Senin, 21 September 2026
11:24 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Hamid Awaluddin

Hamid Awaluddin

komisaris utama di PT Niaga Energi Sejahtra

Hamid Awaluddin
250px-Hamid_Awaluddin_at_the_University_of_Indonesia%2C_17_April_2025_01_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hamid pada tahun 2025
Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia
Masa jabatan
2008–2011
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluSusanto Pudjomartono
PenggantiDjauhari Oratmangun
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesiake-26
Masa jabatan
20 Oktober 2004 –9 Mei 2007
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluYusril Ihza Mahendra
PenggantiAndi Mattalatta
Informasi pribadi
Lahir5 Oktober 1960 (umur 65)
AlmamaterUniversitas Hasanuddin
Universitas Amerika
ProfesiDiplomat dan akademikus
250px-Dmitry_Medvedev_with_Hamid_Awaludin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Duta Besar Republik Indonesia Hamid Awaludin menyerahkan surat kepercayaannya kepada Presiden Rusia, Dmitry Medvedev

Hamid Awaluddin (/hɑːˈmɪdɑːwɑːˈldɪn/ simak; lahir 5 Oktober 1960) adalah duta besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Belarus antara tahun 2008 dan 2011.[1]

Biografi

Awaluddin lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 5 Oktober 1960. Masa jabatannya sebagai duta besar Indonesia untuk Rusia dan Belarus dimulai pada 8 April 2008.[2] Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia dari 20 Oktober 2004 – 8 Mei 2007. Masa jabatannya sebagai duta besar Indonesia untuk Rusia dan Belarus berakhir pada November 2011. Pada 26 November 2011, Dewan Mufti Rusia menganugerahkan Hamid Awaluddin medali kehormatan "Al-Fahr" atas perannya dalam menginisiasi kemitraan antara Muslim Indonesia dan Rusia.[3]

Karier

Karier politiknya dimulai sejak dini dengan keterlibatannya dalam kegiatan-kegiatan universitas. Sejak mahasiswa, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Makassar, Sulawesi Selatan. Ia kuliah di Universitas Hasanuddin, Makassar, dan kemudian meraih gelar doktor pada tahun 1998 dari Universitas Amerika, AS. Sebelum menjadi menteri kabinet, Awaluddin adalah anggota Komisi Pemilihan Umum.

Hamid juga merupakan negosiator utama dan perwakilan Pemerintah Indonesia dalam negosiasi yang menghasilkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Perdamaian dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki pada bulan Agustus 2005.[4]

Tanda Kehormatan

Pranala luar

Referensi

  1. "Berita pelantikan Dubes RI oleh Presiden di situs presidensby.info". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-10. Diakses tanggal 2008-04-10.
  2. Berita pelantikan Dubes RI oleh Presiden di situs presidensby.info
  3. Indonesian ambassador receives honorary medal from Russian muftis
  4. A detailed account is set out in Hamid Awaludin, Peace in Aceh: Notes on the peace process between the Republic of Indonesia and the Aceh Freedom Movement (GAM) in Helsinki, CSIS, Jakarta, 2009, translated by Tim Scott, ISBN978-979-1295-11-6.
  5. Daftar WNI Yang Memperoleh Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Tahun 2004 - Sekarang (PDF). Diakses tanggal 25 Agustus 2021.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Yusril Ihza Mahendra
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia
2004–2007
Diteruskan oleh:
Andi Matalatta
Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Susanto Pudjomartono
Duta Besar Indonesia untuk Rusia
2008–2011
Diteruskan oleh:
Djauhari Oratmangun
Menko Polhukam: Widodo Adi Sutjipto Menko Perekonomian: Aburizal Bakrie, Boediono, Sri Mulyani (plt.) Menko Kesra: Alwi Shihab, Aburizal Bakrie Mensesneg: Yusril Ihza Mahendra, Hatta Rajasa Mendagri: Mohammad Ma'ruf, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim), Mardiyanto Menlu: Hassan Wirajuda Menhan: Juwono Sudarsono Menkumham: Hamid Awaluddin, Andi Mattalatta Menkeu: Jusuf Anwar, Sri Mulyani Menteri ESDM: Purnomo Yusgiantoro Menperin: Andung A. Nitimiharja, Fahmi Idris Mendag: Mari Elka Pangestu Mentan: Anton Apriyantono Menhut: M. S. Kaban Menhub: Hatta Rajasa, Jusman Syafii Djamal Menlutkan: Freddy Numberi Menakertrans: Fahmi Idris, Erman Soeparno Menteri PU: Djoko Kirmanto Menkes: Siti Fadilah Supari Mendiknas: Bambang Sudibyo Mensos: Bachtiar Chamsyah Menag: Muhammad Maftuh Basyuni Menbudpar: Jero Wacik, Mohammad Nuh (ad-interim) Menkominfo (bernama Menneg Kominfo sampai Januari 2005): Sofyan Djalil, Mohammad Nuh Menneg Ristek (merangkap Kepala BPPT sampai April 2006): Kusmayanto Kadiman Menneg Kop-UKM: Suryadharma Ali, Mari Elka Pangestu (ad-interim) Menneg LH: Rachmat Witoelar Menneg PP: Meutia Hatta Menneg PAN: Taufiq Effendi, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim) Menneg PDT: Saifullah Yusuf, Muhammad Lukman Edy, Djoko Kirmanto (ad-interim) Menneg PPN/Kepala Bappenas: Sri Mulyani Indrawati, Paskah Suzetta Menneg BUMN: Soegiharto, Sofyan Djalil Mennegpera: Muhammad Yusuf Asy'ari Mennegpora: Adhyaksa Dault Jakgung: Abdul Rahman Saleh, Hendarman Supandji Panglima TNI: Endriartono Sutarto, Djoko Suyanto, Djoko Santoso Kapolri: Da'i Bachtiar, Sutanto, Bambang Hendarso Danuri
Menteri Kehakiman
(1945–1999)
120px-Logo_of_the_Ministry_of_Law_and_Human_Rights_of_the_Republic_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Hukum dan Perundang-undangan
(1999–2001)
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
(2001–2004)
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
(2004–2024)
Menteri Hukum
(2024–sekarang)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan