Ginandjar Kartasasmita | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Ginanjar Kartasasmita, 1999 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesiake-1 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 1 Oktober 2004 –30 September 2009 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Wakil | Irman Gusman Laode Ida | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Provinsi | Jawa Barat | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendahulu | Lembaga dibentuk | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pengganti | Irman Gusman | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Fraksi Golkar | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 3 Oktober 1999 –30 September 2004 Menjabatbersama Periode 1999–2004
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ketua MPR | Amien Rais | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendahulu | Periode 1997–99
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pengganti | Periode 2004–09 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Ekonomi (2010–2012) Bid. Pembangunan & Otonomi Daerah (2012–2014) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Masa jabatan 25 Januari 2010 –20 Oktober 2014 Menjabatbersama Periode 2010–12 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ketua Wantimpres | Emil Salim | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendahulu | Periode 2007–09 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pengganti | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Informasi pribadi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lahir | 9 April 1941 (umur 85) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Partai politik | Independen | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Suami/istri | Yultin Harlotina | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Anak | 4, termasuk Agus Gumiwang Kartasasmita dan Galih Dimuntur Kartasasmita | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Orang tua | Husein Kartasasmita (ayah) Ratjih Natawidjaja (ibu) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pendidikan | Institut Teknologi Bandung Tokyo University of Agriculture and Technology Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara Sekolah Dasar Perwira Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pekerjaan | Tentara Politisi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Karier militer | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pihak | Indonesia | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Dinas/cabang | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pangkat | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Satuan | Korps Teknik | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| NRP | 500779 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Ginandjar Kartasasmita (lahir 9 April 1941) adalah seorang politikus dan tentara Indonesia yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Sebelumnya ia menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah dan beberapa kali menjadi menteri.
Latar belakang Pendidikan
Ginandjar memiliki ayah bernama Husein Kartasasmita dan ibu bernama Ratjih Natawidjaja. Ia bersekolah di Kolese Kanisius di Jakarta. Seringnya bergaul dengan mahasiswa berkebangsaan dan latar belakang agama lain memicu nasionalismenya. Setelah satu tahun belajar di Institut Teknologi Bandung (ITB), ia dianugerahi beasiswa ke Universitas Pertanian dan Teknologi Tokyo, tempat ia belajar teknik kimia (kimia industri) dari tahun 1960 hingga 1965.
Tahun 1966, ia menjalani pendidikan militer di Sekolah Dasar Perwira (1966–1967), Sekolah Ilmu Siasat (1968), dan Sekolah staf komando Angkatan Udara (1974). Ia juga menempuh pendidikan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi LAN.
Ginandjar memperoleh beberapa gelar Doktor Honoris Causa, diantaranya Doktor HC dalam bidang ekonomi dari Takushoku University, Tokyo. Orasi "Indonesia Menyongsong Abad Ke-21" (10 Mei (1994), Doktor HC dalam bidang jasa publik dari Northeastern University, Boston (18 Juni 1994), serta Doktor HC dalam bidang ilmu administrasi pembangunan dari Universitas Gadjah Mada dengan orasi "Pembangunan Menuju Bangsa yang Maju dan Mandiri" (15 April 1995) Universitas Brawijaya (Profesor) (1995)[1]
Karier
Karier Militer
Ginandjar Kartasasmita memulai karier militernya pada tahun 1965 hingga 1968, sebagai salah satu tim dari Komando Operasi Tertinggi Gabungan-5 (G-5 KOTI)[2][3] organisasi intelijen yang dibentuk oleh Presiden Soekarno[4] Kemudian, ia menjadi Staf Direktorat Jenderal Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara TNI AU tahun 1968 hingga 1971.[5]
Ginandjar pensiun dari militer pada 26 Januari 1994, dengan pangkat terakhir Marsekal Madya.[6]
Karier Pemerintahan
Walaupun masih aktif di militer, ia ditempatkan di pemerintahan. Ginandjar ditempatkan di Sekretariat Kabinet, dan dipercaya menjadi Kepala Bagian Evaluasi Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri 1971–1972, kemudian menjadi Kepala bagian Antarnegara Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri (1972–1976) di instansi yang sama.[7]
Usai kariernya di Sekretariat Kabinet, ia kemudian dimutasi ke Sekretariat Negara sebagai Asisten Sekretaris Negara Urusan Administrasi Pemerintahan[3] dari tahun 1976 hingga 1978. Ia juga menjadi salah satu Anggota Dewan Komisaris PT. Nurtanio. Tahun 1978–1983, Ginanjar menjabat sebagai Asisten Menteri/Sekretaris Negara Urusan Administrasi Pemerintahan dan Administrasi Lembaga Pemerintahan Non-departemen. Kemudian ia menjadi , Anggota dan Wakil Ketua Tim Pengendali Pengadaan Barang Peralatan Pemerintah tahun 1980–1988.[7]
Menteri
Pada 1983, Presiden Soeharto mengangkat Ginandjar sebagai Menteri Muda Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri di Kabinet Pembangunan IV.[3] Ia juga merangkap jabatan sebagai Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal dari 1985 hingga 1988.[8]
Di kabinet berikutnya (Kabinet Pembangunan V), ia dipilih sebagai Menteri Pertambangan dan Energi dari tahun 1988 hingga 1993.[9] Pada tahun 1993, ia berperan sebagai Anggota Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina.
Presiden Soeharto kembali melantiknya sebagai menteri di Kabinet Pembangunan VI. Ia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional merangkap Ketua BAPPENAS dari tahun 1993–1998. Pada Kabinet Pembangunan VII, ia menjadi Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri merangkap sebagai Ketua BAPPENAS, dimana kabinet ini bertahan dalam waktu 2 bulan.[10][11] Ginandjar berperan mendorong Soeharto mengundurkan diri pada Mei 1998 ketika ia dan menteri lainnya menolak duduk di Kabinet Reformasi Pembangunan yang akan dibentuk oleh Presiden Soeharto.
Usai Presiden Soeharto mundur dari jabatannya, Presiden B. J. Habibie menunjukkan sebagai menteri di posisi yang sama yakni Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri dari Mei 1998 hingga September 1999.[12]
Karena beberapa kali ditunjuk sebagai menteri, Ginandjar menjadi salah satu menteri dengan jabatan terlama yakni 11 tahun 19 hari sebagai menteri, dan 5 tahun 2 hari sebagai menteri muda.
Karier legislatif
Ia juga sempat menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Fraksi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia 1982–1996. Spesifiknya di Badan Pekerja MPR sebagai Ketua Panitia Ad Hoc I Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), BP MPR Tahun 1987–1991 serta Ketua Komisi A, GBHN 1982–1986.[7][10]
Ia sempat juga menjadi Ketua Fraksi Karya Pembangunan pada tahun 1997–1998. Pada September 1999, ia mundur dari jabatannya sebagai Menteri, karena aturan baru tidak membolehkan rangkap jabatan di pemerintahan eksekutif dan legislatif. Pada periode 1999–2004, ia menjadi Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI.[13]
Pada tahun 2004, lembaga legislatif baru dibentuk bernama Dewan Perwakilan Daerah. Ginandjar Kartasasmita terpilih sebagai Anggota DPD RI perwakilan Jawa Barat, selain itu ia ditunjuk Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI untuk periode 2004–2009.
Pada tahun 2009, ia terpilih kembali menjadi Anggota DPD RI untuk periode 2009–2014. Namun, ia mengundurkan diri pada awal tahun 2010, karena ditunjuk menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Penasihat Presiden
Usai jabatan terakhirnya di DPD RI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjukkan sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2010–2014, yang memberikan nasihat kepada Presiden. Pada paruh waktu pertama, ia ditempatkan sebagai Anggota Wantimpres Bidang Ekonomi, pada paruh waktu kedua, posisinya bergeser di Bidang Pembangunan dan Otonomi Daerah.[14]
Organisasi
Ginanjar juga menjabat di beberapa organisasi, salah satunya menjadi Pelaksana Harian Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) tahun 2014–2019 dan Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) tahun 2019–2024.[7]
Di organisasi internasional ia dipercaya menjadi Anggota Dewan Penasihat Internasional, Japan International Cooperation Agency (JICA) tahun 2018 sampai bulan Maret 2023 dan Penasihat pada Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport and Urban Development (JOIN), Jepang tahun 2018-2023.[7]
Kontroversi
Pada akhir Maret 2001, jaksa penuntut negara mengeluarkan surat perintah penangkapan Ginandjar atas dugaan korupsi yang menimbulkan kerugian negara sebesar $24,8 juta. Ia menjadi tersangka kasus yang melibatkan PT Ustraindo Petro Gas, perusahaan milik putra tengah Soeharto, Bambang Trihatmodjo, dan perusahaan minyak dan gas milik negara, Pertamina. Ginandjar menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi ketika Pertamina membayar biaya pengembangan empat ladang minyak yang dilakukan Ustraindo, sedangkan Ustraindo secara kontrak diharuskan menanggung biaya tersebut. Pengaturan tersebut menimbulkan kerugian negara sebesar $18 juta. Jaksa penuntut mengatakan syarat-syarat kontrak bagi hasil antara pemerintah dan perusahaan diubah demi keuntungan Ustraindo sehingga menambah kerugian negara.[15]
Ginandjar dibebaskan setelah sebulan. Ia mengakui sulit menghilangkan tuduhan korupsi karena ia merupakan bagian dari rezim Soeharto. “Mengatakan saya tidak korupsi sama seperti pepatah: 'Saya tidak memukuli istri saya.' Tidak ada seorang pun yang memercayai Anda", katanya pada tahun 2001.[16]
Kehidupan Pribadi
Ginandjar menikah dengan Yultin Harlotina, dan memperoleh empat orang anak, yaitu: Gita, Agus, Galih, dan Gaya.
Penghargaan
Dalam Negeri
Indonesia :[17]
Bintang Republik Indonesia Utama (14 Agustus 1998)[18]
Bintang Mahaputera Adipradana (10 Agustus 1987)[19][20]
Bintang Jasa Pratama (5 Agustus 1982)[21]
Bintang Yudha Dharma Pratama (1995)
Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama (1996)
Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya (1992)
Satyalancana Kesetiaan XXIV Tahun (1990)
Satyalancana Kesetiaan XVI Tahun (1983)
Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun (1978)
Satyalancana Wira Karya (1973)
Bintang Legiun Veteran RI (1993)
Luar Negeri
Kuwait :
Order of Kuwait 4th Class (1978)
Mesir :
Commander of the Order of the Republic (1978)
Austria :
Grand Decoration of Honour in Gold of the Decoration of Honour for Services to the Republic of Austria (1996)[22]
Perancis :
Commander of the National Order of Merit (1987)
Korea Selatan :
Gwanghwa Medal of the Order of Diplomatic Service Merit (1988)
Venezuela :
Grand Cordon of the Order of the Liberator (1988)
Jepang :
Grand Cordon of the Order of the Rising Sun (2008)[23]
Buku
- Pembangunan untuk Rakyat (1996)
- Administrasi Pembangunan: Perkembangan Pemikiran dan Praktiknya di Indonesia (1997)
- Reinventing Indonesia
- Transforming Indonesia - An Oral History
Pranala luar
- (Indonesia) Profil Diarsipkan 2012-04-16 di Wayback Machine. pada situs TokohIndonesia.com.
Referensi
- ↑ "Profil Ginandjar Kartasasmita". Merdeka.com. Merdeka.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-10-26. Diakses tanggal 26 Desember 2014.
- ↑ Ginandjar Kartasasmita (2013). Managing Indonesia's Transformation: An Oral History. World Scientific. hlm. 28. ISBN 978-981-4405-39-3.
- 1 2 3 Aditya Nugroho (9 April 2026). "Kisah Pengabdian Ginandjar Kartasasmita Dari Masa Ke Masa Dibukukan". rm.id. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Naskah Supersemar Hilang Saat G-5 KOTI Dibubarkan". detikNews. 5 Desember 2008.
- ↑ "Profil Ginandjar Kartasasmita (Presiden Komisaris Lippo): Pendidikan, Karier, hingga Penghargaan". 9 November 2025. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Profil - Ginandjar Kartasasmita Politisi, Birokrat". merdeka.com. Diakses tanggal 10 April 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 "Profil Komisaris – Marsekal Madya TNI (Purn.) Prof. Ginandjar Kartasasmita". petrosea.com. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
- ↑ "About BKPM: Historical Timeline". Indonesia Investment Coordinating Board. Indonesia Investment Coordinating Board. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-02-02. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
- ↑ "Indonesia dan Jepang – 50 Tahun Kemitraan". Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo, Jepang. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
- 1 2 "Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri RI: Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita, M.Eng". Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
- ↑ "Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 62/M Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabinet Pembangunan VII". Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, Kementerian Keuangan RI. 14 Maret 1998. Diakses tanggal 22 Juni 2025.
- ↑ "Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 122/M Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabinet Reformasi Pembangunan". Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, Kementerian Keuangan RI. 22 Mei 1998. Diakses tanggal 22 Juni 2025.
- ↑ "Profil Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita". Tempo.co. Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-16. Diakses tanggal 26 Desember 2014.
- ↑ "Profil Anggota Wantimpres, Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita". Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-28. Diakses tanggal 26 Desember 2014.
- ↑ "Ex-Suharto minister arrested in hospital ward for corruption". Utusan Melayu. AFP. 7 April 2001. Diakses tanggal 27 Maret 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Mcbeth, John (19 Juli 2001). "Ginandjar: Wahid Tries Foes Because of Grudges". Far Eastern Economic Review. Diakses tanggal 27 Maret 2018.
- ↑ Lembaga Pemilihan Umum 1988, hlm. 761.
- ↑ Daftar WNI yang Menerima Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia 1959 - sekarang (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-07-29. Diakses tanggal 29 September 2021.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959–2003 (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-08-05. Diakses tanggal 29 September 2022.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Golkar (1986). Mediakarya Majalah Bulanan Dewan Pimpinan Pusat Golongan Karya Edisi 31–52. Golongan Karya Dewan Pimpinan Pusat. hlm. 44.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Jasa tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2019-09-24. Diakses tanggal 29 September 2021.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Eingelangt am 23.04.2012 : Dieser Text wurde elektronisch übermittelt. Abweichungen vom Original sind möglich. Bundeskanzler Anfragebeantwortung" (PDF). Parlament.gv.at. Diakses tanggal 10 Februari 2019.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "外務省: ギナンジャール・インドネシア地方代表議会議長(インドネシア・日本友好協会会長)の中曽根外務大臣表敬について". www.mofa.go.jp. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-12. Diakses tanggal 2024-06-12.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Soebroto |
Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia 1988–1993 |
Diteruskan oleh: Ida Bagus Sudjana |
| Didahului oleh: Saleh Afiff |
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional 1993–1998 |
Diteruskan oleh: Boediono |
| Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri 1998–1999 |
Diteruskan oleh: Kwik Kian Gie | |
| Posisi baru | Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia 2004–2009 |
Diteruskan oleh: Irman Gusman |
| Jabatan pemerintahan | ||
| Didahului oleh: Suhartoyo |
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal 1985–1988 |
Diteruskan oleh: Sanyoto Sastrowardoyo |
| Didahului oleh: Saleh Afiff |
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 1993–1998 |
Diteruskan oleh: Boediono |
Kabinet Pembangunan V (1988–1993) | |
|---|---|
Kementerian di bawah Menko Polkam: Sudomo | |
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Radius Prawiro | |
| |
Kementerian di bawah Menko Kesra: Soepardjo Rustam | |
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden: | |
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden: | |
Kabinet Pembangunan IV (1983–1988) | |
|---|---|
| |
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Ali Wardhana | |
| |
| |
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden: | |
| Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan (1959–1966) | ||
|---|---|---|
| Menteri Minyak dan Gas Bumi (1966) | ||
| Menteri Pertambangan (1966–1978) | ||
| Menteri Pertambangan dan Energi (1978–2000) | ||
| Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (2000–sekarang) | ||
Miring: Pelaksana tugas Kategori | ||
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |