Jumat, 25 September 2026
02:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Muhammad Lukman Edy

Muhammad Lukman Edy

Muhammad Lukman Edy
250px-M_lukman_edy.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia ke-3
Masa jabatan
9 Mei 2007 –1 Oktober 2009
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluSyaifullah Yusuf
PenggantiHelmy Faishal Zaini
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
1 Oktober 2009 –12 Februari 2018
Daerah pemilihanRiau II
Informasi pribadi
Lahir26 November 1970 (umur 55)
Partai politik  PKB (hingga 2024)
PendidikanUniversitas Brawijaya
Universitas Padjajaran
Universitas Malaya
ProfesiPolitikus

Muhammad Lukman Edy (lahir 26 November 1970) adalah Menteri Percepatan Daerah Tertinggal pada Kabinet Indonesia Bersatu menggantikan Saifullah Yusuf pada Reshuffle Ke-2 pada 9 Mei 2007. Ia menjabat sebagai Anggota DPR-RI dua periode sejak 2009 hingga mundur pada 2018 untuk mengikuti pemilihan umum Gubernur Riau. Ia adalah salah satu alumni Universitas Brawijaya yang terjun ke dunia politik dengan menduduki jabatan sebagai Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa.

Kehidupan

Bagi sebagian kalangan, karier Lukman Edy (LE) mungkin terlalu cepat melejit. Ia menjadi menteri ketika usianya belum genap 37 tahun. Namun, tidak bagi si empunya nama. Sebab, ia sudah terbiasa menjadi yang termuda dalam banyak jenjang karier politiknya. Predikat 'yang termuda' selalu disandang LE sejak ia memulai karier organisasi di bangku kuliah di Universitas Brawijaya dulu. Ia masuk senat mahasiswa ketika baru menapaki semester I. Sementara yang lain biasanya baru terlibat saat sudah semester IV, V, atau VI.[1]

Karier politik LE juga moncer di usia muda. Ketika reformasi baru bergulir, pria Kelahiran Teluk Pinang, 26 November 1970 ini langsung menjadi anggota DPRD Riau. Padahal waktu itu umurnya belum genap 28 tahun. Dalam waktu dekat, ia menjadi Ketua DPW PKB Riau. Umurnya waktu itu masih 29 tahun. Di PKB, dan menjadi ketua DPW termuda se-Indonesia. Kemudian setelah itu ia menjadi orang nomor dua di PKB. Setelah Muhaimin terpilih sebagai Ketua Umum PKB di Muktamar PKB 2005 lalu, LE menjadi Sekjen. Menurut LE, menjadi Sekjen PKB bukan pilihan mudah. Sebab, ia hanyalah orang kampung yang sama sekali belum mengenal medan politik Jakarta. Ia juga harus meninggalkan banyak hal di Riau ketika infrastruktur politik dan ekonomi sudah rapi dibangun. Ia harus meninggalkan change menjadi Wakil Gubernur Kepulauan Riau yang baru dimekarkan dan banyak kemungkinan peran strategis lainnya.[1] Setahun menjadi Sekjen PKB, ketika reshuffle kabinet tahap pertama, tawaran untuk masuk dalam jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu muncul. Nama LE masuk nominator bersama Erman Suparno, Effendi Choiri, dll. Namun, mungkin karena faktor usia, tawaran itu akhirnya lepas. Peluang menjadi menteri akhirnya terbuka ketika ada reshuffle tahap kedua. Lukman Edy terpilih menjadi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (Skrg Kemendes PDT) menggantikan Syaifullah Yusuf yang pindah haluan politik ke PPP.[2]

Pendidikan

Pengalaman organisasi

  • Ketua Umum Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Riau (IKPMR) Malang
  • Ketua/Koordinator Forum Komunikasi Ikatan Pelajar Mahasiswa Riau Se-Indonesia (Forkom IPEMARI)
  • Panitia Pembentukan ICMI
  • PMII Komisariat UB
  • Ketua DPW PKB Prov.Riau
  • Wakil Ketua DPD Gapensi Riau
  • Ketua Bidang Sertifikasi dan Akreditasi Kadin, Riau
  • Ketua Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (AKAINDO) Riau
  • Ketua LPNU Riau
  • Wakil Sekertaris lembaga Adat Melayu Riau
  • Mustasyar PW NU Riau
  • Pengurus Kadin Riau
  • Ketua Umum PB PTMSI[3]
  • Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa

Calon Gubernur Riau

Pilkada Serentak 2018 (selanjutnya disebut Pilgub Riau 2018) dilaksanakan pada 27 Juni 2018 untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2018–2023. Ini merupakan pemilihan kepada daerah ketiga bagi Riau yang dilakukan secara langsung menggunakan sistem pencoblosan. Jadwal pemilihan ini mengikuti jadwal pilkada serentak gelombang ketiga pada Juni 2018. Pilgub Riau 2018 diikuti oleh 3 pasang calon (paslon) dan LE berpasangan dengan Hardianto dengan nomor urut 2.[4][5] Dalam Pilgub Riau 2018 ini, LE harus rela menerima kekalahannya dengan meraup 311.711 suara atau 16,05% atau menduduki posisi kedua setelah kalah dari pasangan Syamsuar dan Edy Nasution yang meraup 764.378 suara atau 39,35% dari rakyat Riau.

Referensi

Menko Polhukam: Widodo Adi Sutjipto •Menko Perekonomian: Aburizal Bakrie, Boediono, Sri Mulyani (plt.) •Menko Kesra: Alwi Shihab, Aburizal Bakrie •Mensesneg: Yusril Ihza Mahendra, Hatta Rajasa •Mendagri: Mohammad Ma'ruf, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim), Mardiyanto •Menlu: Hassan Wirajuda •Menhan: Juwono Sudarsono •Menkumham: Hamid Awaluddin, Andi Mattalatta •Menkeu: Jusuf Anwar, Sri Mulyani •Menteri ESDM: Purnomo Yusgiantoro •Menperin: Andung A. Nitimiharja, Fahmi Idris •Mendag: Mari Elka Pangestu •Mentan: Anton Apriyantono •Menhut: M. S. Kaban •Menhub: Hatta Rajasa, Jusman Syafii Djamal •Menlutkan: Freddy Numberi •Menakertrans: Fahmi Idris, Erman Soeparno •Menteri PU: Djoko Kirmanto •Menkes: Siti Fadilah Supari •Mendiknas: Bambang Sudibyo •Mensos: Bachtiar Chamsyah •Menag: Muhammad Maftuh Basyuni •Menbudpar: Jero Wacik, Mohammad Nuh (ad-interim) •Menkominfo (bernama Menneg Kominfo sampai Januari 2005): Sofyan Djalil, Mohammad Nuh •Menneg Ristek (merangkap Kepala BPPT sampai April 2006): Kusmayanto Kadiman •Menneg Kop-UKM: Suryadharma Ali, Mari Elka Pangestu (ad-interim) •Menneg LH: Rachmat Witoelar •Menneg PP: Meutia Hatta •Menneg PAN: Taufiq Effendi, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim) •Menneg PDT: Saifullah Yusuf, Muhammad Lukman Edy, Djoko Kirmanto (ad-interim) •Menneg PPN/Kepala Bappenas: Sri Mulyani Indrawati, Paskah Suzetta •Menneg BUMN: Soegiharto, Sofyan Djalil •Mennegpera: Muhammad Yusuf Asy'ari •Mennegpora: Adhyaksa Dault •Jakgung: Abdul Rahman Saleh, Hendarman Supandji •Panglima TNI: Endriartono Sutarto, Djoko Suyanto, Djoko Santoso •Kapolri: Da'i Bachtiar, Sutanto, Bambang Hendarso Danuri
Jabatan politik
Didahului oleh:
Saifullah Yusuf
Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia
2007–2009
Diteruskan oleh:
Helmy Faishal Zaini
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan