
Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata "patriot" dan "isme" yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau "heroism" (heroisme) dan "patriotism" (patriotisme) dalam bahasa Inggris. Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga. Berdasarkan asal katanya, patriotisme dapat dipahami sebagai suatu konsep yang menekankan kecintaan, kesetiaan, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), patriotisme didefinisikan sebagai semangat cinta bangsa dan sikap seseorang yang bersedia mengorbankan apa pun demi kemakmuran dan kejayaan bangsanya.[1] Patriotisme adalah sikap cinta tanah air yang ditunjukkan melalui kesetiaan, pengabdian, dan kesediaan untuk berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Patriotisme juga mencerminkan semangat untuk mempertahankan kemerdekaan, menjaga persatuan, dan berpartisipasi dalam kemajuan bangsa.
Ciri-ciri patriotisme
Patriotisme memiliki beberapa karakteristik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
- Memiliki rasa cinta dan bangga terhadap tanah air.
- Bersedia berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
- Memiliki semangat untuk memajukan negara melalui tindakan yang positif.
- Menunjukkan sikap pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.
- Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
- Berpartisipasi aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.[2]
Tujuan patriotisme
Patriotisme memiliki beberapa tujuan, yaitu:
- Mempertahankan kedaulatan dan integritas negara.
- Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
- Mendorong terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
- Menumbuhkan rasa tanggung jawab warga negara terhadap bangsa dan negara.
- Menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
- Mendukung keberlangsungan pembangunan nasional.[2]
Penerapan patriotisme dalam lingkungan keluarga
- Menyaksikan film bertema perjuangan bangsa.
- Membaca buku yang membahas sejarah perjuangan nasional.
- Menghormati simbol-simbol negara.
- Mengibarkan bendera Merah Putih pada peringatan hari-hari nasional.[3]
Penerapan patriotisme dalam lingkungan sekolah
- Mengikuti upacara bendera dengan tertib.
- Mempelajari sejarah perjuangan bangsa.
- Belajar dengan sungguh-sungguh untuk meraih prestasi.
- Menjaga nama baik sekolah dan menghormati guru.
Penerapan patriotisme dalam lingkungan masyarakat
- Mengembangkan sikap gotong royong dan kepedulian sosial.
- Menjaga kerukunan antarwarga.
- Menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan budaya.
- Berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan.[3]
Penerapan patriotisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
- Mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
- Mematuhi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
- Mendukung pembangunan nasional.
- Menggunakan dan mencintai produk dalam negeri.
- Menjaga kelestarian lingkungan hidup.
- Berpartisipasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.[3]
Penerapan patriotisme dibidang sosial dan budaya
- Menjaga dan melestarikan budaya lokal.
- Membantu sesama manusia.
- Menghargai keberagaman budaya Indonesia.
- Menerima aspek budaya asing yang baik tanpa menghilangkan identitas nasional.[3]
Patriotisme dan Nasionalisme
Nasionalisme dan patriotisme memiliki hubungan yang erat karena keduanya mengacu pada kecintaan terhadap negara dan bangsa. Namun, istilah-istilah tersebut memiliki arti yang berbeda. Berbeda dengan nasionalisme, patriotisme lebih menekankan pada tindakan nyata, seperti pengabdian, kesetiaan, dan pengorbanan demi kepentingan negara. Dengan demikian, patriotisme dapat dipandang sebagai perwujudan semangat nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.[4]
Daftar pustaka
- Alasdair MacIntyre, 'Is Patriotism a Virtue?', in: R. Beiner (ed.), Theorizing Citizenship, 1995, State University of New York Press, pp. 209 - 228.
- Joshua Cohen and Martha C. Nussbaum, For Love of Country: Debating the Limits of Patriotism, Beacon Press, 1996. ISBN 0-8070-4313-3.
- Jürgen Habermas, “Appendix II: Citizenship and National Identity,” in Between Facts and Norms: Contributions to a Discourse Theory of Law and Democracy, trans. William Rehg, MIT Press, 1996.
- ↑ "Arti Kata "patriotisme" Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia | KBBI.co.id". kbbi.co.id. Diakses tanggal 2026-06-07.
- 1 2 Yusuf, Mochamad Aris. "Pengertian Patriotisme: Tujuan Dan Jenis-Jenis Patriotisme". Diakses tanggal 2026-06-07.
- 1 2 3 4 Annisa (2023-10-24). "Patriotisme: Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan, dan Sikap dalam Kehidupan Sehari-hari". Fakultas Hukum Terbaik di Medan Sumut. Diakses tanggal 2026-06-07.
- ↑ MBA, Bambang Niko Pasla, ST , M. Eng (2023-02-21). "Patriotisme: Pengertian, Ciri, Tujuan, dan Contoh". BAMS. Diakses tanggal 2026-06-07.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |