Selasa, 27 Oktober 2026
00:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Alexandra Kollontai

Alexandra Kollontai

Bagikan:
Alexandra Kollontai
Aleksandra_Kollontaj_10.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Alexandra Kollontai, sekitar tahun 1900.
Lahir
Alexandra Mikhailovna Domontovich

31 Maret 1872
Meninggal9 Maret 1952(1952-03-09) (umur 79)
Pekerjaanrevolusioner profesional, penulis, diplomat
Pasangan menikahVladimir Ludvigovich Kollontai; Pavel Dybenko
AnakMikhail Alekseevich Domontovich
Tanda tangan
250px-Alexandra_Kollontai_Signatur_1926.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Alexandra Mikhailovna Kollontai (bahasa Rusia:Алекса́ндра Миха́йловна Коллонта́й — née Domontovich, Домонто́вич; Lahir di St. Petersburg, Rusia 31 Maret [K.J.: 19 Maret] 1872, meninggal pada 9 Maret 1952 di Moskow (79 tahun))[1] adalah seorang revolusioner Marxis, yang mula-mula menjadi anggota Menshevik, Bolshevik (kemudian Komunis) dari 1915.

Pada 1922, Kollontai diangkat menjadi konselor diplomatik untuk legasi Uni Soviet di Norwegia, kemudian dipromosikan menjadi kepala legasi. Kollontai menjadi salah satu wanita pertama yang memegang sebuah jabatan semacam itu.

Daftar pustaka

Bacaan tambahan

Referensi

  1. ↑ "Aleksandra Mikhaylovna Kollontay | Soviet revolutionary and diplomat | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-03-07.

Pranala luar

Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Alexandra Kollontai.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Alexandra Kollontai.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan