Sabtu, 31 Oktober 2026
01:12 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Perang Inggris–Mughal (1686–1690)

Perang Inggris–Mughal (1686–1690)

perang Inggris-India pertama di anak benua India

Bagikan:
Perang Inggris-Mughal
Bagian dari Perang Inggris-India
The_English_ask_pardon_of_Aurangzeb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Ilustrasi Tentara Angkatan Darat Inggris meminta ampunan kepada Kaisar Mughal Aurangzeb.
Tanggal1686–1690
Lokasi
Hasil

Kemenangan telak Mughal

  • Hegemoni Inggris terhenti
Pihak yang terlibat

 Inggris

Kesultanan Mughal
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Sir Josiah Child, Bt
Thomas Pitt
Admiral Nicholson
Captain Heath
Job Charnock
Aurangzeb
Shaista Khan
Sidi Yaqub
Kekuatan
308 di Kolkata
tidak diketahui di Mumbai dan Arcot
tidak diketahui namun lebih banyak korban
Korban jiwa dan kerugian
sangat besar di Mumbai dan Kolkata Beberapa kapal ditangkap dan dihancurkan dan banyak korban warga sipil tewas

Perang Inggris-Mughal[1][2] adalah perang Inggris-India pertama dan upaya kolonisasi Inggris paling awal di Anak Benua India yang berlangsung dari tahun 1686 hingga 1690.

British East India Company telah diberi monopoli dan banyak pangkalan berbenteng di pantai barat dan tenggara Mughal India oleh Kerajaan Inggris, yang telah diizinkan oleh gubernur setempat. Pada tahun 1682 William Hedges (administrator kolonial) dikirim atas nama Kompeni untuk menegosiasikan Shaista Khan, Gubernur Bengal Subah yang memulai proto-industrialisasi agar memberikan hak istimewa perdagangan reguler Perusahaan Inggris di seluruh wilayah Provinsi Mughal atas perintah Kaisar Mughal.

Pada tahun 1685, setelah beberapa perundingan yang dilanggar oleh Sir Josiah Child, Bt. Gubernur Bengal bereaksi dengan meningkatkan pajak perdagangan di wilayah timur laut dari 2% menjadi 3,5%. Perusahaan Inggris menolak pajak yang baru diperkenalkan dan mulai memaksa provinsi Bengal untuk menerima persyaratan baru yang mendukung kekuatan perdagangannya dan menyatakan untuk merebut Chittagong, mendirikan kantong yang dibentengi di seluruh wilayah dan mencapai kemerdekaan Bengal Subah dari Mughal. Tujuan utamanya adalah membawa gubernur Bengal dan Sungai Hugli ke dalam kendali mereka, yang nantinya akan memungkinkan untuk membentuk hubungan dengan Kerajaan Mrauk U yang berbasis di Arakan (sekarang Myanmar ) dan memegang kekuasaan besar di Teluk Benggala.

Atas perintah Raja James II dari Inggris, dikirimlah kapal perang ke wilayah perusahaan Inggris di India. Setelah pengiriman 12 kapal perang dengan pasukan Inggris, sejumlah pertempuran terjadi dan menyebabkan Pengepungan Mumbai dan pembakaran kota Balasore. Perjanjian damai dinegosiasikan, tetapi Perusahaan India Timur gagal mencapai kesepakatan. Pasukan Angkatan Laut Inggris menyebabkan penyumbatan pelabuhan Mughal di pantai barat dan menyerang Tentara Mughal dan kapal yang berisi peziarah ke Mekah juga ditangkap.[3]

Konflik tersebut sangat memengaruhi kota-kota besar seperti Mumbai, Madras, Kolkata dan Chittagong, yang mengakibatkan Kaisar Aurangzeb turun tangan merebut semua pabrik perusahaan dan menangkap pasukan Angkatan Darat Inggris, sedangkan pasukan perusahaan yang dipimpin oleh Sir Josiah Child, Bt menjarah lebih banyak kapal dagang Mughal dan membakar banyak rumah-rumah faujdar (rumah dinas).

Akhirnya British East India Company dikalahkan oleh tentara Kerajaan Mughal dan perusahaan tersebut didenda 150.000 rupee (kira-kira setara dengan $ 4,4 juta saat ini). Permintaan maaf perusahaan diterima dan kesepakatan lama dikabulkan oleh Kaisar Aurangzeb.[4]

Referensi

  1. ↑ Hasan, Farhat (1991). "Conflict and Cooperation in Anglo-Mughal Trade Relations During the Reign of Aurangzeb". Journal of the Economic and Social History of the Orient. 34 (3): 351–360. doi:10.1163/156852091X00058. ISSN 0022-4995.
  2. ↑ Vaughn, James M. (2018-03). "John Company Armed: The English East India Company, the Anglo-Mughal War and Absolutist Imperialism, c. 1675–1690". Britain and the World. 11 (1): 101–137. doi:10.3366/brw.2017.0283. ISSN 2043-8567.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ Bandyopādhyāẏa, Śekhara. (2004). From Plassey to partition : a history of modern India. New Delhi: Orient Longman. ISBN 81-250-2596-0. OCLC 57236706.
  4. ↑ Keay, John. India: A History. New York: HarperCollins. 200. 372
Sejarah
Gandhi during the Salt March, 1930

Gandhi during the Salt March, 1930

Congress flag of India (1931)

Bendera Azad Hind
Filosofi
dan ideologi
Peristiwa dan
gerakan
Organisasi
Reformis
sosial
Pemimpin dan
aktivis India

Puli Thevar · Yashwantrao Holkar · Veerapandiya Kattabomman · Sangolli Rayanna · Baba Ram Singh · Mangal Pandey · Veer Kunwar Singh · Rae Ahmed Nawaz Khan Kharal · Rani dari Jhansi · Bahadur Shah Zafar · Bal Gangadhar Tilak · Gopal Krishna Gokhale · Dadabhai Naoroji · Bhikaiji Cama · Shyamji Krishna Varma · Annie Besant · Har Dayal · Subramanya Bharathi · Lala Lajpat Rai · Bipin Chandra Pal · Rash Behari Bose · Chittaranjan Das · Khan Abdul Ghaffar Khan · Maulana Azad · Chandrasekhar Azad · Rajaji · Bhagat Singh · Sarojini Naidu · Purushottam Das Tandon · Alluri Sitaramaraju · M. Ali Jinnah · Sardar Patel · Vakkom Majeed · Subhash Chandra Bose · Jawaharlal Nehru · Mahatma Gandhi · Allama Mashriqi · Akkamma Cherian · Swadeshabhimani Ramakrishna Pillai · lebih lanjut

Pemimpin Britania Raya
Kemerdekaan
Kaisar
120px-Alam_of_the_Mughal_Empire.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

120px-Darbarscene.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

120px-Red_fort_new_delhi_with_indian_flag.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertempuran
dan konflik
Arsitektur
Musuh
Subah (Provinsi)
Topik lainnya
Negara penerus
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan