Kamis, 22 Oktober 2026
05:27 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Yahya Muhaimin

Yahya Muhaimin

Bagikan:
Yahya Muhaimin
KPN_Yahya_Muhaimin.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Menteri Pendidikan Nasional Indonesiake-23
Masa jabatan
29 Oktober 1999 –23 Juli 2001
PresidenAbdurrahman Wahid
PendahuluJuwono Soedarsono
PenggantiAbdul Malik Fadjar
Informasi pribadi
Lahir(1943-05-17)17 Mei 1943
Meninggal9 Februari 2022(2022-02-09) (umur 78)[1]
Partai politikIndependen
Anak1
Almamater
Pekerjaan

Yahya A. Muhaimin (17 Mei 1943 – 9 Februari 2022) adalah Menteri Pendidikan Nasional pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1971 dari Universitas Gadjah Mada dan gelar doktor dari Massachusetts Institute of Technology pada tahun 1982. Sebelum diangkat menjadi menteri, ia adalah dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM.[2]

Riwayat Hidup

Sejak kanak, di SD, ia sudah tertarik pada kehidupan politik, lewat koran-koran yang rajin dibacanya. Pemilu 1955 — 12 tahun usia Muhaimin saat itu — memberi kesempatan padanya menyaksikan kaum politikus berebut massa melalui rapat-rapat umum yang mereka adakan. ‘’Namun yang terpikirkan saya waktu itu, bagaimana menjadi dokter atau diplomat karier,’’ tutur ahli hubungan internasional ini.

Muhaimin juga dikenal sebagai pengamat politik, militer, bidang yang pernah begitu traumatis baginya. Soalnya, daerah kelahirannya di Bumiayu, Jawa Tengah, dahulu menjadi ajang pertempuran antara TNI dan Darul Islam (DI). ‘’Derap sepatu lars, deru kendaraan perang, aba-aba militer, desingan peluru, dan ledakan mortir hampir rutin bagi saya,’’ katanya mengenang masa kecilnya.

Profesi lain yang pernah dicoba dihindarinya adalah menjadi guru. Padahal, ibunya, seorang pendidik, pernah membujuk agar Yahya mau menjadi pengajar. Namun, dua tahun setelah merampungkan studi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, 1973, anak kedua dari tujuh bersaudara ini mulai menyadari, menjadi guru baginya memang tidak terelakkan. Ia kemudian tercatat sebagai dosen hubungan internasional di alma maternya.

Sekitar 11 tahun kemudian, putra seorang wiraswasta itu pergi ke Institut Teknologi Massachusetts, AS, dan meraih gelar doktor ilmu politik dengan disertasi The Politic of Client Businessmen; Indonesian Economic Policy 1950-1980. Selama dua tahun berikutnya Muhaimin mengelola Program S2 Fakultas Sospol UGM.

Ia menganggap, industri persenjataan adalah program mahal, mungkin juga mewah. Namun, bagi Indonesia swadaya itu perlu.

Ia menikah dengan Choifah yang kini jadi ibu empat anaknya. Ia juga menjadi kolumnis untuk beberapa majalah dan surat kabar. Selain itu ia juga menulis buku Masalah-Masalah Pembangunan Politik (1977) dan Perkembangan Militer dalam Politik di Indonesia (1982, revisi), keduanya diterbitkan oleh Gadjah Mada Press.

Riwayat Pendidikan

  • SRI, Bumiayu (1956)
  • SMI, Bumiayu (1959)
  • SMA Negeri 1 Purwokerto (1962)
  • Central Community High School, De Witt, Iowa, AS (1963)
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Yogyakarta (1971)
  • IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (tidak selesai)
  • Institut Teknologi Massachussets, AS (Doktor, 1982)

Riwayat Pekerjaan

  • Dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM (1973—2022)
  • Pengelola program S-2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM (1982—1984)
  • Kepala Pusat Studi Keamanan & Perdamaian UGM (1996—1999)
  • Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Washington DC
  • Menteri Pendidikan Nasional RI (1999—2001)

Kegiatan Lain

Karya

  • Masalah-Masalah Pembangunan Politik (ed), Gadjah Mada Press (1977)
  • Perkembangan Militer dalam Politik di Indonesia 1945-1966, Gadjah Mada Press (1982).

Referensi

  1. ↑ https://www.antaranews.com/berita/2693361/keluarga-prof-yahya-muhaimin-meninggal-dunia-karena-sakit
  2. ↑ Sosial (Indonesia), Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan (1999). Apa & siapa sejumlah alumni UGM. LP3ES. ISBN 978-979-8391-83-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Jabatan politik
Didahului oleh:
Juwono Sudarsono
Menteri Pendidikan Nasional
1999—2001
Diteruskan oleh:
Abdul Malik Fadjar
Menko Polsoskam: Wiranto, Soerjadi Soedirdja (plt.), Susilo Bambang Yudhoyono, Agum Gumelar •Menko Perekonomian: Kwik Kian Gie, Rizal Ramli, Burhanuddin Abdullah •Menko Kesra (sejak perombakan I digabung menjadi Menko Polsoskam): Hamzah Haz, Basri Hasanuddin •Mendagri: Soerjadi Soedirdja •Menlu: Alwi Shihab •Menhan: Juwono Sudarsono, Mohammad Mahfud, Agum Gumelar (plt.) •Menkumham: Yusril Ihza Mahendra, Baharuddin Lopa, Marsillam Simanjuntak, Mohammad Mahfud •Menkeu: Bambang Sudibyo, Prijadi Praptosuhardjo, Rizal Ramli •Menteri ESDM: Susilo Bambang Yudhoyono, Purnomo Yusgiantoro •Menperindag: Muhammad Jusuf Kalla, Luhut Binsar Panjaitan •Mentanhut (bernama Menteri Pertanian dan Kehutanan sejak perombakan I): Mohamad Prakosa, Bungaran Saragih •Menhut (bernama Menteri Muda Kehutanan sejak perombakan I): Nur Mahmudi Ismail, Marzuki Usman •Menhub: Agum Gumelar, Budhi Muliawan Suyitno •Meneksla (bernama Menteri Kelautan dan Perikanan sejak perombakan I): Sarwono Kusumaatmadja, Rokhmin Dahuri •Menakertrans: Bomer Pasaribu, Al Hilal Hamdi •Menkes (bernama Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial sejak perombakan I): Achmad Sujudi •Mendiknas: Yahya Muhaimin •Menag: Muhammad Tholchah Hasan •Menkimpraswil: Erna Witoelar •Menristek/Kepala BPPT: Muhammad A. S. Hikam •Menkop UKM: Zarkasih Nur •Menteri LH: Alexander Sonny Keraf •Menteri OD (digabungkan dengan Menteri Dalam Negeri sejak perombakan I): Ryaas Rasyid •Menbudpar: Hidayat Jaelani, I Gede Ardhika •Menteri PM dan BUMN (dibubarkan pada perombakan I): Laksamana Sukardi, M. Rozy Munir •Mennegpora (dibubarkan pada perombakan I): Mahadi Sinambela •Menneg PU (dibubarkan pada perombakan I): Rozik Boedioro Soetjipto •Menneg Pemwan: Khofifah Indar Parawansa •Mennegham (digabungkan dengan Menteri Hukum dan Perundang-undangan sejak perombakan I): Hasballah M. Saad,  •Menneg Transduk (digabungkan dengan Menteri Tenaga Kerja sejak perombakan I): Al Hilal Hamdi •Menneg PAN: Freddy Numberi, Ryaas Rasyid (plt.), Anwar Suprijadi •Menneg Maskem (dibubarkan pada perombakan I): Anak Agung Gde Agung •Menmud Perpemkatim (dibentuk pada perombakan I): (jabatan baru), Manuel Kaisiepo •Menmud Rekonas (dibentuk pada perombakan I dan dibubarkan pada perombakan II): (jabatan baru), Cacuk Sudarijanto •Jaksa Agung: Marzuki Darusman, Baharuddin Lopa, Suparman (plt.), Marsillam Simanjuntak •Panglima TNI : Widodo A. S. •Mensesneg: Alirahman, Bondan Gunawan, Djohan Effendi
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan