Minggu, 20 September 2026
15:01 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Ginandjar Kartasasmita

Ginandjar Kartasasmita

politisi Indonesia

Ginandjar Kartasasmita
250px-Ginandjar-Kartasasmita_MPR.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ginanjar Kartasasmita, 1999
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesiake-1
Masa jabatan
1 Oktober 2004 –30 September 2009
WakilIrman Gusman
Laode Ida
ProvinsiJawa Barat
PendahuluLembaga dibentuk
PenggantiIrman Gusman
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
Fraksi Golkar
Masa jabatan
3 Oktober 1999 –30 September 2004
Menjabatbersama
Periode 1999–2004
Ketua MPRAmien Rais
Pendahulu
Pengganti
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
Bidang Ekonomi (2010–2012)
Bid. Pembangunan & Otonomi Daerah (2012–2014)
Masa jabatan
25 Januari 2010 –20 Oktober 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Ketua WantimpresEmil Salim
Pendahulu
Pengganti
Jabatan menteri
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Indonesiake-6
Masa jabatan
16 Maret 1998 –27 September 1999
PresidenSoeharto
Bacharuddin Jusuf Habibie
PendahuluSaleh Afiff
PenggantiKwik Kian Gie
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasionalke-13
Masa jabatan
19 Maret 1993 –21 Mei 1998
PresidenSoeharto
PendahuluSaleh Afiff
PenggantiBoediono
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasionalke-7
Masa jabatan
19 Maret 1993 –11 Maret 1998
PresidenSoeharto
PendahuluSaleh Afiff
PenggantiBoediono
Menteri Pertambangan dan Energi Indonesiake-8
Masa jabatan
23 Maret 1988 –17 Maret 1993
PresidenSoeharto
PendahuluSoebroto
PenggantiIda Bagus Sudjana
Informasi pribadi
Lahir9 April 1941 (umur 85)
Partai politik  Independen
Suami/istriYultin Harlotina
Anak4, termasuk Agus Gumiwang Kartasasmita dan Galih Dimuntur Kartasasmita
Orang tuaHusein Kartasasmita (ayah)
Ratjih Natawidjaja (ibu)
PendidikanInstitut Teknologi Bandung
Tokyo University of Agriculture and Technology
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara
Sekolah Dasar Perwira
Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara
PekerjaanTentara
Politisi
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Air_Force.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Udara
Pangkat40px-21-TNI_Air_Force-LG.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Marsekal Madya TNI
SatuanKorps Teknik
NRP500779

Ginandjar Kartasasmita (lahir 9 April 1941) adalah seorang politikus dan tentara Indonesia yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Sebelumnya ia menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah dan beberapa kali menjadi menteri.

Latar belakang Pendidikan

Ginandjar memiliki ayah bernama Husein Kartasasmita dan ibu bernama Ratjih Natawidjaja. Ia bersekolah di Kolese Kanisius di Jakarta. Seringnya bergaul dengan mahasiswa berkebangsaan dan latar belakang agama lain memicu nasionalismenya. Setelah satu tahun belajar di Institut Teknologi Bandung (ITB), ia dianugerahi beasiswa ke Universitas Pertanian dan Teknologi Tokyo, tempat ia belajar teknik kimia (kimia industri) dari tahun 1960 hingga 1965.

Tahun 1966, ia menjalani pendidikan militer di Sekolah Dasar Perwira (1966–1967), Sekolah Ilmu Siasat (1968), dan Sekolah staf komando Angkatan Udara (1974). Ia juga menempuh pendidikan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi LAN.

Ginandjar memperoleh beberapa gelar Doktor Honoris Causa, diantaranya Doktor HC dalam bidang ekonomi dari Takushoku University, Tokyo. Orasi "Indonesia Menyongsong Abad Ke-21" (10 Mei (1994), Doktor HC dalam bidang jasa publik dari Northeastern University, Boston (18 Juni 1994), serta Doktor HC dalam bidang ilmu administrasi pembangunan dari Universitas Gadjah Mada dengan orasi "Pembangunan Menuju Bangsa yang Maju dan Mandiri" (15 April 1995) Universitas Brawijaya (Profesor) (1995)[1]

Karier

Karier Militer

Ginandjar Kartasasmita memulai karier militernya pada tahun 1965 hingga 1968, sebagai salah satu tim dari Komando Operasi Tertinggi Gabungan-5 (G-5 KOTI)[2][3] organisasi intelijen yang dibentuk oleh Presiden Soekarno[4] Kemudian, ia menjadi Staf Direktorat Jenderal Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara TNI AU tahun 1968 hingga 1971.[5]

Ginandjar pensiun dari militer pada 26 Januari 1994, dengan pangkat terakhir Marsekal Madya.[6]

Karier Pemerintahan

Walaupun masih aktif di militer, ia ditempatkan di pemerintahan. Ginandjar ditempatkan di Sekretariat Kabinet, dan dipercaya menjadi Kepala Bagian Evaluasi Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri 1971–1972, kemudian menjadi Kepala bagian Antarnegara Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri (1972–1976) di instansi yang sama.[7]

Usai kariernya di Sekretariat Kabinet, ia kemudian dimutasi ke Sekretariat Negara sebagai Asisten Sekretaris Negara Urusan Administrasi Pemerintahan[3] dari tahun 1976 hingga 1978. Ia juga menjadi salah satu Anggota Dewan Komisaris PT. Nurtanio. Tahun 1978–1983, Ginanjar menjabat sebagai Asisten Menteri/Sekretaris Negara Urusan Administrasi Pemerintahan dan Administrasi Lembaga Pemerintahan Non-departemen. Kemudian ia menjadi , Anggota dan Wakil Ketua Tim Pengendali Pengadaan Barang Peralatan Pemerintah tahun 1980–1988.[7]

Menteri

Pada 1983, Presiden Soeharto mengangkat Ginandjar sebagai Menteri Muda Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri di Kabinet Pembangunan IV.[3] Ia juga merangkap jabatan sebagai Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal dari 1985 hingga 1988.[8]

Di kabinet berikutnya (Kabinet Pembangunan V), ia dipilih sebagai Menteri Pertambangan dan Energi dari tahun 1988 hingga 1993.[9] Pada tahun 1993, ia berperan sebagai Anggota Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina.

Presiden Soeharto kembali melantiknya sebagai menteri di Kabinet Pembangunan VI. Ia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional merangkap Ketua BAPPENAS dari tahun 1993–1998. Pada Kabinet Pembangunan VII, ia menjadi Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri merangkap sebagai Ketua BAPPENAS, dimana kabinet ini bertahan dalam waktu 2 bulan.[10][11] Ginandjar berperan mendorong Soeharto mengundurkan diri pada Mei 1998 ketika ia dan menteri lainnya menolak duduk di Kabinet Reformasi Pembangunan yang akan dibentuk oleh Presiden Soeharto.

Usai Presiden Soeharto mundur dari jabatannya, Presiden B. J. Habibie menunjukkan sebagai menteri di posisi yang sama yakni Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri dari Mei 1998 hingga September 1999.[12]

Karena beberapa kali ditunjuk sebagai menteri, Ginandjar menjadi salah satu menteri dengan jabatan terlama yakni 11 tahun 19 hari sebagai menteri, dan 5 tahun 2 hari sebagai menteri muda.

Karier legislatif

Ia juga sempat menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Fraksi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia 1982–1996. Spesifiknya di Badan Pekerja MPR sebagai Ketua Panitia Ad Hoc I Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), BP MPR Tahun 1987–1991 serta Ketua Komisi A, GBHN 1982–1986.[7][10]

Ia sempat juga menjadi Ketua Fraksi Karya Pembangunan pada tahun 1997–1998. Pada September 1999, ia mundur dari jabatannya sebagai Menteri, karena aturan baru tidak membolehkan rangkap jabatan di pemerintahan eksekutif dan legislatif. Pada periode 1999–2004, ia menjadi Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI.[13]

Pada tahun 2004, lembaga legislatif baru dibentuk bernama Dewan Perwakilan Daerah. Ginandjar Kartasasmita terpilih sebagai Anggota DPD RI perwakilan Jawa Barat, selain itu ia ditunjuk Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI untuk periode 2004–2009.

Pada tahun 2009, ia terpilih kembali menjadi Anggota DPD RI untuk periode 2009–2014. Namun, ia mengundurkan diri pada awal tahun 2010, karena ditunjuk menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Penasihat Presiden

Usai jabatan terakhirnya di DPD RI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjukkan sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2010–2014, yang memberikan nasihat kepada Presiden. Pada paruh waktu pertama, ia ditempatkan sebagai Anggota Wantimpres Bidang Ekonomi, pada paruh waktu kedua, posisinya bergeser di Bidang Pembangunan dan Otonomi Daerah.[14]

Organisasi

Ginanjar juga menjabat di beberapa organisasi, salah satunya menjadi Pelaksana Harian Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) tahun 2014–2019 dan Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) tahun 2019–2024.[7]

Di organisasi internasional ia dipercaya menjadi Anggota Dewan Penasihat Internasional, Japan International Cooperation Agency (JICA) tahun 2018 sampai bulan Maret 2023 dan Penasihat pada Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport and Urban Development (JOIN), Jepang tahun 2018-2023.[7]

Kontroversi

Pada akhir Maret 2001, jaksa penuntut negara mengeluarkan surat perintah penangkapan Ginandjar atas dugaan korupsi yang menimbulkan kerugian negara sebesar $24,8 juta. Ia menjadi tersangka kasus yang melibatkan PT Ustraindo Petro Gas, perusahaan milik putra tengah Soeharto, Bambang Trihatmodjo, dan perusahaan minyak dan gas milik negara, Pertamina. Ginandjar menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi ketika Pertamina membayar biaya pengembangan empat ladang minyak yang dilakukan Ustraindo, sedangkan Ustraindo secara kontrak diharuskan menanggung biaya tersebut. Pengaturan tersebut menimbulkan kerugian negara sebesar $18 juta. Jaksa penuntut mengatakan syarat-syarat kontrak bagi hasil antara pemerintah dan perusahaan diubah demi keuntungan Ustraindo sehingga menambah kerugian negara.[15]

Ginandjar dibebaskan setelah sebulan. Ia mengakui sulit menghilangkan tuduhan korupsi karena ia merupakan bagian dari rezim Soeharto. “Mengatakan saya tidak korupsi sama seperti pepatah: 'Saya tidak memukuli istri saya.' Tidak ada seorang pun yang memercayai Anda", katanya pada tahun 2001.[16]

Kehidupan Pribadi

Ginandjar menikah dengan Yultin Harlotina, dan memperoleh empat orang anak, yaitu: Gita, Agus, Galih, dan Gaya.

Penghargaan

Dalam Negeri

Luar Negeri

Buku

  1. Pembangunan untuk Rakyat (1996)
  2. Administrasi Pembangunan: Perkembangan Pemikiran dan Praktiknya di Indonesia (1997)
  3. Reinventing Indonesia
  4. Transforming Indonesia - An Oral History

Pranala luar

Referensi

  1. "Profil Ginandjar Kartasasmita". Merdeka.com. Merdeka.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-10-26. Diakses tanggal 26 Desember 2014.
  2. Ginandjar Kartasasmita (2013). Managing Indonesia's Transformation: An Oral History. World Scientific. hlm. 28. ISBN 978-981-4405-39-3.
  3. 1 2 3 Aditya Nugroho (9 April 2026). "Kisah Pengabdian Ginandjar Kartasasmita Dari Masa Ke Masa Dibukukan". rm.id. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "Naskah Supersemar Hilang Saat G-5 KOTI Dibubarkan". detikNews. 5 Desember 2008.
  5. "Profil Ginandjar Kartasasmita (Presiden Komisaris Lippo): Pendidikan, Karier, hingga Penghargaan". 9 November 2025. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Profil - Ginandjar Kartasasmita Politisi, Birokrat". merdeka.com. Diakses tanggal 10 April 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 3 4 5 "Profil Komisaris – Marsekal Madya TNI (Purn.) Prof. Ginandjar Kartasasmita". petrosea.com. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
  8. "About BKPM: Historical Timeline". Indonesia Investment Coordinating Board. Indonesia Investment Coordinating Board. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-02-02. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
  9. "Indonesia dan Jepang – 50 Tahun Kemitraan". Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo, Jepang. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
  10. 1 2 "Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri RI: Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita, M.Eng". Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
  11. "Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 62/M Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabinet Pembangunan VII". Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, Kementerian Keuangan RI. 14 Maret 1998. Diakses tanggal 22 Juni 2025.
  12. "Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 122/M Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabinet Reformasi Pembangunan". Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, Kementerian Keuangan RI. 22 Mei 1998. Diakses tanggal 22 Juni 2025.
  13. "Profil Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita". Tempo.co. Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-16. Diakses tanggal 26 Desember 2014.
  14. "Profil Anggota Wantimpres, Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita". Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-28. Diakses tanggal 26 Desember 2014.
  15. "Ex-Suharto minister arrested in hospital ward for corruption". Utusan Melayu. AFP. 7 April 2001. Diakses tanggal 27 Maret 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. Mcbeth, John (19 Juli 2001). "Ginandjar: Wahid Tries Foes Because of Grudges". Far Eastern Economic Review. Diakses tanggal 27 Maret 2018.
  17. Lembaga Pemilihan Umum 1988, hlm. 761.
  18. Daftar WNI yang Menerima Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia 1959 - sekarang (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-07-29. Diakses tanggal 29 September 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959–2003 (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-08-05. Diakses tanggal 29 September 2022.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. Golkar (1986). Mediakarya Majalah Bulanan Dewan Pimpinan Pusat Golongan Karya Edisi 31–52. Golongan Karya Dewan Pimpinan Pusat. hlm. 44.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  21. Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Jasa tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2019-09-24. Diakses tanggal 29 September 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. "Eingelangt am 23.04.2012 : Dieser Text wurde elektronisch übermittelt. Abweichungen vom Original sind möglich. Bundeskanzler Anfragebeantwortung" (PDF). Parlament.gv.at. Diakses tanggal 10 Februari 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. "外務省: ギナンジャール・インドネシア地方代表議会議長(インドネシア・日本友好協会会長)の中曽根外務大臣表敬について". www.mofa.go.jp. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-12. Diakses tanggal 2024-06-12.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Soebroto
Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia
1988–1993
Diteruskan oleh:
Ida Bagus Sudjana
Didahului oleh:
Saleh Afiff
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional
1993–1998
Diteruskan oleh:
Boediono
Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri
1998–1999
Diteruskan oleh:
Kwik Kian Gie
Posisi baru Ketua Dewan Perwakilan Daerah
Republik Indonesia

2004–2009
Diteruskan oleh:
Irman Gusman
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Suhartoyo
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
1985–1988
Diteruskan oleh:
Sanyoto Sastrowardoyo
Didahului oleh:
Saleh Afiff
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
1993–1998
Diteruskan oleh:
Boediono
Menko Polkam: Feisal Tanjung Menko Ekuin: Ginandjar Kartasasmita, Hartarto Sastrosoenarto (Plt.) Menko PP-PAN: Hartarto Sastrosoenarto Menko Kesra : Haryono Suyono Mendagri: Syarwan Hamid, Feisal Tanjung (Plt.) Menlu: Ali Alatas Menhankam/Panglima ABRI: Wiranto Menhak: Muladi Menteri Penerangan: Yunus Yosfiah Menkeu: Bambang Subianto Menperindag: Rahardi Ramelan Mentan: Soleh Solahudin Mentamben: Kuntoro Mangkusubroto Menhutbun: Muslimin Nasution Menteri PU: Rachmadi Bambang Sumadhijo Menhub: Giri Suseno Hadihardjono Menparsenbud: Marzuki Usman, Giri Suseno Hadihardjono (Plt.) Menkopukm: Adi Sasono Menaker: Fahmi Idris, A.M. Hendropriyono (Plt.) Menteri Trans-PPH: A.M. Hendropriyono Menkes: Faried Anfasa Moeloek Mendikbud: Juwono Soedarsono Menag: Abdul Malik Fadjar Mensos: Justika Baharsjah Menteri PPN: Boediono Menristek: Muhammad Zuhal Menteri BUMN: Tanri Abeng Menteri P dan H: A.M. Saefuddin, Soleh Solahudin (Plt.) Menteri Kependudukan: Ida Bagus Oka Menves: Hamzah Haz, Marzuki Usman, Muhammad Zuhal (Plt.) Menteri Agraria: Hasan Basri Durin Menpera: Theo L. Sambuaga, Rachmadi Bambang Sumadhijo (Plt.) Menteri LH: Panangian Siregar Menperwan: Tuti Alawiyah Menpora: Agung Laksono, Juwono Soedarsono (Plt.) Jaksa Agung: Soedjono C. Atmonegoro, Andi Muhammad Ghalib Mensesneg: Akbar Tandjung, Muladi (Plt.)
Menko Polkam: Feisal Tanjung Menko Ekuin/Kepala BAPPENAS: Ginandjar Kartasasmita Menko PP-PAN: Hartarto Sastrosoenarto Menko Kesra/Kepala BKKBN: Haryono Suyono Mendagri: R. Hartono Menlu: Ali Alatas Menhankam/Panglima ABRI: Wiranto Menhak: Muladi Menteri Penerangan: Muhammad Alwi Dahlan Menkeu: Fuad Bawazier Menperindag: Mohammad Hasan Mentan: Justika Baharsjah Mentamben: Kuntoro Mangkusubroto Menhutbun: Sumahadi Menteri PU: Rachmadi Bambang Sumadhijo Menhub: Giri Suseno Hadihardjono Menparsenbud: Abdul Latief Menkopukm: Subiakto Tjakrawerdaya Menaker: Theo L. Sambuaga Menteri Trans-PPH: AM Hendropriyono Mendikbud: Wiranto Arismunandar Menkes: Faried Anfasa Moeloek Menag: Muhammad Quraish Shihab Mensos: Siti Hardijanti Rukmana Menristek: Rahardi Ramelan Menves: Sanyoto Sastrowardoyo Menteri Agraria: Ary Mardjono Menpera: Akbar Tanjung Menteri LH: Juwono Sudarsono Menteri Panhorbat: Haryanto Dhanutirto Menteri BUMN: Tanri Abeng Menperwan: Tuti Alawiyah Menpora: Agung Laksono Jaksa Agung: Soedjono C. Atmonegoro Gubernur Bank Indonesia: Syahril Sabirin Mensesneg: Saadillah Mursjid
Menko Polkam: Soesilo Soedarman Menko Eko-PP: Saleh Afiff Menkoprodis: Hartarto Sastrosoenarto Menko Kesra: Azwar Anas Mendagri: Yogie Suardi Memet Menlu: Ali Alatas Menhankam/Panglima ABRI: Edi Sudradjat, Feisal Tanjung, Wiranto Menhak: Oetojo Oesman Menteri Penerangan: Harmoko, R. Hartono Menkeu: Mar'ie Muhammad Mendag (digabungkan dengan Menteri Perindustrian pada 6 Desember 1995): Satrio Budihardjo Joedono Menperin (bernama Menteri Perindustrian dan Perdagangan sejak 6 Desember 1995): Tungki Ariwibowo Mentan: Sjarifuddin Baharsjah Mentamben: Ida Bagus Sudjana Menhut: Djamaloedin Soeryohadikoesoemo Menteri PU: Radinal Mochtar Menhub: Haryanto Dhanutirto Menparpostel: Joop Ave Menkop-PPK: Subiakto Tjakrawerdaya Menaker: Abdul Latief Menteri Trans-PPH: Siswono Yudo Husodo Mendikbud: Wardiman Djojonegoro Menkes: Sujudi Menag: Tarmizi Taher Mensos: Endang Kusuma Inten Soeweno Menteri PPN: Ginandjar Kartasasmita Menristek: Bacharuddin Jusuf Habibie Menteri Pangan: Ibrahim Hassan  Beddu Amang Menteri Kependudukan: Haryono Suyono Menves: Sanyoto Sastrowardoyo Menteri Agraria: Soni Harsono Menpera: Akbar Tanjung Menteri LH: Sarwono Kusumaatmadja Menperwan: Mien Sugandhi Menpora: Hayono Isman Menpan: T.B. Silalahi Mensus: Harmoko Jaksa Agung: Singgih Gubernur Bank Indonesia: Sudrajad Djiwandono, Syahril Sabirin Mensesneg: Moerdiono
Kabinet Pembangunan V (1988–1993)
Kementerian di bawah Menko Polkam: Sudomo
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Radius Prawiro
Kementerian di bawah Menko Kesra: Soepardjo Rustam
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Ali Wardhana
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan