Jumat, 02 Oktober 2026
05:20 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Naginata

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Naginata" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(February 2011)
250px-Dog_-_Hata_Rokurozaemon_with_his_dog.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Samurai dengan Naginata

Naginata (なぎなた, 薙刀) adalah salah satu dari beberapa senjata (nihontō) di Jepang.[1][2] Naginata awalnya digunakan oleh para samurai kelas feodal Jepang, serta prajurit ashigaru dan Sohei.[3]

Deskripsi

Sebuah naginata terdiri atas batang kayu dengan mata pisau melengkung di ujungnya, itu mirip dengan guan dao dari Tiongkok.[4] Atau di Eropa disebut glaive.[5] Naginata memiliki bagian pedang seperti tsuba antara pisau dan poros ketika dipasang dalam koshirae. ukuran Naginata 30 cm sampai 60 cm dan ditempa dalam cara yang sama seperti pedang tradisional Jepang. Pisau memiliki bagian panjang (nakago) yang dimasukkan ke dalam poros Nagaye atau Ebu.

Sejarah

Naginata mungkin ada dari yang sebelumnya disebut Hoko Yari dan mungkin dipengaruhi Guan Dao dari China.[6][7] Sulit untuk dijelaskan kapan Naginata itu pertama kali muncul. Meskipun sering diklaim yang menciptakan adalah Sohei pada Zaman Nara. Bukti fisik menyebutkan bahwa naginata berasal dari pertengahan Zaman Kamakura. dan sumber-sumber sastra sebelumnya yang rancu. Dan paling kuat sumber yang jelas sampai saat ini naginata berasal dari tahun 1146 di akhir [[Zaman Heian}}. Dengan menunjukkan bahwa senjata itu mungkin memang pernah ada.[8] Sebelumnya melalui sumber-sumber dari abad ke-12 menyebut "pedang panjang" bahwa sementara istilah abad pertengahan umum atau sejenis untuk naginata, bisa juga hanya akan mengacu pada pedang tradisional, satu sumber menjelaskan naginata yang ditarik dengan Nuku, umumnya terkait dengan pedang, bukan hazusu.

Selama Perang Gempei pada tahun (1180-1185), di mana klan Taira melawan Minamoto no Yoritomo dari klan Minamoto, naginata naik ke posisi peringkat yang sangat tinggi, dan dianggap sebagai senjata yang sangat efektif oleh prajurit.[9]

250px-Samurai_wearing_kusari_katabira_%28chain_armor%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Late 1800s photograph of samurai and retainers wearing armour and holding naginata

Di Zaman Edo, naginata menjadi kurang berguna untuk pria di medan perang, naginata menjadi simbol status sosial perempuan dari kelas samurai.[10] Meskipun mereka tidak biasanya berjuang sebagai tentara normal, perempuan dari kelas samurai diharapkan mampu menjaga rumah mereka sementara suami mereka pergi berperang. Naginata dianggap sebagai salah satu senjata yang paling cocok untuk wanita, karena memungkinkan seorang wanita untuk menjaga lawan pada jarak tertentu, di mana setiap kelebihan tinggi, berat, dan kekuatan tubuh bagian atas akan berkurang. Sebuah contoh yang sangat baik tentang peran perempuan dalam masyarakat dan kebudayaan Jepang bela diri adalah Itagaki, yang, terkenal karena keterampilan naginata nya, memimpin pasukan yang berjumlah 3.000 prajurit yang ditempatkan di benteng Toeizakayama. Sepuluh ribu pasukan klan Hōjō dikirim untuk mengambil benteng, dan Itagaki memimpin pasukannya keluar dari benteng, membunuh sejumlah besar para penyerang sebelum menguasai. Karena pengaruh kebaratan, setelah Restorasi Meiji nilai yang dirasakan dari seni bela diri, para naginata juga mengalami penurunan.

Referensi

  1. ↑ The Development of Controversies: From the Early Modern Period to Online Discussion Forums, Volume 91 of Linguistic Insights. Studies in Language and Communication, Author Manouchehr Moshtagh Khorasani, Publisher Peter Lang, 2008, ISBN 3-03911-711-4, ISBN 978-3-03911-711-6 P.150
  2. ↑ The Complete Idiot's Guide to World Mythology, Complete Idiot's Guides, Authors Evans Lansing Smith, Nathan Robert Brown, Publisher Penguin, 2008, ISBN 1-59257-764-4, ISBN 978-1-59257-764-4 P.144
  3. ↑ Martial Arts of the World: An Encyclopedia of History and Innovation, Thomas A. Green, Joseph R. Svinth, ABC-CLIO, 2010 P.158
  4. ↑ Encyclopedia technical, historical, biographical and cultural martial arts of the Far East, Authors Gabrielle Habersetzer, Roland Habersetzer, Publisher Amphora Publishing, 2004, ISBN 2-85180-660-2, ISBN 978-2-85180-660-4 P.494
  5. ↑ Samurai: The Weapons and Spirit of the Japanese Warrior, Author Clive Sinclaire, Publisher Globe Pequot, 2004, ISBN 1-59228-720-4, ISBN 978-1-59228-720-8 P.139[pranala nonaktif permanen]
  6. ↑ Draeger, David E. (1981). Comprehensive Asian Fighting Arts. Kodansha International. hlm. 208. ISBN 978-0-87011-436-6.
  7. ↑ Ratti, Oscar (1999). Secrets of the Samurai: The Martial Arts of Feudal Japan. Castle Books. hlm. 241. ISBN 0-7858-1073-0.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  8. ↑ Friday, Karl F. (2004). Samurai, Warfare and the State in Early Medieval Japan. Routledge. hlm. 86. ISBN 0-203-39216-7.
  9. ↑ Ratti, Oscar (1991). Secrets of the Samurai: The Martial Arts of Feudal Japan. Tuttle Publishing. hlm. 484. ISBN 978-0-8048-1684-7.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  10. ↑ Jones, Donn F. (2000). Women Warriors: a History. Potomac Books. hlm. 280. ISBN 978-1-57488-206-3.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Naginata.
Jenis-jenis pedang Jepang
Pedang lebar
Pedang panjang
Chokuto  · Dotanuki  · Katana  · Ninjato  · Shin gunto  · Tachi  · Tsurugi  · Uchigatana
Pedang pendek
Pisau/belati
Senjata untuk latihan
Bokken  · Iaito  · Shinai  · Suburito  · Tanren bo
Pedang-pedang fiksi
Lain-lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan