenisme berarah maju dan diarahkan untuk memprovokasi reaksi-reaksi besar dan merupakan pemikiran yang berorientasi kepada perlawanan.[1] Terdapat empat tahap pembentukan dari Hegelianisme.[1][3] Pertama, terjadi di salah satu sekolah Hegelian di Jerman pada periode tahun 1827-1850. Karena sering terlibat polemik terhadap lawan-lawan pemikirannya,[1] sekolah ini kemudian terbagi menjadi 3 kelompok.[1] Kelompok kanan yang melibatkan murid-murid asli dari Hegel, memiliki pemikiran untuk mempertahankan pemikiran aslinya yakni menentang bahwa pemikiran ini bersifat liberal dan pantaestik (berpusat kepada ketuhanan).[1] Kelompok kiri yang berisi pemikir-pemikir muda Hegelianisme yang memiliki pemikiran bahwa pendekatan dialektik merupakan dasar dari sebuah pergerakan pemikiran dan memandang bahwa perbandingan Hegel mengenai apa yang merupakan rational dan realitas sebagai sebuah perintah untuk memajukan realitas budaya dan politik.[1] Maka, para Hegelian muda mengiterpretasi dengan sentukan revolusiner bahwa Hegelianisme memiliki unsur pantaestik, ateistik dan liberal.[1] Kelompok tengah adalah kelompok yang lebih mementingkan keasilian dari Hegelianisme dan sistemnya yang signifikan dengan ketertarikan khusus terhadap permasalahan logika.[1] Tahap kedua (1850-1904) Hegelianisme tersebar di negara-negara lain, munculah gerakan yang bernama neo-hegelianisme yang berpusat kepada logika dan reformasi dialektika.[1] Di sisi lain, pada awal abad ke 20 muncul sebuah gerakan berbeda di Jerman setelah Wilhelm, seorang pemikir pendekatan kritis kepada imu sejarah dan humanistik, menemukan catatan-catatan Hegel pada masa muda yang tida diterbitkan.[1] Ini menandai tahap ketiga yang disebut sebagai renaisans Hegel dan dicirikan dengan ketertarika terhadap Pitologil dari terbitan catatan-catatan dan dari penelitian sejarah, pemikiran ini menjangkau sebuah rekonstruksi dari kejadia menurut pemikiran Hegel yang sarat akan unsur kebudayaan, terutama Pencerahan (Enlightment) dan Romantisme yang menimbukan sikap irasionalistik dan eksistensialist dalam filsafat.[1] Dalam tahap keempat, setelah periode perang dunia kedua, pembahuruan dalam ilmu-ilmu marksisme di Eropa menimbulkan sebuah relasi pemikiran antara Hegel dan Karl Marx dan tentang nilai-nilai dari ide Hegel yang memengaruhi Marksisme yang secara khusus berpusat kepada masalah-masalah sosial dan politik. [1][4] Tahap keempat dari sejarah Hegelianisme ini juga mempelajari ulang pemikiran-pemikiran dasar dari helegianisme pada tahap pertama.[1][5]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 "Hegelianisme". Brittanica. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 14 Mei 2014.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  2. ↑ "Hegelianisme". Brittanica. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-07. Diakses tanggal 14 Mei 2014.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  3. ↑ "Hegelianisme". Acumenpublishing. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-17. Diakses tanggal 14 Mei 2014.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  4. ↑ "Hegelianisme". Marxists. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-21. Diakses tanggal 14 Mei 2014.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  5. ↑ "Hegelianisme". Hegel.net. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-03. Diakses tanggal 14 Mei 2014.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan