Minggu, 20 September 2026
08:02 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Purnomo Yusgiantoro

Purnomo Yusgiantoro

pakar bidang energi, dosen, politikus

Purnomo Yusgiantoro
250px-Purnomo_Yusgiantoro_2011.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penasihat Khusus Presiden
Bidang Energi
Mulai menjabat
21 Oktober 2024
PresidenPrabowo Subianto
PendahuluIbnu Sutowo[a]
Menteri Pertahanan Indonesiake-24
Masa jabatan
22 Oktober 2009 –20 Oktober 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
WakilSjafrie Sjamsoeddin
PendahuluJuwono Sudarsono
PenggantiRyamizard Ryacudu
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesiake-12
Masa jabatan
23 Agustus 2000 –20 Oktober 2009
PresidenAbdurrahman Wahid
Megawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
PendahuluSusilo Bambang Yudhoyono
PenggantiDarwin Zahedy Saleh
Sekretaris Jenderal OPEC ke-24
Masa jabatan
1 Januari 2004 –31 Desember 2004
PendahuluÁlvaro Silva Calderón
PenggantiAhmed Al-Fahad Al-Ahmed Al-Jaber Al-Sabah
Informasi pribadi
Lahir16 Juni 1951 (umur 75)
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Suami/istriSri Murniati Sachro
Anak3[1][2]
PendidikanInstitut Teknologi Bandung (Ir., Prof.)
Universitas Colorado (M.A.)
Colorado School of Mines (M.Sc., Ph.D.)
Lemhannas
PekerjaanPolitikus
Tanda tangan

Purnomo Yusgiantoro (lahir 16 Juni 1951) adalah eksekutif, politisi, konsultan dan dosen berkebangsaan Indonesia, yang saat ini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi.[3] Ia pernah Menteri Pertahanan Indonesia yang menjabat dari 22 Oktober 2009 hingga 20 Oktober 2014. Purnomo sebelumnya menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia (2000–2009)[1][2]

Pendidikan

Purnomo Yusgiantoro meraih gelar sarjana (Ir.) di bidang Teknik Perminyakan dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1974.[4][5]

Kemudian ia melanjutkan pendidikan magister di bidang Teknik (M.Sc.) dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat, lulus pada tahun 1986. Ia kembali mengenyam pendidikan magister di bidang Ekonomi (M.A.) dari University of Colorado, Amerika Serikat, lulus pada tahun 1988.[4][5]

Selanjutnya, ia lanjutkan pendidikan doktoral (Ph.D.) di bidang Ekonomi Mineral dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat.[4][5]

Purnomo dikukuhkan sebagai guru besar dan mendapat gelar profesor di 2 perguruan tinggi, yakni Guru Besar Ekonomi Unika Atma Jaya di Jakarta pada tahun 2002 dan Institut Teknologi Bandung pada tahun 2009.[6]

Karier

Karier Pemerintahan

Pada tahun 1993 hingga 1998 ia ditunjuk oleh Ida Bagus Sudjana sebagai Penasihat/Staf Khusus Menteri Pertambangan dan Energi. Di periode yang sama, ia juga menjadi Ketua Kelompok Kerja II Bidang Pemasaran Dalam dan Luar Negeri, Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP).[2]

Dalam penyusunan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) Pembangunan Lima Tahun (PELITA), ia ditunjuk sebagai panitia dan tim ahli. Di antaranya, Tim Ahli PAH (Panitia AdHoc) I, Badan Pekerja MPR-RI dalam mempersiapkan GBHN PELITA VII, 1997–1998; Kelompok Kerja Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional (Wanhankamnas), dalam mempersiapkan GBHN PELITA VII; dan Anggota Panitia Departemen Pertambangan dan Energi, dalam menyusun GBHN Sektor Pertambangan dan Energi PELITA VII.[2]

Pada tahun 1998 hingga 2000, ia ditunjuk sebagai Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional mendampingi Agum Gumelar, kemudian Johny Lumintang.[7]

Menteri ESDM dan Menteri Pertahanan

250px-2%2B2_Dialogue_Indonesian_and_Australian_Foreign_and_Defence_Ministers%2C_Tabloid_Diplomasi_63_2013%2C_p4-5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Purnomo Yusgiantoro (paling kanan) pada Dialog Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Indonesia-Australia (2013)

Purnomo ditunjuk sebagai menteri di 4 kabinet berbeda oleh 3 presiden, menjadikannya salah satu menteri terlama menjabat, yakni selama 14 tahun, 58 hari.

Ia ditunjuk sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral oleh presiden ke-4 Abdurrahman Wahid pada Kabinet Persatuan Nasional,[8] presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri pada Kabinet Gotong Royong, dan presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada Kabinet Indonesia Bersatu I, dari tahun 2000 hingga 2009.[9]

Pada saat menjadi Menteri ESDM, ia menjadi Ketua Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP), 2000–2002, dan juga Sekretaris Jenderal OPEC pada tahun 2004.[10]

250px-Bezoek_Purnomo_Yushiantoro_Den_Haag_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kunjungan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Den Haag, Belanda (2014)

Purnomo kemudian dilantik sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Bersatu II pada Oktober 2009 hingga Oktober 2014.[11][12]

Delegasi di organisasi Internasional

Ketika menjadi Staf Khusus Menteri Pertambangan dan Energi, ia menjadi salah satu Gubernur Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) mewakili Indonesia dari 1996 hingga 1998. Dari Januari hingga Desember 2004, ia, menjadi Sekretaris Jenderal dan Presiden OPEC.[10] dan menjadi Ketua ASEAN Meeting on Economic Ministers (AMEM) on Energy.

Ia juga beberapa kali menjadi Ketua/Anggota Delegasi RI dalam Pertemuan Multilateral, seperti APEC, UNCTAD, UNDP, ESCAP, OPEC, Produsen-Konsumen, ASEAN; Ketua/Anggota Delegasi RI dalam Pertemuan Bilateral: Australia, Jepang, Amerika, Norwegia, Korea Selatan, Taiwan, Kanada;

Purnomo juga berperan sebagai Konsultan Domestik/Internasional: Sumber Daya Alam (SDA), Ekonomi Pembangunan dan Manajemen Keuangan BESSINDO & REDECON, di Bank Dunia and Bank Pembangunan Asia.[10]

Karier sebagai pengajar dan dosen

250px-Purnomo_Yusgiantoro_Beri_Ceramah_pada_Kursus_Pemantapan_Pimpinan_Daerah_%282025%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Purnomo Yusgiantoro Beri Ceramah pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah di Lemhannas (2025)

Purnomo pernah mengajar berbagai kursus kepemimpinan: Lemhannas, Sekolah Staf dan Komando ABRI, Kurus Kepemimpinan Pertamina dan PLN, Sekolah Staf dan Pimpinan Administrasi Nasional, dan Kursus Atase Pertahanan, Departemen Pertahanan dan Keamanan.

Selain itu, ia mengajar sebagai dosen di 3 universitas, yakni di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya sejak 2008, di Institut Teknologi Bandung sejak 2015, dan Universitas Pertahanan 2021.[13]

Penasihat Khusus Presiden

Pada Oktober 2024, Purnomo Yusgiantoro dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi oleh Presiden ke-8 Prabowo Subianto.[3][13]

Kehidupan pribadi

Purnomo Yusgiantoro beristrikan Sri Murniati Sachro dan memiliki tiga anak, masing-masing bernama Luky, Inka, dan Filda.[1][2] Ia penganut agama Katolik.[13]

Publikasi

  • Banyak menyampaikan makalah dalam lingkup ekonomi pembangunan, ekonomi mikro, energi dan sumberdaya mineral, energi dan lingkungan hidup,dan pertahanan negara
  • Analisis dan Metodologi Ekonomi Indonesia (penyunting Dr. Sjahrir bersama dengan pengarang lain)
  • Manajemen Keuangan Internasional
  • Ekonomi Energi: Teori dan Praktik.
  • Ekonomi Pertahanan: Teori dan Praktik
  • Perekonomian Indonesia: Teori dan Praktik
  • Footprints of Time: A Glimpse of Indonesia

Penghargaan

Baris ke-1 Bintang Mahaputera Adipurna (25 Agustus 2025)[14][15] Bintang Mahaputera Adipradana (10 Agustus 2013)[16] Bintang Dharma
Baris ke-2 Bintang Yudha Dharma Utama (2010)[17] Bintang Kartika Eka Paksi Utama (2012) Bintang Jalasena Utama (2012)
Baris ke-3 Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia Medal For Strengthening Military Cooperation (2011)[18]

Catatan

  1. Penasihat Presiden Bidang Energi/ Pembangunan

Referensi

  1. 1 2 3 Purnomo Yusgiantoro
  2. 1 2 3 4 5 "Menteri Pemberani Tidak Populis". Tokoh Indonesia. 20 Oktober 2004. Diakses tanggal 20 Oktober 2014.
  3. 1 2 "Presiden Prabowo Resmi Lantik para Penasihat Khusus, Utusan Khusus, dan Staf Khusus Presiden". Sekretariat Presiden Republik Indonesia. 22 Oktober 2024.
  4. 1 2 3 "Profil Dosen Teknik Perminyakan: Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., MA, Ph.D." Institut Teknologi Bandung. Diakses tanggal 7 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 "Profil Dewan Pembina: Purnomo Yusgiantoro". Purnomo Yusgiantoro Center. Diakses tanggal 7 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Krina Sembiring (22 Oktober 2024). "Profil Purnomo Yusgiantoro, Eks Menhan dan ESDM yang Ditunjuk Jadi Penasihat Khusus Prabowo". SINDOnews.com. Diakses tanggal 7 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Taufiq Abdul Gani (2023). Kedaulatan Data Digital untuk Integritas Bangsa. hlm. 125. ISBN 9786232648722. Diakses tanggal 5 Februari 2026.
  8. "Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 234/M Tahun 2000, tertanggal 23 Agustus 2000". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-19. Diakses tanggal 2006-02-21.
  9. "Keputusan Presiden RI Nomor 188/M Tahun 2004". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-01-31. Diakses tanggal 2009-01-25.
  10. 1 2 3 Secretaries General of OPEC: 2023 Booklet [Sekretaris Jenderal OPEC: Buklet 2023] (PDF). OPEC. 1 April 2023. Diakses tanggal 7 April 2026.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. "Presiden Umumkan 34 Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II". Info Presiden SBY. 21 Oktober 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-10-24. Diakses tanggal 21 Oktober 2014.
  12. "Presiden Lantik Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Periode 2009-2014". Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. 22 Oktober 2009. Diakses tanggal 22 Oktober 2009.
  13. 1 2 3 "Profil Purnomo Yusgiantoro, Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi". Kumparan. 24 Oktober 2024.
  14. "Daftar 141 Tokoh Terima Anugerah Tanda Kehormatan dari Prabowo, Ada Puan, Wiranto Hingga Bahlil". Tribunnews.com. 2025-08-25. Diakses tanggal 2025-08-25.
  15. LIVE: Pengucapan Sumpah/Janji dan Pelantikan Pejabat Negara, serta Upacara Penganugerahan TKRI, diakses tanggal 2025-08-25
  16. Daftar WNI Yang Memperoleh Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Tahun 2004 - Sekarang (PDF). Diakses tanggal 25 Agustus 2021.
  17. "Menhan Dianugerahi Bintang Yudha Dharma Utama". Tribunnews.com. 2010-07-01. Diakses tanggal 2023-10-05.
  18. "Menhan RI Terima Medali Kehormatan "Medal for Strengthening Combat Fraternity" Dari Rusia | Arsip Ardava". arsipardava.blogspot.com. Diakses tanggal 2023-03-29.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Purnomo Yusgiantoro.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Susilo Bambang Yudhoyono
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia
2000–2009
Diteruskan oleh:
Darwin Zahedy Saleh
Didahului oleh:
Juwono Sudarsono
Menteri Pertahanan Indonesia
2009–2014
Diteruskan oleh:
Ryamizard Ryacudu
Didahului oleh:
Ibnu Sutowo
sebagai Penasihat Presiden Bidang Energi/ Pembangunan
Penasihat Khusus Presiden
Bidang Energi

2024–sekarang
Petahana
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang dibawahi langsung oleh Presiden:
Menko Polhukam: Widodo Adi Sutjipto Menko Perekonomian: Aburizal Bakrie, Boediono, Sri Mulyani (plt.) Menko Kesra: Alwi Shihab, Aburizal Bakrie Mensesneg: Yusril Ihza Mahendra, Hatta Rajasa Mendagri: Mohammad Ma'ruf, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim), Mardiyanto Menlu: Hassan Wirajuda Menhan: Juwono Sudarsono Menkumham: Hamid Awaluddin, Andi Mattalatta Menkeu: Jusuf Anwar, Sri Mulyani Menteri ESDM: Purnomo Yusgiantoro Menperin: Andung A. Nitimiharja, Fahmi Idris Mendag: Mari Elka Pangestu Mentan: Anton Apriyantono Menhut: M. S. Kaban Menhub: Hatta Rajasa, Jusman Syafii Djamal Menlutkan: Freddy Numberi Menakertrans: Fahmi Idris, Erman Soeparno Menteri PU: Djoko Kirmanto Menkes: Siti Fadilah Supari Mendiknas: Bambang Sudibyo Mensos: Bachtiar Chamsyah Menag: Muhammad Maftuh Basyuni Menbudpar: Jero Wacik, Mohammad Nuh (ad-interim) Menkominfo (bernama Menneg Kominfo sampai Januari 2005): Sofyan Djalil, Mohammad Nuh Menneg Ristek (merangkap Kepala BPPT sampai April 2006): Kusmayanto Kadiman Menneg Kop-UKM: Suryadharma Ali, Mari Elka Pangestu (ad-interim) Menneg LH: Rachmat Witoelar Menneg PP: Meutia Hatta Menneg PAN: Taufiq Effendi, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim) Menneg PDT: Saifullah Yusuf, Muhammad Lukman Edy, Djoko Kirmanto (ad-interim) Menneg PPN/Kepala Bappenas: Sri Mulyani Indrawati, Paskah Suzetta Menneg BUMN: Soegiharto, Sofyan Djalil Mennegpera: Muhammad Yusuf Asy'ari Mennegpora: Adhyaksa Dault Jakgung: Abdul Rahman Saleh, Hendarman Supandji Panglima TNI: Endriartono Sutarto, Djoko Suyanto, Djoko Santoso Kapolri: Da'i Bachtiar, Sutanto, Bambang Hendarso Danuri
Kabinet Gotong Royong (2001–2004)
Menko Polsoskam: Wiranto, Soerjadi Soedirdja (plt.), Susilo Bambang Yudhoyono, Agum Gumelar Menko Perekonomian: Kwik Kian Gie, Rizal Ramli, Burhanuddin Abdullah Menko Kesra (sejak perombakan I digabung menjadi Menko Polsoskam): Hamzah Haz, Basri Hasanuddin Mendagri: Soerjadi Soedirdja Menlu: Alwi Shihab Menhan: Juwono Sudarsono, Mohammad Mahfud, Agum Gumelar (plt.) Menkumham: Yusril Ihza Mahendra, Baharuddin Lopa, Marsillam Simanjuntak, Mohammad Mahfud Menkeu: Bambang Sudibyo, Prijadi Praptosuhardjo, Rizal Ramli Menteri ESDM: Susilo Bambang Yudhoyono, Purnomo Yusgiantoro Menperindag: Muhammad Jusuf Kalla, Luhut Binsar Panjaitan Mentanhut (bernama Menteri Pertanian dan Kehutanan sejak perombakan I): Mohamad Prakosa, Bungaran Saragih Menhut (bernama Menteri Muda Kehutanan sejak perombakan I): Nur Mahmudi Ismail, Marzuki Usman Menhub: Agum Gumelar, Budhi Muliawan Suyitno Meneksla (bernama Menteri Kelautan dan Perikanan sejak perombakan I): Sarwono Kusumaatmadja, Rokhmin Dahuri Menakertrans: Bomer Pasaribu, Al Hilal Hamdi Menkes (bernama Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial sejak perombakan I): Achmad Sujudi Mendiknas: Yahya Muhaimin Menag: Muhammad Tholchah Hasan Menkimpraswil: Erna Witoelar Menristek/Kepala BPPT: Muhammad A. S. Hikam Menkop UKM: Zarkasih Nur Menteri LH: Alexander Sonny Keraf Menteri OD (digabungkan dengan Menteri Dalam Negeri sejak perombakan I): Ryaas Rasyid Menbudpar: Hidayat Jaelani, I Gede Ardhika Menteri PM dan BUMN (dibubarkan pada perombakan I): Laksamana Sukardi, M. Rozy Munir Mennegpora (dibubarkan pada perombakan I): Mahadi Sinambela Menneg PU (dibubarkan pada perombakan I): Rozik Boedioro Soetjipto Menneg Pemwan: Khofifah Indar Parawansa Mennegham (digabungkan dengan Menteri Hukum dan Perundang-undangan sejak perombakan I): Hasballah M. Saad,  Menneg Transduk (digabungkan dengan Menteri Tenaga Kerja sejak perombakan I): Al Hilal Hamdi Menneg PAN: Freddy Numberi, Ryaas Rasyid (plt.), Anwar Suprijadi Menneg Maskem (dibubarkan pada perombakan I): Anak Agung Gde Agung Menmud Perpemkatim (dibentuk pada perombakan I): (jabatan baru), Manuel Kaisiepo Menmud Rekonas (dibentuk pada perombakan I dan dibubarkan pada perombakan II): (jabatan baru), Cacuk Sudarijanto Jaksa Agung: Marzuki Darusman, Baharuddin Lopa, Suparman (plt.), Marsillam Simanjuntak Panglima TNI : Widodo A. S. Mensesneg: Alirahman, Bondan Gunawan, Djohan Effendi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan