Rabu, 07 Oktober 2026
15:43 WIB
TERKINI
Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara
Shah Alam II

Shah Alam II

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Oktober 2023)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Shah Alam II}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.
Shah Alam II
Kaisar Mughal
250px-Shah_Alam_II%2C_1790s.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Shah Alam II dan tahta kekaisaran Mughal.
Kaisar Mughal ke-16
Berkuasa10 Desember 1759 – 19 November 1806
(dilengserkan oleh Maratha 31 Juli 1788 – 16 Oktober 1788)
Penobatan24 Desember 1759
PendahuluShah Jahan III
Mahmud Shah Bahadur
PenerusMahmud Shah Bahadur
Akbar Shah II
LahirShahzada Mirza 'Abdullah 'Ali Gauhar
(1728-06-25)25 Juni 1728
Shahjahanabad, Subah, Delhi, Kekaisaran Mughal
Meninggal19 November 1806(1806-11-19) (umur 78)
Shahjahanabad, Subah, Delhi, Kekaisaran Mughal
Pemakaman
AyahAlamgir II
IbuZinat Mahal
PasanganPiari Begum
Taj Mahal Begum
Jamil un-nisa Begum
Mubaraq Mahal
Murad Bakht Begum
KeturunanLebih dari 16 putra dan 2 putri
Nama lengkap
'Abdu'llah Jalal ud-din Abu'l Muzaffar Ham ud-din Muhammad 'Ali Gauhar Shah-i-'Alam II
WangsaTimuriyah
AgamaIslam

Ali Gauhar (25 Juni 1728 – 19 November 1806), yang dulunya dikenal sebagai Shah Alam II, adalah Kaisar Mughal keenam belas. Ia adalah putra dari Alamgir II. Shah Alam II menjadi kaisar kekaisaran Mughal yang merundung, kekuasaannya sangat menyusut pada masa pemerintahannya yang berujung pada sebuah perkataan dalam bahasa Persia, Sultanat-e-Shah Alam, Az Dilli ta Palam, artinya, 'Kerajaan Shah Alam adalah dari Delhi sampai Palam', Palam merupakan anak kota dari Delhi.[1][2]

Keluarga

  • Ayah : Alamgir II
  • Ibu : Nawab Zinat Mahal Begum Sahiba

Ratu

  1. Nawab Piari Begum Sahiba
  2. Nawab Taj Mahal Begum Sahiba
    saudari Nawab Sayyid Akbar 'Ali Khan Bahadur, Mustaqim Jang.
  3. Nawab Jamil-un-Nissa Begum Sahiba
    putri Shahzada Muhammad Humayun Bakht Bahadur. Ia adalah buyut Bahadur Shah I melalui kakek dari pihak ayah, 'Azim-us-Shan.
  4. Nawab Qudsiya Begum Mubarak Mahal Sahiba
    putri Siraj-ud-Daula, Mirza Akbar 'Ali Khan Safawi.
  5. Nawab Murad Bakht Begum Sahiba
  6. Nawab Malika-i-Alam Begum Sahiba

Anak

  1. Shahzada Mirza Jawan Bakht, Jahandar Shah Bahadur
    lahir dari Taj Mahal.
  2. Shahzada Mirza Muhammad Farkhunda Bakht, Jahan Shah Bahadur
    lahir dari Jamil-un-Nissa.
  3. Shahzada Mirza Mu'in-ud-din Muhammad, Akbar Shah Bahadur
    lahir dari Mubarak Mahal. Naik takhta sebagai Akbar Shah II.
  4. Shahzadi Aliyat-un-Nissa Begum Sahiba
    menikah dengan Mirza Muhammad Shuja'at Afshar Bahadur. Suaminya adalah cucu Shahzada Muhammad Humayun Bakht Bahadur.
  5. Shahzadi Sa'adat-un-Nissa Begum Sahiba
    menikah dengan Mirza Muhammad Karimat Afshar Bahadur. Suaminya adalah cucu Shahzada Muhammad Humayun Bakht Bahadur.
  6. Nawab Akrabadi Begum Sahiba
    menikah dengan Mirza Muhammad Qamar-ud-din Hyder Qadiri, putra Mirza Shuja'at Afshar Bahadur.

Referensi

Bacaan tambahan

  • Shah Alam Nama. Bibliotheca Indica. 1912. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-23. Diakses tanggal 2021-03-07.
Shah Alam II
Lahir: 1728 Meninggal: 1806
Gelar
Didahului oleh:
Shah Jahan III
Kaisar Mughal
1759–1788
Diteruskan oleh:
Mahmud Shah Bahadur
Didahului oleh:
Mahmud Shah Bahadur
Kaisar Mughal
1788–1806
Diteruskan oleh:
Akbar Shah II


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan