Senin, 12 Oktober 2026
05:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Pembantaian Manila

Pembantaian Manila

Bagikan:
Pembantaian Manila
330px-Japanese_atrocities._Philippines%2C_China%2C_Burma%2C_Japan_-_NARA_-_292598.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto seorang wanita dan anak Filipina yang dibunuh oleh pasukan Jepang di Manila.
osm-intl,6,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pembantaian_Manila&revid=29864427&groups=_3f6dde06309c667b3ca1fe443396f3789462a44f&parser=parsoid
LokasiManila, Filipina
Tanggal1945 (EDT)
Jenis serangan
pembunuhan massal, pembantaian
Tewasperkiraan 100,000+
PelakuTomoyuki Yamashita
Akira Mutō
Sanji Iwabuchi
250px-ManilaEscape.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para warga Manila berlarian untuk menyelamatkan diri saat sebuah bagian dari kota tersebut dibakar oleh para prajurit Jepang, 10 Februari 1945
250px-Manila_Walled_City_Destruction_May_1945.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Pembantaian Manila meliputi kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil Filipina di Kota Manila, ibu kota Filipina oleh pasukan Jepang pada masa Perang Dunia II dalam Pertempuran Manila pada 1945. Pembantaian Manila adalah salah satu dari beberapa kejahatan perang besar yang dilakukan oleh Angkatan Darat Kekaisaran Jepang, seperti yang digugat oleh pengadilan militer setelah perang. Jenderal komando Jepang, Tomoyuki Yamashita, dan kepala stafnya Akira Mutō, memegang tanggung jawab atas pembantaian dan kejahatan perang lainnya dalam pengadilan pada akhir 1945 di Manila. Yamashita dieksekusi pada 23 Februari 1946 dan Mutō pada 23 Desember 1948.

Catatan

Referensi

Pranala luar

15°35′00″N 120°58′00″E / 15.5833°N 120.9667°E / 15.5833; 120.9667

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan