Jumat, 16 Oktober 2026
21:41 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Ali Wardhana

Ali Wardhana

politisi Indonesia

Bagikan:
Ali Wardhana
Ali_wardhana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunanke-3
Masa jabatan
19 Maret 1983 –21 Maret 1988
PresidenSoeharto
PendahuluWidjojo Nitisastro
PenggantiRadius Prawiro
Menteri Keuangan Indonesiake-15
Masa jabatan
10 Juni 1968 –16 Maret 1983
PresidenSoeharto
PendahuluFrans Seda
PenggantiRadius Prawiro
Informasi pribadi
Lahir(1928-05-06)6 Mei 1928
Meninggal14 September 2015(2015-09-14) (umur 87)
Partai politikGolongan Karya
Suami/istriRendasih binti Sulaeman Sukantabrata
Anak4
KerabatAli Sastroamidjojo (paman) Robertus Sanyoto (adek keponakan)
PekerjaanEkonom
Penasehat Perekonomian

Prof. Dr. Ali Wardhana (6 Mei 1928 – 14 September 2015) adalah salah satu anggota penasihat perekonomian Orde Baru dan pernah menjabat sebagai Menko Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan, selama 5 tahun, yaitu antara tahun 1983-1988. Sebelumnya, Ia pernah menjadi Menteri Keuangan untuk periode tahun 1968-1983. Ali merupakan Menteri Keuangan termuda sekaligus terlama, ia menjabat selama 15 tahun. Menteri Keuangan terkemuka ini menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia selama 10 tahun, yaitu dari tahun 1967 sampai 1978. Kepakarannya juga diakui lembaga internasional. Pada September 1971 ia terpilih sebagai Ketua Board of Governors Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional untuk periode 1971-1972.

Riwayat Hidup

Pendidikan

Ali Wardhana menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1958). Kemudian, melanjutkan studinya ke University of California di Berkeley dan memperoleh gelar Master of Arts pada tahun 1961. Pada tahun 1962, Ali berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya dan meraih gelar Ph.D juga dari University of California dengan judul disertasi "Monetary Policy in an Underdeveloped Economy: with Special Reference to Indonesia".

Menteri

Ali Wardhana ditunjuk oleh Presiden Soeharto menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Pembangunan I pada tahun 1968. Awalnya ia menolak jabatan tersebut karena merasa tidak cakap, tetapi akhirnya ia diyakinkan oleh Soeharto yang kala itu juga baru menjabat sebagai Presiden untuk sama-sama belajar.[1] Menurut Mari Elka Pangestu dalam buku A Tribute to Ali Wardhana, Indonesia's Longest Serving Finance Minister: From His Writing and His Colleagues, Beliau mengabdi di sebagian besar waktu-waktu paling krusial selama dua dekade untuk membangun Indonesia, dimulai dengan di awal-awal tahun pemerintahan Orde Baru dengan menurunkan hiperinflasi, menstabilkan ekonomi, mendapatkan kepercayaan kembali, dan membangkitkan kembali ekonomi Indonesia.

Ali Wardhana dianggap sebagai penasihat ekonomi utama Soeharto saat era Orde Baru.[2] Beliau berhasil menyelamatkan ekonomi Indonesia dari krisis dalam waktu tiga tahun setelah menjabat. Kebijakan Ali yang dikenal sebagai "Balanced Budget", berhasil mengurangi hiperinflasi Indonesia dari 650 % menjadi 10 % saja.[2] Selain itu Ali Wardahana melakukan manufer dengan memanfaatkan hasil minyak bumi untuk mengatasi kemiskinan pada tahun 1970-an dan prestasi besar tersebut diakui oleh dunia. Setelah menjabat sebagai Menkeu selama 15 tahun, Ali kemudian menjabat sebagai Menko Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan, selama 5 tahun, yaitu antara tahun 1983-1988. Setelah Ali tak lagi menjabat menteri, beliau menjadi penasihat bagi pemerintah dan nasihat serta sarannya selalu seputar ekonomi makro, kebijakan moneter, pembangunan sektor ekonomi, reformasi dan pada saat pemerintahan dalam masa krisis dan sulit.

Karya Ilmiah

Beberapa Karya ilmiah baik nasional maupun internasional yang telah dipublikasikan antara lain:

Keluarga

Ali Wardhana menikah dengan Rendasih Ali Wardhana binti Sulaeman Sukantabrata atau Renny dan dikaruniai empat orang anak. Beliau meninggal dunia pada 14 September 2015 di Rumah Sakit Medistra, Kuningan, Jakarta pada usia 87 tahun.[4]

Penghargaan

Dalam Negeri

Luar Negeri[7]

Referensi

  1. ↑ "Kisah Ali Wardhana (detik.com)". Diakses tanggal 2023-08-12.
  2. 1 2 "Ali Wardhana, architect of New Order economy, laid to rest". Diakses tanggal 2023-08-12.
  3. ↑ "Profil Ali Wardhana - Tokoh Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-05. Diakses tanggal 2014-02-02.
  4. ↑ Mantan Menteri Keuangan Ali Wardhana Meninggal Tempo, 14 September 2015
  5. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
  6. ↑ "Ali Wardhana, architect of New Order economy, laid to rest". The Jakarta Post. 2015-09-15. Diakses tanggal 2022-11-11.
  7. ↑ Lembaga Pemilihan Umum 1983, hlm. 966. sfn error: tanpa target: CITEREFLembaga_Pemilihan_Umum1983 (bantuan)
  8. ↑ Administrator (1988-12-10). "Penghargaan". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-05-02.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Frans Seda
Menteri Keuangan Indonesia
1968−1983
Diteruskan oleh:
Radius Prawiro
Didahului oleh:
Widjojo Nitisastro
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan Indonesia
1983−1988
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Ali Wardhana
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden:
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Mendagri: Amir Machmud •Menlu: Adam Malik, Syarief Thayeb (Plt.) •Menhankam/Panglima ABRI: Maraden Panggabean •Menhak: Oemar Senoadji, Mochtar Kusumaatmadja •Menteri Penerangan: Mashuri Saleh, Sudharmono (Plt.) •Menperin: M. Jusuf •Mendag: Radius Prawiro •Menag: Abdul Mukti Ali •Menkeu: Ali Wardhana •Mentan: Thoyib Hadiwidjaja •Mentam: Mohammad Sadli •Menteri PUTL: Sutami •Menhub: Emil Salim •Mendikbud: Sumantri Brodjonegoro, Syarief Thayeb •Menkes: GA Siwabessy •Mensos: M. S. Mintaredja •Menakertranskop: Subroto •Menteri Ekuin/Kepala BAPPENAS: Widjojo Nitisastro •Menteri Kesra: Sunawar Sukowati •Menpan/Waket BAPPENAS: J. B. Sumarlin •Menteri Negara Riset: Sumitro Djojohadikusomo •Jaksa Agung: Ali Said •Gubernur Bank Indonesia: Rachmat Saleh •Pangkopkamtib: Sumitro, Soeharto, Sudomo (Plt.) •Mensesneg: Soedharmono
Kabinet Pembangunan I (1968–1973)
Mendagri: Basuki Rahmat, Amir Machmud •Menlu: Adam Malik •Menhankam/Panglima ABRI: Soeharto, Maraden Panggabean •Menhak: Oemar Senoadji •Menteri Penerangan: Boediardjo •Menkeu: Ali Wardhana •Mendag: Sumitro Djojohadikusomo •Mentan: Thoyib Hadiwidjaja •Menperin: M. Jusuf •Mentam: Sumantri Brodjonegoro •Menteri PUTL: Sutami •Menhub: Frans Seda •Mendikbud: Mashuri Saleh •Menkes: G.A. Siwabessy •Menag: Muhammad Dahlan, Abdul Mukti Ali •Menaker: Mursalin Daeng Mamangung, M. Sadli •Mentranskop: M. Sarbini, Subroto •Mensos: Albert Mangaratua Tambunan, Idham Chalid (Plt.), M. S. Mintaredja •Menteri Ekuin: Sri Sultan Hamengkubuwono IX •Menteri Kesra: Idham Chalid •Menteri PPN/ Ketua BAPPENAS: Sunawar Sukowati, Widjojo Nitisastro •Menpenhukpemmen (dihapuskan sejak Reshuffle Kabinet pada 11 September 1971): M. S. Mintaredja •Menteri PPAN: Harsono Tjokroaminoto, Emil Salim •Jaksa Agung: Sugih Arto •Gubernur Bank Indonesia: Radius Prawiro •Pangkopkamtib: Maraden Panggabean, Sumitro •Mensesneg: Alamsyah Ratu Perwiranegara, Soedharmono
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan