Bambang Sudibyo | |
|---|---|
Potret resmi, 1999 | |
| Ketua Badan Amil Zakat Nasional | |
| Masa jabatan 2015–2020 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Pendahulu | Didin Hafidhuddin |
| Pengganti | Noor Achmad |
| Menteri Pendidikan Nasional Indonesiake-25 | |
| Masa jabatan 21 Oktober 2004 –20 Oktober 2009 | |
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Pendahulu | Abdul Malik Fadjar |
| Pengganti | Mohammad Nuh |
| Menteri Keuangan Indonesiake-21 | |
| Masa jabatan 29 Oktober 1999 –23 Agustus 2000 | |
| Presiden | Abdurrahman Wahid |
| Pendahulu | Bambang Subianto |
| Pengganti | Prijadi Praptosuhardjo |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 08 Oktober 1952 (umur 74) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Indonesia |
| Partai politik | Partai Amanat Nasional |
| Suami/istri | Retno Sunarminingsih
(m. 1979;meninggal 2026) |
| Anak | 2 |
| Almamater | Universitas Gadjah Mada Universitas Carolina Utara Universitas Kentucky |
| Pekerjaan |
|
Bambang Sudibyo (lahir 8 Oktober 1952) adalah seorang politikus, ekonom, dan akademisi berkebangsaan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia pada bulan November 1999 hingga Agustus 2000 dan Menteri Pendidikan Nasional Indonesia pada tahun 2004 hingga 2009. Bambang merupakan salah satu pendiri dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Kehidupan awal dan pendidikan
Bambang dilahirkan pada 8 Oktober 1952 di Mantenan, sebuah dusun di Greges, Tembarak, sebagai anak kelima dari 11 bersaudara pasangan R. Sumarsono, seorang guru agama yang juga bekerja sebagai petani tembakau dan padi di desa yang sama, dan Mubijatun R. Sumarsono (1927–2007).[1][2] Ia dibesarkan di sana dan memulai pendidikan sekolah dasar di Temanggung dan kemudian melanjutkan pendidikan sekolah menengah pertama di SMP Negeri 2 Temanggung.[1] Setelah lulus dari sekolah menengah pertama, Bambang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Temanggung.[1] Selama menempuh pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, ia berangkat dengan menggunakan sepeda dari Greges ke Temanggung.[1]
Pada tahun 1972, pada saat berusia 18 tahun, Bambang pindah ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan melanjutkan pendidikannya dengan berkuliah di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) dengan menempuh program studi akuntansi dan lulus pada tahun 1977.[1] Pada tahun 1979, ia meraih beasiswa negara untuk menempuh pendidikan magister di Universitas Carolina Utara dengan menempuh program studi magister administrasi bisnis dan lulus pada bulan Desember 1980.[1] Bambang kemudian menempuh pendidikan doktor di Universitas Kentucky pada bulan Januari 1982 dengan menempuh program studi administrasi bisnis dan lulus pada tahun 1985.[1]
Karier
Bambang memulai kariernya dengan bekerja sebagai dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) sejak tahun 1978 dan menjadi salah satu pendiri dari Magister Manajemen UGM (MM UGM) pada tahun 1988 dan menjabat sebagai salah satu anggota pengurus MM UGM, serta menjadi pengelola pada bidang program keuangan.[1] Ia kemudian aktif di Pusat Pengkajian Startegi dan Kebijakan (PPSK) yang diketuai oleh Amien Rais di Kota Yogyakarta dan dilantik sebagai wakil direktur program dan pengelola akedemik pada tahun 1989.[1] Bambang juga dilantik sebagai direktur program MM UGM pada tahun 1993 hingga 1999.[1]
Kehidupan pribadi
Bambang menikah dengan Retno Sunarminingsih, seorang dosen farmasi di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Penelitian, pada tahun 1979, dan dikaruniai dua orang putra yang bernama Dananta Adi Nugraha (lahir 1981) dan Harintho Budhi Wibowo (1986–2017).[1] Pernikahan mereka berakhir dengan kematian Retno pada bulan Juni 2026.[3]
Penghargaan
Bintang Mahaputera Adipradana (11 Agustus 2014)[4]
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "Pejabat Kabinet". kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id. Diakses tanggal 2026-10-02.
- ↑ "Ibunda Mendiknas Bambang Sudibyo Meninggal". Detiknews. 2007-04-10. Diakses tanggal 2026-10-02.
- ↑ detikJogja, Tim (2026-06-30). "Guru Besar Fakultas Farmasi UGM Prof Retno Sunarminingsih Wafat". detikjogja. Diakses tanggal 2026-10-02.
- ↑ Daftar WNI Yang Memperoleh Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Tahun 2004 - Sekarang (PDF). Diakses tanggal 25 Agustus 2021.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Abdul Malik Fadjar |
Menteri Pendidikan Nasional Indonesia 2004–2009 |
Diteruskan oleh: Muhammad Nuh |
| Didahului oleh: Bambang Subianto |
Menteri Keuangan 1999–2000 |
Diteruskan oleh: Prijadi Praptosuhardjo |
Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |