Sabtu, 07 November 2026
14:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Mochtar

Mochtar

Bagikan:
Mochtar
Mochtar%2C_Gubernur_Jawa_Tengah.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Gubernur Jawa Tengahke-5
Masa jabatan
16 Januari 1960 –1966
PendahuluHadisoebeno Sosrowerdojo
PenggantiMoenadi
Bupati Klatenke-3
Masa jabatan
1954–1957
PendahuluR. Kasiran Brotoatmojo
PenggantiR. Koesworo
Bupati Pemalangke-5
Masa jabatan
1950–1954
PendahuluSoewarno
PenggantiR.M. Soemardi
Informasi pribadi
Lahir(1909-06-24)24 Juni 1909
Meninggal28 Februari 1985(1985-02-28) (umur 75)
MakamPemakaman Bergota Semarang
Partai politik  PNI
Karier militer
Pangkat40px-19-TNI_Navy-CDRE.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Brigadir Jenderal KKO (tituler)
SatuanKKO-AL

Mochtar (24 Juni 1909 – 28 Februari 1985)[1] adalah mantan Gubernur Jawa Tengah periode 1960–1966. Ia dikenal juga sebagai pejabat eksekutif di Jawa Tengah (Bupati Klaten, Pemalang hingga Gubernur Jawa Tengah). Ketika ia menjadi gubernur, ia termasuk dari enam gubernur yang dianggap Soekarnois yang kemudian melalui berbagai cara sempat dituduh sepihak terlibat PKI setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965 tapi tidak terbukti.[2] Selain itu, ia juga dikenal sebagai salah satu pengurus organisasi Front Nasional di Jawa Tengah dan digelari "Bapak Lembaga Sosial Desa".[2][3][4][5][6][7]

Pada tahun 2021 saat perayaan Dies Natalis ke-64 Universitas Diponegoro (UNDIP), namanya termasuk salah satu dari 6 tokoh yang diberikan penghargaan oleh Undip karena telah berjasa dalam sejarah perkembangan Undip menjadi nama jalan protokol di kawasan kampus Tembalang, Semarang.

Namanya juga diabadikan menjadi nama Stadion Mochtar (lapangan Sirandu) di Kota Pemalang

Selama menjadi gubernur, ia juga memprakarsai pendirian Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah [8] pada tahun 1963.

Kehidupan

Pra-Kemerdekaan Indonesia

Ia merupakan lulusan HIS Salatiga (setingkat SD) pada tahun 1923, setelah itu ia mengambil sekolah di OSVIA Eerste Afdeling (kemungkinan di Magelang) pada tahun 1927 hingga tamat (ketika OSVIA sudah menjadi MOSVIA) pada tahun 1909.[6][7]

Setelah lulus dari MOSVIA, ia menjadi AIB Residen/ Wedana di Kudus, kemudian menjadi mantri polisi pada Veldpolitie Magelang, Asisten Wedana Talun dan Blado (Pekalongan), Asisten Wedana Pulosari (Pemalang), Pemimpin latihan pemuda dan pertanian di Tegal, Asisten Wedana Ampelgading (Pemalang), dan menjadi Wedana di Comal, Pemalang.[7]

Selama masa pergerakan, ia aktif dalam beberapa organisasi terutama Jong Java/Indonesia Moeda.[7]

Kemerdekaan Indonesia

Setelah Indonesia merdeka, ia pernah menjabat sebagai Kepala Kemakmuran di Keresidenan Pekalongan, Patih dan Residen Pekalongan (merangkap Sekretaris dan Kepala Bagian Perekonomian), Bupati Klaten, Bupati Pemalang, Residen Pekalongan dan Surakarta, Anggota Konstituante RI, hingga menjadi Gubernur Jawa Tengah pada tahun 1960.[6]

Selama masa perjuangan, ia pernah berperan serta dalam beberapa peristiwa seperti perebutan senjata di Comal, Pemalang, menjadi Anggota Kelaskaran Barisan Banteng, membantu logistik untuk laskar rakyat dan TNI, membantu pembangunan ALRI Tegal (kini menjadi Pangkalan TNI AL Tegal/ Lanal Tegal), menjadi Anggota Dewan Pertahanan Daerah Keresidenan Pekalongan, mengikuti gerilya di Keresidenan Pekalongan bersama Armada V TNI AL (dahulu ALRI), ketua PKD (Panitia Koordinasi Utusan Daerah Pendudukan), menjadi anggota local joint-committee wakil Indonesia di Keresidenan Pekalongan, dan ikut serta dalam pembasmian beberapa pemberontakan seperti Pemberontakan Tiga Daerah di Keresidenan Pekalongan, Pemberontakan Laskar Machmoed ketika terjadi Peristiwa Madiun (Madiun Affair), dan Pemberontakan DI/TII.[6][7]

Gubernur Jawa Tengah

Ketika menjadi gubernur, ia menjadi salah satu tokoh yang menandatangani pendirian (pemekaran) Kabupaten Batang dari kabupaten induknya, Kabupaten Pekalongan pada tahun 1965.[3] Selama menjadi gubernur, ia juga menjabat sebagai Ketua Presidium Universitas Diponegoro Semarang, Ketua Presidium IKIP Semarang (sekarang Unnes), dan Ketua Dewan Penyantun Akademi Farming (pertanian) di Kabupaten Semarang.[1][6][9]

Kehidupan pribadi

Mochtar menikah dengan Rr. Juanie Dirdjodijojo, setelah kelulusannya dari MOSVIA pada tahun 1931. Selama mengarungi bahtera rumah tangga, Mochtar dan Rr. Juanie dikaruniai delapan putra putri. Semasa pensiun hingga akhir hayatnya, Mochtar tergabung dalam wadah Persatuan Wredatama Republik Indonesia.[butuh rujukan]

Tanda Jasa / Penghargaan[10]

  1. Tanda Jasa Pahlawan – Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Soekarno 17 Desember 1959
  2. Piagam Satyalantjana Gerakan Operasi Militer I – Berdasarkan piagam yang dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Djuanda 1959
  3. Piagam Satyalantjana Gerakan Operasi Militer II – Berdasarkan piagam yang dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Djuanda 1959
  4. Piagam Satyalantjana Gerakan Operasi Militer IV – Berdasarkan piagam yang dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Djuanda 1959
  5. Piagam Satyalantjana Gerakan Operasi Militer V – Berdasarkan piagam yang dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Djuanda 1959
  6. Piagam Satyalantjana Gerakan Operasi Militer VI – Berdasarkan piagam yang dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Djuanda 1959
  7. Piagam Satyalantjana Peristiwa aksi militer Bersatu – Berdasarkan piagam yang dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Djuanda 1960
  8. Piagam Satyalantjana Peristiwa aksi militer Kedua – Berdasarkan piagam yang dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Djuanda 1960
  9. Piagam Tanda Kehormatan Satyalantjana Peringatan Perdjoeangan Kemerdekaan – Berdasarkan piagam yang dikeluarkan oleh a/n Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia Menteri Pertama Djuanda 1962
  10. Piagam Tanda Kehormatan Satyalantjana Karya Satya Tingkat II – Berdasarkan piagam yang dikeluarkan oleh a/n Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia Menteri Pertama Djuanda 1962
  11. Piagam Penghargaan atas penjelesaian pelaksanaan Pola Projek Pembangunan Nasional Semesta Berencana Bidang Departemen Sosial – Dikeluarkan oleh Menteri Sosial RI 1962
  12. Penganugerahan Veteran Pejuang Kemerdekaan RI – Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan Keamanan / Panglima Angkaran Bersenjata 1982
  13. Piagam Tanda Penghargaan Lencana Darma Bakti – Berdasarkan piagam yang dikeluarkan oleh Ketua Kwartir Nasional Letjen TNI (Purn) Mashudi 1984

Referensi

  1. 1 2 Yuwono, Setyo. "Rektor Beserta Pimpinan Berziarah ke Makam Pendiri UNNES" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-01-03.
  2. 1 2 Rastika, Icha (2015-10-01). Gatra, Sandro (ed.). "Kisah Tujuh Gubernur yang Dituduh Terlibat Gerakan PKI Dibukukan". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-01-18.
  3. 1 2 "Mengenal Batang : Sejarah | Website Pemerintah Kabupaten Batang". www.batangkab.go.id. Diakses tanggal 2020-01-19.
  4. ↑ Hersri S. (Hersri Setiawan) (2004). Memoar Pulau Buru (Edisi Cet. 1). Magelang: IndonesiaTera. ISBN 979-9375-93-2. OCLC 55078164.
  5. ↑ SOETOMO;, Drs (0). MOCHTAR : BIOGRAFI, GUBERNUR JATENG PERIODE 1960-1966 (dalam bahasa Indonesia). JAWA TENGAH.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  6. 1 2 3 4 5 Umum, Indonesia Lembaga Pemilihan (1978*). Ringkasan riwayat hidup dan riwayat perjuangan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil pemilihan umum tahun 1977. 2 v. Lembaga Pemilihan Umum.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  7. 1 2 3 4 5 "Mochtar - PNI (Partai Nasional Indonesia) - Profil Anggota". Konstituante.Net. Diakses tanggal 2020-12-04.
  8. ↑ "Bank Jateng". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2024-02-22.
  9. ↑ Petuguran, Rahmat. "Silaturahmi Dekatkan Unnes dengan Keluarga Alm. Mayjend (Purn) Moenadi" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-04.
  10. ↑ Umum, Indonesia Lembaga Pemilihan (1978). Ringkasan riwayat hidup dan riwayat perjuangan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil pemilihan umum tahun 1977. 2 v. Lembaga Pemilihan Umum.

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Hadisoebeno Sosrowerdojo
Gubernur Jawa Tengah
1960–1966
Diteruskan oleh:
Moenadi
Didahului oleh:
R. Kasiran Brotoatmojo
Bupati Klaten
1954–1957
Diteruskan oleh:
R. Koesworo
Didahului oleh:
Soewarno
Bupati Pemalang
1950–1954
Diteruskan oleh:
R.M. Soemardi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan