Minggu, 18 Oktober 2026
06:19 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Hidayat Jaelani

Hidayat Jaelani

Bagikan:
Hidayat Jaelani
KPN_Hidayat_Jaelani.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian IndonesiaKe-7
Masa jabatan
29 Oktober 1999 –23 Agustus 2000
PresidenAbdurahman Wahid
PendahuluMarzuki Usman
Giri Suseno (a.i.)
PenggantiI Gede Ardhika
Kepala Badan Pengembangan Pariwisata dan KesenianKe-1
Masa jabatan
28 Januari 2000 –23 Agustus 2000
PresidenAbdurahman Wahid
PendahuluTidak ada; jabatan baru
PenggantiI Gede Ardhika
Informasi pribadi
Lahir(1937-06-16)16 Juni 1937
Meninggal31 Januari 2006(2006-01-31) (umur 68)
Suami/istriTientien Kartini
Anak5
AlmamaterUniversitas Padjadjaran (Drs., Ak.)
PekerjaanAkuntan, politikus

Hidajat Djaelani (EYD: Hidayat Jaelani) (16 Juni 1937 – 31 Januari 2006) adalah akuntan dan politikus Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian pada era Kabinet Persatuan Nasional.[1][2][3][4]

Pendidikan

Hidayat Jaelani merupakan lulusan Universitas Padjadjaran Bandung pada Fakultas Ekonomi dengan 2 program studi yakni jurusan akuntansi dan administrasi negara.[5][4]

Karier

Ia mempunyai karier panjang lebih dari 35 tahun di PT Pos Indonesia.[5] Awalnya ia menjadi penyortir surat di PT Pos Indonesia.[4] Pada 1969 hingga 1983, ia ditunjuk sebagai Kepala Seksi Pembukuan dan Penganggaran Pos dan Giro.[5]

Kemudian Hidayat menjadi Kepala Subdirektorat Penyusunan Anggaran Pembukuan dan Pengawasan Pelaksanaan Anggaran Pos dan Giro dari 1984 hingga 1987. Kemudian, ia menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pos dan Giro dari 1987 hingga 1992. Ia kemudian diangkat menjadi Direktur Keuangan Perum Pos dan Giro (1992–1995) yang kemudian jabatannya berganti menjadi Direktur Keuangan PT Pos Indonesia (1995–1999). Jabatan terakhirnya PT Pos Indonesia ialah sebagai Komisaris pada tahun 1999 sebelum menjadi menteri.[5][4]

Pada Oktober 1999, ia dilantik oleh Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid menjadi Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian di Kabinet Persatuan Nasional.[1] Ia juga ditunjuk sebagai ex-officio Kepala Badan Pengembangan Pariwisata dan Kesenian.[6] Semasa menjadi menteri, Indonesia menerima 5 juta wisatawan pada tahun 2000.[7]

Kehidupan Pribadi

Ia mempunyai istri bernama Tientien Kartini dan dikaruniai lima anak.[5]

Penghargaan

Hidayat Jaelani mendapatkan beberapa penghargaan diantaranya:[5]

  • Piagam Penghargaan Pinggir Warna Perak Masa Kerja 20 tahun
  • Piagam Penghargaan Pinggir Warna Emas Masa Kerja 25 tahun
  • Piagam Penghargaan Masa Karya IV/No.1417 Masa Kerja 25 tahun
  • Piagam Penghargaan Masa Karya V/No.1 Masa Kerja 35 tahun

Selain penghargaan, ia juga mendapatkan tanda kehormatan, diantaranya:[5]

Kematian

Ia wafat pada 31 Januari 2006 dan dimakamkan di Makam Keluarga Yayasan al Hikmah Mustofa, Warungkandang, Plered, Purwakarta.[butuh rujukan]

Referensi

  1. 1 2 "Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 355/M Tahun 1999, tertanggal 26 Oktober 1999". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2010-09-26. Diakses tanggal 2007-02-12.
  2. ↑ "Gus Dur dan Kabinet Tambal-Sulam". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-01-08. Diakses tanggal 2009-10-17.
  3. ↑ "Institution Profile: Ministry of Tourism and Creative Economy Profile, History, Duties and Functions". Ministry of Tourism and Creative Economy. 5 Juli 2022. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Juli 2022. Diakses tanggal 5 Maret 2026.{{cite web}}: |archive-date= / |archive-url= stempel waktu tidak cocok; 5 Juli 2022 disarankan; line feed karakter dalam |title= pada posisi 21
  4. 1 2 3 4 Hidayat Jaelani; Tatang Sumarsono; Ramadhan Karta Hadimadja (2000). Otobiografi H. Djaelani Hidajat: Dari Tukang Sortir Pos sampai Menteri. Pos Indonesia. hlm. 25, 64, 67, 183, 200. Diakses tanggal 5 Maret 2026.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 "Profil: Hidayat Jaelani". Pusat Budaya Sunda, Universitas Padjajaran. Diakses tanggal 5 Maret 2026.
  6. ↑ "Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 2000 tentang Badan Pengembangan Pariwisata Dan Kesenian". 28 Januari 2000. Diakses tanggal 22 Agustus 2025.
  7. ↑ "Sejarah Kementerian". Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-20.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Marzuki Usman
Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian Indonesia
1999–2000
Diteruskan oleh:
I Gede Ardhika
Jabatan politik
Posisi baru Kepala Badan Pengembangan Pariwisata dan Kesenian
2000
Diteruskan oleh:
I Gede Ardhika
Menko Polsoskam: Wiranto, Soerjadi Soedirdja (plt.), Susilo Bambang Yudhoyono, Agum Gumelar •Menko Perekonomian: Kwik Kian Gie, Rizal Ramli, Burhanuddin Abdullah •Menko Kesra (sejak perombakan I digabung menjadi Menko Polsoskam): Hamzah Haz, Basri Hasanuddin •Mendagri: Soerjadi Soedirdja •Menlu: Alwi Shihab •Menhan: Juwono Sudarsono, Mohammad Mahfud, Agum Gumelar (plt.) •Menkumham: Yusril Ihza Mahendra, Baharuddin Lopa, Marsillam Simanjuntak, Mohammad Mahfud •Menkeu: Bambang Sudibyo, Prijadi Praptosuhardjo, Rizal Ramli •Menteri ESDM: Susilo Bambang Yudhoyono, Purnomo Yusgiantoro •Menperindag: Muhammad Jusuf Kalla, Luhut Binsar Panjaitan •Mentanhut (bernama Menteri Pertanian dan Kehutanan sejak perombakan I): Mohamad Prakosa, Bungaran Saragih •Menhut (bernama Menteri Muda Kehutanan sejak perombakan I): Nur Mahmudi Ismail, Marzuki Usman •Menhub: Agum Gumelar, Budhi Muliawan Suyitno •Meneksla (bernama Menteri Kelautan dan Perikanan sejak perombakan I): Sarwono Kusumaatmadja, Rokhmin Dahuri •Menakertrans: Bomer Pasaribu, Al Hilal Hamdi •Menkes (bernama Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial sejak perombakan I): Achmad Sujudi •Mendiknas: Yahya Muhaimin •Menag: Muhammad Tholchah Hasan •Menkimpraswil: Erna Witoelar •Menristek/Kepala BPPT: Muhammad A. S. Hikam •Menkop UKM: Zarkasih Nur •Menteri LH: Alexander Sonny Keraf •Menteri OD (digabungkan dengan Menteri Dalam Negeri sejak perombakan I): Ryaas Rasyid •Menbudpar: Hidayat Jaelani, I Gede Ardhika •Menteri PM dan BUMN (dibubarkan pada perombakan I): Laksamana Sukardi, M. Rozy Munir •Mennegpora (dibubarkan pada perombakan I): Mahadi Sinambela •Menneg PU (dibubarkan pada perombakan I): Rozik Boedioro Soetjipto •Menneg Pemwan: Khofifah Indar Parawansa •Mennegham (digabungkan dengan Menteri Hukum dan Perundang-undangan sejak perombakan I): Hasballah M. Saad,  •Menneg Transduk (digabungkan dengan Menteri Tenaga Kerja sejak perombakan I): Al Hilal Hamdi •Menneg PAN: Freddy Numberi, Ryaas Rasyid (plt.), Anwar Suprijadi •Menneg Maskem (dibubarkan pada perombakan I): Anak Agung Gde Agung •Menmud Perpemkatim (dibentuk pada perombakan I): (jabatan baru), Manuel Kaisiepo •Menmud Rekonas (dibentuk pada perombakan I dan dibubarkan pada perombakan II): (jabatan baru), Cacuk Sudarijanto •Jaksa Agung: Marzuki Darusman, Baharuddin Lopa, Suparman (plt.), Marsillam Simanjuntak •Panglima TNI : Widodo A. S. •Mensesneg: Alirahman, Bondan Gunawan, Djohan Effendi
Menteri Pariwisata
(1966)
120px-Lambang_Kementerian_Pariwisata_Republik_Indonesia_%282024%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi
(1983–1998)
Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya
(1998)
Menteri Negara Pariwisata, Seni, dan Budaya
(1998–1999)
Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian
(1999–2001)
Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata
(2001–2004)
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
(2004–2011)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(2011–2014)
Menteri Pariwisata
(2014–2019)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(2019–2024)
Menteri Pariwisata
(2024–sekarang)
Miring: Ad interim
Kategori


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan