Kamis, 01 Oktober 2026
15:49 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Bachtiar Chamsyah

Bachtiar Chamsyah

Menteri Sosial Indonesia (2001–2009)

Bagikan:
Bachtiar Chamsyah
250px-Bachtiar_Chamsyah%2C_Minister_of_Social_Affairs_of_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi Bachtiar Chamsyah sebagai Menteri Sosial Indonesia di Kabinet Gotong Royong
Menteri Sosial Indonesiake-27
Masa jabatan
10 Agustus 2001 –20 Oktober 2009
PresidenMegawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
PendahuluJustika Baharsjah (1999)
PenggantiSalim Segaf Al-Jufri
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
1 Oktober 1992 –10 Agustus 2001
Daerah pemilihanSumatera Utara
Informasi pribadi
Lahir(1945-12-31)31 Desember 1945
Meninggal24 September 2026(2026-09-24) (umur 80)
Jakarta, Indonesia
Partai politik  PPP
Suami/istriRoshidah Hanum (almh.)
Indah Hayati
Anak3, termasuk Muhammad Iqbal
PendidikanUniversitas Medan Area
PekerjaanPolitisi
Kabinet

Bachtiar Chamsyah gelar Datuak Marajo Nan Sati[1] (31 Desember 1945 – 24 September 2026) adalah seorang politikus Indonesia dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia pernah menjabat sebagai Menteri Sosial Indonesia periode 2001–2009 dan sebelumnya sebagai Anggota DPR-RI dari PPP tiga periode sejak 1992 hingga 2001.[2]

Riwayat

Pendidikan

Bachtiar Chamsyah lahir pada 31 Desember 1945 di Sigli, Pidie, Aceh, putra dari pasangan berdarah Minangkabau asal Bayua, Maninjau, Agam, Sumatera Barat yang merantau ke Aceh.

Bachtiar Chamsyah menamatkan pendidikan di SD Negeri Kutacane (1957), SMP Negeri Medan (1961), SMA Negeri Maninjau (1964). Ia berkuliah di Akademi Administrasi Niaga (AAN) Negeri Medan (1966–1970) dan Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas HKBP Nommensen sampai tingkat V dan tidak selesai karena masalah keuangan.[3] Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi, Universitas Medan Area pada tahun 1997. Sewaktu jadi pelajar ia pernah aktif di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII). Saat berkuliah ia tercatat menjadi Anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia Komisariat AAN Negeri Medan (1966), Ketua Komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) AAN Negeri Medan (1967), Ketua Umum HMI Cabang Medan (1969), dan Ketua Umum Badan Koordinasi HMI Sumatera Utara (1976).[3]

Kegiatannya dalam berorganisasi kemudian mengantarkan dirinya sempat menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Persatuan Pembangunan.[2]

Karier

Bachtiar Chamsyah memulai karier sebagai pegawai honorer Pemerintah Kota Medan sejak 1974 hingga 1981 sambil menjadi guru ekonomi dan sejarah di SMA Amir Hamzah Medan sejak 1978 hingga 1980. Pada 1981, ia berhenti menjadi pegawai honorer dan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan. Pada pemilihan umum 1982, ia terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara dan menjabat hingga 1987. Ia sempat terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara pada 1984, tetapi tidak disetujui oleh pemerintah dan dewan pimpinan pusat partai. Pada 1987, ia menjadi Wakil Pimpinan Umum Mingguan Demi Masa di Medan hingga 1992. Pada pemilihan umum 1992, ia terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari daerah pemilihan Sumatera Utara. Ia terpilih lagi pada pemilihan umum 1997 dan 1999.[4]

Kehidupan pribadi

Ia menikah dengan seorang perempuan bernama Roshidah Hanum.[5] Pernikahan mereka telah dikaruniai tiga orang anak, yaitu Roshi Ika Putri, Muhammad Iqbal, dan Rini Irawati.[6]

Istrinya, Roshidah Hanum meninggal dunia karena penyakit kanker pada tahun 2009. Setelah menduda selama sekitar tiga tahun, ia kemudian menikah lagi pada 10 Juni 2012 dengan Indah Hayati, mantan sekretarisnya sewaktu menjadi Anggota DPR-RI dan Menteri Sosial.[5]

Korupsi

Setelah tidak duduk di kabinet, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan mesin jahit dan impor sapi di Departemen Sosial (kini Kementerian Sosial). Penetapan statusnya sebagai tersangka dikeluarkan KPK sejak pertengahan Januari 2010. Dari hasil penyidikan, dia disangka dengan pasal berlapis, yakni pasal 2 (1), pasal 3, dan pasal 11 Undang-undang No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus tersebut berawal dari proyek pengadaan sekitar 6.000 unit mesin jahit semasa dia menjadi menteri pada 2004. Itu terkait program pengentasan kemiskinan senilai Rp 51 miliar. Dalam pengadaan mesin jahit, Departemen Sosial bekerja sama dengan PT Ladang Sutera Indonesia (Lasindo). Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan terungkap, penerima bantuan tidak tepat sasaran. Penerima bantuan antara lain, pemilik usaha konveksi di Jawa Timur dan Sumatera Utara.

Setelah proyek mesin jahit, Depsos kembali membuka proyek pengadaan impor sapi pada 2006. Tim penyidik menemukan indikasi kerugian negara Rp 3,6 miliar dari nilai proyek senilai total Rp 19 miliar. Menurut juru bicara KPK Johan Budi SP, proyek pengadaan mesin jahit dan impor sapi melibatkan sejumlah rekanan melalui penunjukan langsung. Dengan demikian, Bachtiar diduga terlibat kasus korupsi pengadaan sapi impor asal Australia dan Mesin Jahit dalam proyek pengentasan Fakir Miskin Departemen Sosial periode 2004-2006 dengan kerugian keuangan negara mencapai RP 28,1 M. Namun Bachtiar membantah hal tersebut.

Pada 22 Maret 2011 majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memutuskan bahwa Bachtiar Chamsyah bersalah dan menjatuhkan hukuman satu tahun delapan bulan penjara dengan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara.[7]

Meninggal dunia

Bachtiar Chamsyah meninggal dunia di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta pada 24 September 2026 pada pukul 19.20 WIB.[8]

Referensi

  1. ↑ "KERAPATAN ADAT NAGARI BAYUA PERIODE 2019 - 2024". Website Resmi Desa Bayua. Diakses tanggal 17 Apr 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Chamsyah, Bachtiar (2008). Pak Natsir yang Saya Kenal, dalam 100 Tahun M. Natsir. Republika, Jakarta. Halaman 9.
  3. 1 2 https://tokoh.id/tokoh/direktori/bachtiar-chamsyah/
  4. ↑ https://tokoh.id/biografi/2-direktori/nakhoda-kebangkitan-depsos-baru/
  5. 1 2 "Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Menikah Lagi" Detik.com, 11-6-2012. Diakses 17-5-2014.
  6. ↑ "Ungkapan Putri Bachtiar Chamsyah: Ayah Sudah Lama Jadi Miliader Kalau Korupsi" Infokorupsi.com, 9-2-2010. Diakses 17-5-2014.
  7. ↑ Bachtiar Chamsyah Divonis 1,8 Tahun, diakses 30 Januari 2018
  8. ↑ "Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia, Ini Profil dan Kiprahnya". Radar Sumbar. 2026-09-24. Diakses tanggal 2026-09-24.

Lihat pula

Daftar menteri Indonesia yang dipenjara karena kasus korupsi

Catatan kaki

Jabatan politik
Diadakan kembali
Terakhir dijabat oleh
Justika Sjarifuddin Baharsjah
Menteri Sosial Indonesia
2001–2009
Diteruskan oleh:
Salim Assegaf Al Jufri
Menko Polhukam: Widodo Adi Sutjipto •Menko Perekonomian: Aburizal Bakrie, Boediono, Sri Mulyani (plt.) •Menko Kesra: Alwi Shihab, Aburizal Bakrie •Mensesneg: Yusril Ihza Mahendra, Hatta Rajasa •Mendagri: Mohammad Ma'ruf, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim), Mardiyanto •Menlu: Hassan Wirajuda •Menhan: Juwono Sudarsono •Menkumham: Hamid Awaluddin, Andi Mattalatta •Menkeu: Jusuf Anwar, Sri Mulyani •Menteri ESDM: Purnomo Yusgiantoro •Menperin: Andung A. Nitimiharja, Fahmi Idris •Mendag: Mari Elka Pangestu •Mentan: Anton Apriyantono •Menhut: M. S. Kaban •Menhub: Hatta Rajasa, Jusman Syafii Djamal •Menlutkan: Freddy Numberi •Menakertrans: Fahmi Idris, Erman Soeparno •Menteri PU: Djoko Kirmanto •Menkes: Siti Fadilah Supari •Mendiknas: Bambang Sudibyo •Mensos: Bachtiar Chamsyah •Menag: Muhammad Maftuh Basyuni •Menbudpar: Jero Wacik, Mohammad Nuh (ad-interim) •Menkominfo (bernama Menneg Kominfo sampai Januari 2005): Sofyan Djalil, Mohammad Nuh •Menneg Ristek (merangkap Kepala BPPT sampai April 2006): Kusmayanto Kadiman •Menneg Kop-UKM: Suryadharma Ali, Mari Elka Pangestu (ad-interim) •Menneg LH: Rachmat Witoelar •Menneg PP: Meutia Hatta •Menneg PAN: Taufiq Effendi, Widodo Adi Sutjipto (ad-interim) •Menneg PDT: Saifullah Yusuf, Muhammad Lukman Edy, Djoko Kirmanto (ad-interim) •Menneg PPN/Kepala Bappenas: Sri Mulyani Indrawati, Paskah Suzetta •Menneg BUMN: Soegiharto, Sofyan Djalil •Mennegpera: Muhammad Yusuf Asy'ari •Mennegpora: Adhyaksa Dault •Jakgung: Abdul Rahman Saleh, Hendarman Supandji •Panglima TNI: Endriartono Sutarto, Djoko Suyanto, Djoko Santoso •Kapolri: Da'i Bachtiar, Sutanto, Bambang Hendarso Danuri
Kabinet Gotong Royong (2001–2004)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan