Kamis, 01 Oktober 2026
00:42 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Saharjo

Saharjo

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan

Bagikan:
Saharjo
Sahardjo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Menteri Kehakiman Indonesiake-11
Masa jabatan
10 Juli 1959 –13 November 1963
PresidenSoekarno
PendahuluGustaaf Adolf Maengkom
PenggantiAstrawinata
Informasi pribadi
Lahir(1909-06-26)26 Juni 1909
Meninggal13 November 1963(1963-11-13) (umur 54)
ProfesiPahlawan Nasional, Ahli Hukum Tata Negara, Birokrat (Suncang), Menteri Kehakiman (Hukum dan HAM)

Dr. Raden Sahardjo, S.H. (26 Juni 1909 – 13 November 1963) adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia pada Kabinet Kerja I (10 Juli 1959–18 Februari 1960), Kabinet Kerja II (18 Februari 1960–6 Maret 1962), Kabinet Kerja III (6 Maret 1962–13 November 1963). Saharjo merupakan tokoh penting dalam bidang hukum di Indonesia, khususnya dalam bidang Hukum Tata Negara dan Ilmu Perundang-undangan. Ia juga dikenal sebagai Bapak Pemasyarakatan Indonesia karena perannya meletakkan paradigma pemasyarakatan yang memanusiakan manusia (konsep Pengayoman).

Sahardjo dikenal tidak hanya sebagai ahli hukum dan pejabat pemerintahan, tetapi juga sebagai tokoh yang berkontribusi dalam perancangan, pembentukan kebijakan hukum dan ketatanegaraan Indonesia. Ia menempuh pendidikan hukum di Rechts Hooge School selesai pada tahun 1941 dan memperoleh gelar Meester in de Rechten. Ia kemudian bekerja pada Departement van Justitie (Departemen Kehakiman) sebagai Wetgevingsjurist atau penyusunan rancangan (suncang) peraturan, pada masa pendudukan Jepang karir nya berlanjut sebagai Hōseikyoku Shokuin atau Pejabat Penyusun Rancangan (Suncang) Perundang-undangan, Sahardjo pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Kantor Kehakiman (Hooki Kyokoyu) di bawah Prof. Soepomo. Ia juga pernah bertugas sebagai hakim di Pengadilan Negeri Purwakarta selama sekitar delapan bulan sebelum kembali ditugaskan di Kantor Kehakiman Jakarta.[1]

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Sahardjo menjadi bagian dari Gabungan Ahli Hukum Indonesia yang dipimpin Soepomo. Karena pengalaman yang panjang sebagai penyusun rancangan (sekarang, Perancang Peraturan Perundang-undangan) ia turut terlibat dalam perencanaan organisasi departemen pemerintahan Republik Indonesia dan menjadi anggota Panitia Perencana yang ikut merumuskan ketentuan-ketentuan dalam Undang-Undang Dasar 1945, termasuk menjabat sebagai Menteri Kehakiman. Dalam bidang hukum, pemikirannya turut berkaitan dengan penyusunan peraturan mengenai kewarganegaraan dan pemilihan umum. Sekitar 1948, Sahardjo yang telah bertugas sebagai Penyusun Rancangan Peraturan diangkat sebagai Kepala Bagian Hukum Tata Negara pada Departemen Kehakiman. Selama sekitar satu dasawarsa menduduki jabatan tersebut, ia terlibat dalam penyusunan dan perancangan sejumlah peraturan perundang-undangan, antara lain Undang-Undang Kewarganegaraan tahun 1947 dan 1958 serta Undang-Undang Pemilihan Umum tahun 1953.[2]

Sahardjo yang merupakan ahli Hukum Tata Negara yang piawai merancang sistem hukum, peraturan dan kelembagaan, yang terbukti dalam pidatonya yang berjudul "Pohon Beringin Pengayoman" Pada 5 Juli 1963, berisi gagasannya mengenai perubahan sistem kepenjaraan menjadi sistem pemasyarakatan yang menempatkan narapidana sebagai manusia yang tetap memiliki martabat dan harus dibina untuk kembali ke masyarakat. Gagasan tersebut menjadi salah satu kontribusi pentingnya terhadap perkembangan sistem pemasyarakatan di Indonesia dan memperkuat pandangannya mengenai perlindungan martabat manusia dalam pelaksanaan hukum. Konsep tersebut kemudian diteguhkan sebagai sistem yang menggantikan sistem kepenjaraan dalam Konferensi Jawatan Kepenjaraan di Lembang, Bandung, pada 27 April 1964. Sahardjo wafat pada tanggal 13 November 1963 di Jakarta akibat pendarahan otak. Pahlawan nasional dan penggagas istilah pemasyarakatan ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta.[3]

250px-Sahardjo_-_TMP_Kalibata_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Saharjo di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta

Referensi

Politik
Abdul Halim Majalengka · Abdul Kahar Mudzakkir ·Abdurrahman Wahid  · Achmad Soebardjo · Adam Malik · Adnan Kapau Gani · Alexander Andries Maramis · Alimin · Andi Sultan Daeng Radja · Arie Frederik Lasut · Arnold Mononutu · Djoeanda Kartawidjaja · Ernest Douwes Dekker · Fatmawati · Ferdinand Lumban Tobing · Frans Kaisiepo · Gatot Mangkoepradja · Hamengkubuwana IX · Herman Johannes · Idham Chalid · Ida Anak Agung Gde Agung · Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono · I Gusti Ketut Pudja · Iwa Koesoemasoemantri · Izaak Huru Doko · Johannes Leimena · Johannes Abraham Dimara ·Kasman Singodimedjo ·Kusumah Atmaja · Lambertus Nicodemus Palar · Mahmud Syah III dari Johor · Mangkunegara I · Maskoen Soemadiredja ·Mochtar Kusumaatmadja · Mohammad Hatta · Mohammad Husni Thamrin · Moewardi · Teuku Nyak Arif · Nani Wartabone · Oto Iskandar di Nata · Radjiman Wedyodiningrat · Rasuna Said · Saharjo · Samanhudi ·Soeharto  · Soekarni ·Soekarno · Sukarjo Wiryopranoto · Soepomo · Soeroso · Soerjopranoto · Sutan Mohammad Amin Nasution · Sutan Syahrir · Syafruddin Prawiranegara · Tan Malaka · Tjipto Mangoenkoesoemo · Oemar Said Tjokroaminoto ·Zainal Abidin Syah · Zainul Arifin
Militer
Kemerdekaan
Revolusi
Pergerakan
Sastra
Seni
Pendidikan
Integrasi
Pers
Pembangunan
Agama
Perjuangan
Abdul Kadir · Achmad Rifa'i · Andi Depu · Andi Mappanyukki · Aji Muhammad Idris · Aria Wangsakara · Baabullah · Bataha Santiago · Cut Nyak Dhien · Cut Nyak Meutia · Depati Amir · Hamengkubuwana I · I Gusti Ketut Jelantik · I Gusti Ngurah Made Agung · Ida Dewa Agung Jambe · Himayatuddin Muhammad Saidi · Iskandar Muda dari Aceh · Kiras Bangun · La Madukelleng · Machmud Singgirei Rumagesan · Mahmud Badaruddin II dari Palembang · Malahayati · Marsinah · Martha Christina Tiahahu · Nuku Muhammad Amiruddin · Nyai Ageng Serang · Opu Daeng Risadju · Paku Alam VIII · Pakubuwana VI · Pakubuwana X · Pangeran Antasari · Pangeran Diponegoro · Pattimura · Pong Tiku · Raden Mattaher · Radin Inten II · Ranggong Daeng Romo · Raja Haji Fisabilillah · Ratu Kalinyamat · Salahuddin bin Talabuddin · Sisingamangaraja XII · Sultan Agung dari Mataram · Sultan Hasanuddin · Teungku Chik di Tiro · Tuanku Imam Bonjol · Tuanku Tambusai · Teuku Umar · Tirtayasa dari Banten · Thaha Saifuddin dari Jambi · Tombolotutu · Tuan Rondahaim Saragih  · Untung Suropati · Zainal Mustafa
Era Perjuangan Kemerdekaan
Era Demokrasi Parlementer
Era Demokrasi Terpimpin
Wakil Menteri Pertama
Wakil Perdana Menteri
Menteri Kehakiman
(1945–1999)
120px-Logo_of_the_Ministry_of_Law_and_Human_Rights_of_the_Republic_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Hukum dan Perundang-undangan
(1999–2001)
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
(2001–2004)
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
(2004–2024)
Menteri Hukum
(2024–sekarang)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ "Jangan Lupakan Dr. Sahardjo, Tokoh Penting Hukum di Indonesia". Tempo.
  2. ↑ "Jangan Lupakan Dr. Sahardjo, Tokoh Penting Hukum di Indonesia". Tempo.
  3. ↑ "Sejarah". Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Diakses tanggal 8 Agustus 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan