Rabu, 07 Oktober 2026
05:00 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Simone de Beauvoir

Simone de Beauvoir

Bagikan:
Simone de Beauvoir
250px-Simone_de_Beauvoir2.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Simone de Beauvoir
Lahir(1908-01-09)9 Januari 1908
Paris, Prancis
Meninggal14 April 1986(1986-04-14) (umur 78)
Paris, Prancis
Filsafat
EraFilsafat abad ke-20
WilayahFilsafat Barat
Eksistensialisme
Feminisme Prancis
Marxisme Barat
Minat utama
Filsafat politik, feminisme, etika, fenomenologi eksistensial
Gagasan terkenal
Etika ambiguitas, etika feminis, feminisme eksistensial

Simone de Beauvoir (diucapkan [simɔn də boˈvwaʀ] dalam bahasa Prancis; 9 Januari 1908 – 14 April 1986) adalah tokoh feminisme modern dan ahli filsafat Prancis yang terkenal pada awal abad ke-20 dan juga merupakan pengarang novel, esai, dan drama dalam bidang politik dan ilmu sosial. Ia dikenal karena karyanya dalam politik, filsafat, eksistensialisme, dan feminisme, terutama karya Le Deuxième Sexe yang diterbitkan pada tahun 1949.

Masa muda

Simone Lucy Ernestine Marie de Beauvoir adalah nama lengkap dari Simone de Beauvoir. Beauvoir adalah anak sulung dari salah satu keluarga borjuis di Prancis. Ayahnya, Georges Bertrand de Beauvoir adalah seorang ateis yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Sementara ibunya, Françoise Beauvoir (née Brasseur) merupakan seorang Katolik Roma yang taat. Beauvoir mempunyai seorang adik perempuan yang bernama, Hélène, yang usianya hanya terpaut dua tahun darinya.[1]

Keluarga Bertrand de Beauvoir berusaha keras untuk mempertahankan statusnya sebagai kaum borjuis setelah kehilangan banyak hartanya dalam Perang Dunia I. Françoise tetap mengusahakan agar kedua anaknya bisa tetap bersekolah di sekolah bergengsi.

Pada masa kecilnya, Beauvoir adalah seorang yang taat beragama. Ia dibesarkan dengan paham Katolik. Oleh ibunya, ia dikirim ke Institut Adeline Désir, yang merupakan sekolah perempuan Katolik untuk menjadi seorang biarawati. Beauvoir kemudian mengalami krisis kepercayaan saat berusia 14 tahun. Ini didorong oleh rasa ingin tahunya yang tinggi terkait 'keintelektualan', sehingga ia tertarik untuk mendalami hal-hal yang bersifat eksistensialis, juga mengalihkan fokusnya untuk mempelajari matematika, sastra, dan filsafat.[1] Ia lalu menjadikan dirinya sebagai seorang ateis hingga akhir hayatnya.

Pendidikan

Beauvoir menjadi sarjana muda matematika di Institut Catholique de Paris dan sarjana sastra-bahasa di Institut Sainte-Marie pada tahun 1925. Didikan ayahnya yang menekankan pada individualisme dan standar etika yang kuat, sangat kontras dengan ibunya yang condong pada nilai moral yang konservatif. Hal ini menyebabkan konflik batin tanpa akhir dalam diri Beauvoir, yang kemudian mendorongnya untuk menjadi seorang intelektual.

Pada tahun 1926 Beauvoir merantau dan menempuh pendidikan dalam bidang filasafat di Universitas Sorbonne, universitas yang bergengsi di Prancis. Beauvoir sebenarnya sudah mempelajari tentang filsafat sejak di sekolah perempuan Katolik. Bacaan filosofis khususnya tentang Thomas Aquinas dan pemikiran penulis lain yang membahas terkait moral dan agama, memang sangat lumrah di sebagian besar sekolah di Prancis saat itu. Bacaan Beauvoir tidak terbatas pasa filsuf Abad Pertengahan, ia juga membaca mistikus Immanuel Kant, René Descartes, serta Jean-Jacques Rousseau.[2] Beauvoir menyelesaikan studinya pada tahun 1928, dan menjadi wanita kesembilan di Prancis yang menerima gelar.[1]

Pekerjaan dan karier

Beauvoir pertama kali bekerja di sebuah sekolah menengah di Marseille dan Rouen mulai 1931 hingga 1937, bersama Maurice Merleau-Ponty dan Claude Levi-Strauss. Beauvoir sebelumnya pernah mengikuti kursus untuk persiapan agrégation in philosophy, sebuah ujian pascasarjana untuk menentukan peringkat nasional siswa, di École Normale Supérieure pada tahun 1929, meski tidak terdaftar secara resmi. Itu adalah awal mula Beauvoir bertemu dengan Jean-Paul Sartre, Paul Nizan, dan René Maheu. Sartre mendapat peringkat pertama pada agrégation, sementara Beauvoir meraih peringkat kedua. Saat itu Beauvoir baru berusia 21 tahun dan menjadi siswa termuda yang lulus ujian agrégation. Sejak saat itu, Beauvoir pun menjadi guru filsafat termuda di Prancis.[2]

Karya

Tahun 1943, Beauvoir memulai kariernya di bidang sastra. Karya-karya yang dihasilkannya berhasilnya membuatnya mandiri secara finansial. Ia kemudian banyak mengabiskan waktu untuk menulis dan berdiskusi bersama beberapa orang teman di sebuah kafe bernama 'de flore'. Beauvoir merilis novel berjudul She Come to Stay pada tahun 1943. Novel ini merupakan gambaran fiksi tentang hubungan Beauvoir dengan Sartre, Olga Kosakiewicz dan Wanda Kosakiewicz sebagai biseksual.[1]

Beauvoir berhasil menyelesaikan lebih dari empat buku di tahun yang sama, yakni 1943. Buku-buku tersebut antara lain, Useless Mouth, All Men are Mortal, Pyrrhus et Cineas, dan The Blood of Others. Setelah Perang Dunia II, Beauvoir muncul sebagai pejuang pergerakan eksistensialisme, bersama Jean-Paul Sartre. Mereka menyunting dan menerbitkan sebuah jurnal sastra dan politik berpengaruh yang diambil dari nama film Charlie Chaplin dengan judul yang sama, Les Temps Modernes (Modern Times).[1] Keberhasilan karya-karya Beauvoir dan Sartre membuat mereka ditempatkan sejajar dengan Albert Camus, Picasso, dan Bataille.[1]

Pada tahun 1947, Beauvoir melakukan perjalanan ke Amerika Serikat selama lima bulan. Ia kemudian bertemu dan menjalin hubungan dengan Nelson Algren, yang merupakan seorang penulis. Tahun 1948, Beauvoir kembali menerbitkan karya fiksi berjudul America Day by Day. Karya ini membahas permasalahan sosial, ketidaksetaraan kelas, dan isu rasisme yang ia jumpai selama melakukan perjalanan di Amerika Serikat.[1]

Selanjutnya, Beauvoir menulis novel berjudul The Mandarin, yang terinspirasi dari pengalamannya dengan Algren dan Sartre, yang juga membahas gerakan mereka pasca-Perang Dunia II. Novel ini kemudian memenangkan Prix Goncourt pada tahun 1954. Tahun 1958, Beauvoir menerbitkan bagian pertama riwayat hidupnya yang berjilid-jilid. Karya filosofis Beauvoir lainnya yang tidak kalah penting adalah The Ethics of Ambiguity (1948). Lalu di tahun 1949, Beauvoir mengajukan sebuah etika eksistensialis yang mengkaji terkait posisi subordinat perempuan dalam masyarakat dalam tulisannya berjudul The Second Sex.[3]

Beauvoir dalam The Second Sex menegaskan bahwa perempuan dicegah untuk memiliki kontrol atas hidupnya sendiri yang mana ini berdasarkan eksplorasinya dalam situasi sejarah kaum perempuan. Tulisan ini menuai banyak kritikan dan dianggap timpang dan bias. Beauvoir bahkan mendapat julukan sebagai pembenci laki-laki, nimfomania, dan frigid selama bertahun-tahun akibat tulisannya tersebut. Pada tahun 1960-an, sebagian gerakan perempuan kemudian berpihak pada Beauvoir, namun tetap masih banyak yang menentangnya.

Dalam menulis The Second Sex, Beauvoir menggunakan konsep-konsep filosofis dari karya utama Satre berjudul Being and Nothingness. Beauvoir dan Satre memang terus menjalin hubungan spesial hingga akhir hayat. Meskipun tidak menikah, mereka tetap tinggal serumah dan saling terbuka satu sama lain tentang hubungan mereka dengan pasangan lain. Mereka sepakat bahwa pernikahan hanyalah bentuk pelanggengan kekuasaan.[1]

Kematian

Kematian Satre pada 15 April 1980, membuat Beauvoir begitu terpuruk. Beauvoir kemudian mengalami ketergantungan pada alkohol dan amphetamin yang menyebabkan kesehatannya menurun drastis. Simone de Beauvoir meninggal pada 14 April1986 setelah menderita pneumonia. Ia dan Jean-Paul Sartre dimakamkan bersisian di Pemakaman Montparnasse di Paris. Setelah kematiannya, karya Beauvoir meninggalkan pengaruh kuat, khususnya dalam pergerakan feminisme.

Bibliografi

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Simone de Beauvoir.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Yanti, Brenda; Prameswari, Laksmi M. (2020). Hannah Arendt & Simone de Beauvoir: Filsuf Wanita Pengguncang Abad ke-20. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. ISBN 978-623-236-101-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 Card, Claudia, ed. (2003). The Cambridge Companion to Simone de Beauvoir. Cambridge Companions to Philosophy. Cambridge: Cambridge University Press. doi:10.1017/CCOL0521790964. ISBN 978-0-521-79096-3.
  3. ↑ Losco;, Joseph; Williams, Leonard (2005). Political Theory : Kajian Klasik dan Kontemporer. Jakarta: RajaGrafindo Persada. ISBN 979-3654-76-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan