Senin, 21 September 2026
04:51 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Samurai

Samurai

bangsawan militer Jepang pra-industri

Terjemahkan ke bahasa Indonesia
Artikel ini perlu diterjemahkan dari bahasa Melayu ke bahasa Indonesia. Artikel ini ditulis atau diterjemahkan secara buruk dari Wikipedia bahasa Melayu. Jika halaman ini ditujukan untuk komunitas bahasa Melayu, halaman itu harus dikontribusikan ke Wikipedia bahasa Melayu. Lihat daftar bahasa Wikipedia. Artikel yang sama sekali tidak diterjemahkan dapat dihapus secara cepat sesuai kriteria A2.

Jika Anda ingin memeriksa artikel ini, Anda boleh menggunakan mesin penerjemah. Namun ingat, mohon tidak menyalin hasil terjemahan tersebut ke artikel, karena umumnya merupakan terjemahan berkualitas rendah.
Untuk kegunaan lain, lihat Samurai (disambiguasi).
Untuk pedang, lihat Katana.
250px-Samurai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang samurai dengan pakaian tempur, 1860.

Samurai (侍) adalah golongan kelas ksatria militer di Jepang yang muncul sejak abad ke-12 hingga akhir zaman Edo pada abad ke-19. Samurai memiliki peran penting dalam sejarah Jepang, baik dalam hal politik, budaya, maupun militer. Mereka mengikuti kode etik yang dikenal sebagai Bushido (武士道), yang menekankan nilai-nilai seperti kesetiaan, kehormatan, pengendalian diri, dan keberanian Samurai mulai muncul pada zaman Heian akhir, ketika kekuatan kekaisaran melemah dan kekuasaan mulai beralih ke para pemimpin militer. Pada masa ini, klan-klan besar seperti Taira dan Minamoto berperang untuk memperebutkan kendali atas kekaisaran. Salah satu peristiwa penting pada masa ini adalah Perang Genpei (1180–1185), yang berakhir dengan kemenangan Minamoto dan menandai awal pemerintahan militer pertama di Jepang, Keshogunan Kamakura.

Etimologi

Kata "samurai" berasal dari kata kerja Jepang kuno saburau (侍う), yang berarti "melayani" atau "menghadiri." Kata ini pada awalnya merujuk kepada mereka yang melayani para bangsawan dan keluarga kerajaan, tetapi pada akhirnya menjadi identik dengan prajurit elit yang melayani daimyo (penguasa wilayah) dan shogun (penguasa militer tertinggi).

Sejarah

Zaman Heian (794–1185)

Samurai mulai muncul pada zaman Heian akhir, ketika kekuatan kekaisaran melemah dan kekuasaan mulai beralih ke para pemimpin militer. Pada masa ini, klan-klan besar seperti Taira dan Minamoto berperang untuk memperebutkan kendali atas kekaisaran. Salah satu peristiwa penting pada masa ini adalah Perang Genpei (1180–1185), yang berakhir dengan kemenangan Minamoto dan menandai awal pemerintahan militer pertama di Jepang, Keshogunan Kamakura.

Zaman Kamakura (1185–1333)

Setelah kemenangan Minamoto no Yoritomo dalam Perang Genpei, ia mendirikan Keshogunan Kamakura pada tahun 1192. Pada periode ini, samurai menjadi kekuatan politik dan militer utama di Jepang. Keshogunan Kamakura memberikan kekuasaan militer kepada para daimyo, yang bergantung pada kesetiaan samurai untuk mempertahankan wilayah mereka.

Zaman Muromachi (1336–1573)

Pada masa Keshogunan Ashikaga di zaman Muromachi, Jepang mengalami kekacauan politik yang dikenal sebagai Zaman Negara-Negara Berperang (Sengoku Jidai). Periode ini ditandai oleh perang saudara antara berbagai daimyo yang memperebutkan kekuasaan. Samurai menjadi semakin penting dalam mempertahankan wilayah, dan beberapa di antaranya, seperti Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, dan Tokugawa Ieyasu, berhasil mengonsolidasikan kekuatan dan menyatukan Jepang.

Zaman Edo (1603–1868)

Setelah kemenangan Tokugawa Ieyasu dalam Pertempuran Sekigahara pada tahun 1600, ia mendirikan Keshogunan Tokugawa pada tahun 1603, yang memulai periode stabilitas selama lebih dari 250 tahun. Pada masa ini, peran samurai berubah dari prajurit menjadi birokrat dan pemimpin administratif. Keshogunan Tokugawa menerapkan kebijakan isolasionisme yang dikenal sebagai Sakoku, yang membatasi hubungan Jepang dengan dunia luar. Kode etik Bushido berkembang selama periode ini, menekankan nilai-nilai moralitas, kehormatan, dan kesetiaan.

Meiji dan Abolisi Samurai

Pada tahun 1868, Restorasi Meiji mengakhiri kekuasaan keshogunan dan memulihkan kekuasaan kekaisaran. Kelas samurai secara resmi dihapuskan oleh pemerintah Meiji pada tahun 1876 melalui undang-undang Haitorei, yang melarang samurai membawa pedang di depan umum. Samurai yang tidak puas kemudian melakukan pemberontakan, yang paling terkenal adalah Pemberontakan Satsuma (1877), yang dipimpin oleh Saigo Takamori. Pemberontakan ini berakhir dengan kekalahan, menandai akhir resmi kelas samurai.

Bushido

Bushido adalah kode etik yang diikuti oleh para samurai, yang secara harfiah berarti "jalan ksatria." Bushido menekankan beberapa prinsip utama, termasuk:

  • Kesetiaan (忠義, chūgi): Kewajiban utama seorang samurai adalah kesetiaan kepada tuannya.
  • Kehormatan (名誉, meiyo): Kehormatan pribadi dan keluarga sangat dijunjung tinggi.
  • Keberanian (勇気, yūki): Seorang samurai harus berani menghadapi bahaya dan kematian.
  • Pengendalian diri (自制, jisei): Pengendalian emosi dan tindakan adalah hal penting bagi seorang samurai.

Bushido juga mencakup konsep seppuku (切腹), yaitu ritual bunuh diri yang dilakukan untuk memulihkan kehormatan setelah mengalami kegagalan atau aib.

Perlengkapan dan Senjata

Samurai dikenal karena senjata dan perlengkapan khas mereka, termasuk:

Katana

Katana adalah pedang yang paling terkenal digunakan oleh samurai, dengan bilah melengkung yang tajam dan satu sisi. Katana dianggap sebagai simbol dari jiwa seorang samurai, dan perawatannya merupakan tugas yang sangat dihormati.

Wakizashi

Samurai juga membawa pedang pendek yang disebut wakizashi, yang biasanya dipasangkan dengan katana. Kombinasi ini dikenal sebagai daisho (大小), yang melambangkan status seorang samurai.

Yoroi

Yoroi adalah baju zirah yang dikenakan oleh samurai saat bertempur. Baju zirah ini terbuat dari kombinasi logam dan kulit yang dirancang untuk memberikan perlindungan maksimum sambil tetap menjaga kelincahan. Seiring waktu, desain yoroi berkembang menjadi lebih ringan dan lebih fleksibel, disesuaikan dengan pertempuran jarak dekat dan penggunaan senjata api.

Senjata Lainnya

Selain katana dan wakizashi, samurai juga menggunakan berbagai senjata lain, seperti:

  • Yari (tombak)
  • Naginata (tombak berbilah panjang)
  • Yumi (busur panjang Jepang)
  • Tanegashima (senapan sumbu yang diperkenalkan pada abad ke-16)

Kesenian dan Budaya

Samurai tidak hanya prajurit, tetapi juga pendukung seni dan budaya. Banyak samurai terlatih dalam kalligraphi (書道, shodō), puisi (和歌, waka), dan upacara minum teh (茶道, sadō). Mereka juga menguasai seni bela diri, yang tidak hanya untuk pertempuran tetapi juga sebagai cara untuk mengasah disiplin mental.

Samurai Terkenal

Beberapa samurai terkenal dalam sejarah Jepang antara lain:

Referensi

  • Turnbull, Stephen. Samurai: The World of the Warrior. Osprey Publishing, 2003.
  • Friday, Karl. Samurai, Warfare and the State in Early Medieval Japan. Routledge, 2004.
  • Yamamoto, Tsunetomo. Hagakure: The Book of the Samurai. Kodansha International, 1979.

Lihat pula

Bandingkan dengan konsep serupa yang ditemukan di negara/kebudayaan lain:

Daftar para samurai:

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan