Sabtu, 07 November 2026
12:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Wongsonegoro

Wongsonegoro

Bagikan:
Wongsonegoro
250px-Wongsonegoro_-_ANRI._Katalog_Daftar_Arsip_Foto_Personal%2C_No._P04-0212.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret, ca 1950-an
Gubernur Jawa Tengahke-2
Masa jabatan
13 Oktober 1945 –4 Agustus 1949
PresidenSoekarno
PendahuluSoeroso
PenggantiRaden Boedijono
Wakil Perdana Menteri Indonesiake-8
Masa jabatan
30 Juli 1953 –23 Oktober 1954
MenjabatbersamaZainul Arifin
PresidenSoekarno
PendahuluPrawoto Mangkusasmito
PenggantiDjanoe Ismadi
Harsono Tjokroaminoto
Menteri Urusan Kesejahteraan Negara
(ad-interim)
Masa jabatan
30 Juli 1953 –23 Oktober 1954
PresidenSoekarno
PendahuluSoedibjo
PenggantiZainul Arifin (a.i.)
Menteri Kehakiman Indonesiake-5
Masa jabatan
6 September 1950 –27 April 1951
PresidenSoekarno
PendahuluAbdoel Gaffar Pringgodigdo
PenggantiMohammad Yamin
Menteri Dalam Negeri Indonesiake-7
Masa jabatan
4 Agustus 1949 –20 Desember 1949
PresidenSoekarno
PendahuluSoekiman Wirjosandjojo
PenggantiSoesanto Tirtoprodjo
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesiake-8
Masa jabatan
27 April 1951 –3 April 1952
PresidenSoekarno
PendahuluBahder Djohan
PenggantiBahder Djohan
Bupati Sragenke-5
Masa jabatan
1939–1944
PendahuluYudonegoro
PenggantiDarmonegoro
Informasi pribadi
LahirRaden Mas Soenardi
(1897-04-20)20 April 1897
Meninggal4 Maret 1974(1974-03-04) (umur 78)
MakamGatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia
Partai politikPartai Persatuan Indonesia Raya
Suami/istriB.R.A. Soewarni
Anak7
PendidikanRechtshoogeschool te Batavia
PekerjaanPolitikus

Kanjeng Raden Mas Tumenggung Wongsonegoro (20 April 1895 – 4 Maret 1974) adalah seorang politikus Indonesia yang pernah memegang berbagai jabatan, antara lain sebagai Wakil Perdana Menteri dan Gubernur Jawa Tengah. Ia juga beberapa kali menjabat sebagai menteri.

Biografi

Kehidupan awal dan pendidikan

Wongsonegoro lahir pada 20 April 1895, di Surakarta, Jawa Tengah, dengan nama R. M. Soenardi. Ayahnya adalah R.M. Ngabehi Tjitodiprodjo (abdi dalem panewu dari Susuhunan Pakubuwana X) dan R.A. Soenartinah.[1] Ia memulai pendidikannya di Standardschool, sebelum melanjutkan ke Europeesche Lagere School (ELS), sebuah sekolah dasar untuk orang Eropa dan penduduk asli keturunan bangsawan, dan lulus pada tahun 1911. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), yang setara dengan sekolah menengah pertama, dan menyelesaikannya pada tahun 1914.[2]

Setelah itu, ia melanjutkan studinya di Rechtsschool. Ia kemudian bekerja sebagai pegawai pemerintah untuk membiayai pendidikannya. Ia menempuh pendidikan di Rechtshoogeschool di Batavia dan menyelesaikan studinya pada tahun 1919. Selama di Batavia, ia aktif dalam berbagai gerakan dan perkumpulan mahasiswa.[2] Setelah menyelesaikan pendidikannya, Wongsonegoro bekerja di Pengadilan Negeri (Landraad) Surakarta pada tahun 1917. Ia melanjutkan kariernya di kantor Kepatihan dengan pangkat Panewu, kemudian menjadi jaksa. Wongsonegoro juga aktif dalam organisasi Boedi Oetomo dan Jong Java. Di dalam Budi Utomo, Wongsonegoro merupakan orang kepercayaan Ketua Dewan Pengurus Boedi Oetomo, yang memungkinkannya untuk bergaul lebih luas dengan banyak pemimpin organisasi tersebut.[3][1] Pada tahun 1939, hingga kedatangan pemerintah pendudukan Jepang, Wongsonegoro menjabat sebagai Bupati Sragen.[4]

Kematian dan warisan

Wongsonegoro meninggal pada tanggal 4 Maret 1974 di Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di Astana Kendaran di Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah.[5] Pada tahun 2016, namanya diabadikan sebagai nama sebuah rumah sakit di Semarang, yaitu RSD K.R.M.T. Wongsonegoro.

Penghargaan

Pranala luar

  1. 1 2 Fardianto 2020. sfn error: tanpa target: CITEREFFardianto2020 (bantuan)
  2. 1 2 Manus et al. 1993, hlm. 108. sfn error: tanpa target: CITEREFManus_et_al.1993 (bantuan)
  3. ↑ Miert 2003, hlm. 128. sfn error: tanpa target: CITEREFMiert2003 (bantuan)
  4. ↑ Manus et al. 1993, hlm. 109. sfn error: tanpa target: CITEREFManus_et_al.1993 (bantuan)
  5. ↑ Manus et al. 1993, hlm. 112. sfn error: tanpa target: CITEREFManus_et_al.1993 (bantuan)
  6. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Prawoto Mangkusasmito
Wakil Perdana Menteri Indonesia
1953–1954
Diteruskan oleh:
Djanu Ismadi
Diteruskan oleh:
Harsono Tjokroaminoto
Didahului oleh:
Bahder Djohan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia
1951–1952
Diteruskan oleh:
Bahder Djohan
Didahului oleh:
A.G. Pringgodigdo
Menteri Kehakiman Indonesia
1950–1951
Diteruskan oleh:
Mohammad Yamin
Didahului oleh:
Soekiman Wirjosandjojo
Menteri Dalam Negeri Indonesia
1949
Diteruskan oleh:
Susanto Tirtoprodjo
Didahului oleh:
K. R. M. A. A. Yudonegoro
Bupati Sragen
1939–1944
Diteruskan oleh:
K. R. M. T. Darmonegoro
Indonesia Anggota BPUPKI
Era Perjuangan Kemerdekaan
Era Demokrasi Parlementer
Era Demokrasi Terpimpin
Wakil Menteri Pertama
Wakil Perdana Menteri
Menteri Kehakiman
(1945–1999)
120px-Logo_of_the_Ministry_of_Law_and_Human_Rights_of_the_Republic_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Hukum dan Perundang-undangan
(1999–2001)
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
(2001–2004)
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
(2004–2024)
Menteri Hukum
(2024–sekarang)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan