Wongsonegoro | |
|---|---|
Potret, ca 1950-an | |
| Gubernur Jawa Tengahke-2 | |
| Masa jabatan 13 Oktober 1945 –4 Agustus 1949 | |
| Presiden | Soekarno |
| Pendahulu | Soeroso |
| Pengganti | Raden Boedijono |
| Wakil Perdana Menteri Indonesiake-8 | |
| Masa jabatan 30 Juli 1953 –23 Oktober 1954 MenjabatbersamaZainul Arifin | |
| Presiden | Soekarno |
| Pendahulu | Prawoto Mangkusasmito |
| Pengganti | Djanoe Ismadi Harsono Tjokroaminoto |
| Menteri Urusan Kesejahteraan Negara (ad-interim) | |
| Masa jabatan 30 Juli 1953 –23 Oktober 1954 | |
| Presiden | Soekarno |
| Pendahulu | Soedibjo |
| Pengganti | Zainul Arifin (a.i.) |
| Menteri Kehakiman Indonesiake-5 | |
| Masa jabatan 6 September 1950 –27 April 1951 | |
| Presiden | Soekarno |
| Pendahulu | Abdoel Gaffar Pringgodigdo |
| Pengganti | Mohammad Yamin |
| Menteri Dalam Negeri Indonesiake-7 | |
| Masa jabatan 4 Agustus 1949 –20 Desember 1949 | |
| Presiden | Soekarno |
| Pendahulu | Soekiman Wirjosandjojo |
| Pengganti | Soesanto Tirtoprodjo |
| Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesiake-8 | |
| Masa jabatan 27 April 1951 –3 April 1952 | |
| Presiden | Soekarno |
| Pendahulu | Bahder Djohan |
| Pengganti | Bahder Djohan |
| Bupati Sragenke-5 | |
| Masa jabatan 1939–1944 | |
| Pendahulu | Yudonegoro |
| Pengganti | Darmonegoro |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Raden Mas Soenardi (1897-04-20)20 April 1897 |
| Meninggal | 4 Maret 1974(1974-03-04) (umur 78) |
| Makam | Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia |
| Partai politik | Partai Persatuan Indonesia Raya |
| Suami/istri | B.R.A. Soewarni |
| Anak | 7 |
| Pendidikan | Rechtshoogeschool te Batavia |
| Pekerjaan | Politikus |
Kanjeng Raden Mas Tumenggung Wongsonegoro (20 April 1895 – 4 Maret 1974) adalah seorang politikus Indonesia yang pernah memegang berbagai jabatan, antara lain sebagai Wakil Perdana Menteri dan Gubernur Jawa Tengah. Ia juga beberapa kali menjabat sebagai menteri.
Biografi
Kehidupan awal dan pendidikan
Wongsonegoro lahir pada 20 April 1895, di Surakarta, Jawa Tengah, dengan nama R. M. Soenardi. Ayahnya adalah R.M. Ngabehi Tjitodiprodjo (abdi dalem panewu dari Susuhunan Pakubuwana X) dan R.A. Soenartinah.[1] Ia memulai pendidikannya di Standardschool, sebelum melanjutkan ke Europeesche Lagere School (ELS), sebuah sekolah dasar untuk orang Eropa dan penduduk asli keturunan bangsawan, dan lulus pada tahun 1911. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), yang setara dengan sekolah menengah pertama, dan menyelesaikannya pada tahun 1914.[2]
Setelah itu, ia melanjutkan studinya di Rechtsschool. Ia kemudian bekerja sebagai pegawai pemerintah untuk membiayai pendidikannya. Ia menempuh pendidikan di Rechtshoogeschool di Batavia dan menyelesaikan studinya pada tahun 1919. Selama di Batavia, ia aktif dalam berbagai gerakan dan perkumpulan mahasiswa.[2] Setelah menyelesaikan pendidikannya, Wongsonegoro bekerja di Pengadilan Negeri (Landraad) Surakarta pada tahun 1917. Ia melanjutkan kariernya di kantor Kepatihan dengan pangkat Panewu, kemudian menjadi jaksa. Wongsonegoro juga aktif dalam organisasi Boedi Oetomo dan Jong Java. Di dalam Budi Utomo, Wongsonegoro merupakan orang kepercayaan Ketua Dewan Pengurus Boedi Oetomo, yang memungkinkannya untuk bergaul lebih luas dengan banyak pemimpin organisasi tersebut.[3][1] Pada tahun 1939, hingga kedatangan pemerintah pendudukan Jepang, Wongsonegoro menjabat sebagai Bupati Sragen.[4]
Kematian dan warisan
Wongsonegoro meninggal pada tanggal 4 Maret 1974 di Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di Astana Kendaran di Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah.[5] Pada tahun 2016, namanya diabadikan sebagai nama sebuah rumah sakit di Semarang, yaitu RSD K.R.M.T. Wongsonegoro.
Penghargaan
Pranala luar
- 1 2 Fardianto 2020. sfn error: tanpa target: CITEREFFardianto2020 (bantuan)
- 1 2 Manus et al. 1993, hlm. 108. sfn error: tanpa target: CITEREFManus_et_al.1993 (bantuan)
- ↑ Miert 2003, hlm. 128. sfn error: tanpa target: CITEREFMiert2003 (bantuan)
- ↑ Manus et al. 1993, hlm. 109. sfn error: tanpa target: CITEREFManus_et_al.1993 (bantuan)
- ↑ Manus et al. 1993, hlm. 112. sfn error: tanpa target: CITEREFManus_et_al.1993 (bantuan)
- ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Prawoto Mangkusasmito |
Wakil Perdana Menteri Indonesia 1953–1954 |
Diteruskan oleh: Djanu Ismadi |
| Diteruskan oleh: Harsono Tjokroaminoto | ||
| Didahului oleh: Bahder Djohan |
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia 1951–1952 |
Diteruskan oleh: Bahder Djohan |
| Didahului oleh: A.G. Pringgodigdo |
Menteri Kehakiman Indonesia 1950–1951 |
Diteruskan oleh: Mohammad Yamin |
| Didahului oleh: Soekiman Wirjosandjojo |
Menteri Dalam Negeri Indonesia 1949 |
Diteruskan oleh: Susanto Tirtoprodjo |
| Didahului oleh: K. R. M. A. A. Yudonegoro |
Bupati Sragen 1939–1944 |
Diteruskan oleh: K. R. M. T. Darmonegoro |
| Era Perjuangan Kemerdekaan |
| ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Era Demokrasi Parlementer |
| ||||
| Era Demokrasi Terpimpin |
| ||||
| Menteri Kehakiman (1945–1999) |
| |
|---|---|---|
| Menteri Hukum dan Perundang-undangan (1999–2001) | ||
| Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (2001–2004) | ||
| Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (2004–2024) | ||
| Menteri Hukum (2024–sekarang) | ||
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |