Rabu, 23 September 2026
14:38 WIB
TERKINI
Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat
Abenomics

Abenomics

kebijakan ekonomi Jepang sejak terpilihnya kembali Shinzo Abe sebagai Perdana Menteri pada tahun 2012

250px-Shinzo_Abe%2C_Prime_Minister_of_Japan_%289092387608%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perdana Menteri Abe menjelaskan kebijakan ekonominya dalam sebuah pidato di London, Juni 2013.

Abenomics (lakuran dari kata Abe dan economics) mengacu pada kebijakan ekonomi yang diajukan Shinzō Abe saat menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang periode kedua sejak 2012 hingga 2020. Neologisme ini pernah muncul dalam bentuk politis serupa seperti Clintonomics (sesuai Presiden Amerika Serikat Bill Clinton) dan Rogernomics (sesuai Menteri Keuangan Selandia Baru Roger Douglas). Abe ingin mengekspansi ekonomi Jepang yang masih terhambat akibat resesi ekonomi global dengan melaksanakan beberapa rencana seperti quantitative easing yang agresif dari Bank of Japan, penambahan anggaran infrastruktur publik, dan devaluasi mata uang yen.

Kebijakan-kebijakan tersebut bisa disamakan dengan rencana pemerintahan lain di seluruh dunia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Teori perubahan ekonomi permintaan Keynes kabarnya menjadi salah satu inspirasi Abenomics. Hasilnya, nilai yen terhadap dolar Amerika Serikat lebih rendah 25% pada kuartal kedua 2013 jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun 2012, diikuti kebijakan moneter yang sangat longgar.[1] Selain itu, tingkat pengangguran di Jepang turun dari 4,0% pada kuartal akhir 2012 menjadi 3,7% pada kuartal pertama 2013.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. Irwin, Neil (Agustus 2, 2013). "Toyota is crushing it. Abenomics is the reason". Washington Post. Diakses tanggal Agustus 26, 2013.{{cite news}}: Markup miring atau tebal tidak diperbolehkan dalam: |publisher=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Adjusted Unemployment Rate in Japan (JPNURAQS)". Federal Reserve Economic Data. Diakses tanggal Agustus 26, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan