Sabtu, 07 November 2026
05:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kota Kutacane, Babussalam, Aceh Tenggara

Kota Kutacane, Babussalam, Aceh Tenggara

Pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Aceh Tenggara

Bagikan:
Kota Kutacane
250px-Kutacane_I.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koordinat: 3°29′10″N 97°48′36″E / 3.486°N 97.81°E / 3.486; 97.81
Negara Indonesia
ProvinsiAceh
KabupatenAceh Tenggara
KecamatanBabussalam
Kodepos
24651
Kode Kemendagri11.02.04.2001 Suntingan nilai di Wikidata
Jumlah penduduk5.354 jiwa (2020)[1]
Kepadatan0,92 jiwa/km²
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kota_Kutacane%2C_Babussalam%2C_Aceh_Tenggara&revid=30038519&groups=_da0bef5fdac02be924d2245e601ca18db727f23b&parser=parsoid

Kota Kutacane merupakan salah satu kute yang berada di kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, provinsi Aceh, Indonesia. Sekaligus, kute ini berfungsi sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan dari Kabupaten Aceh Tenggara.

Iklim

Kota Kutacane memiliki iklim hutan hujan tropis (Af) dengan curah hujan lebat sepanjang tahun. Meskipun dikelilingi oleh raksasa pegunungan seperti Gunung Leuser (3.404 mdpl) dan Gunung Kemiri (3.315 mdpl), pusat kota Kutacane sendiri berada di area lembah rendah. Berdasarkan data ilmiah, suhu rata-rata di area pemukiman kota ini tetap hangat di angka 26°C.

Data iklim Kota Kutacane
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.1
(86.2)
30.9
(87.6)
31.4
(88.5)
31.7
(89.1)
31.8
(89.2)
31.7
(89.1)
31.4
(88.5)
31.4
(88.5)
30.6
(87.1)
30.3
(86.5)
29.9
(85.8)
29.8
(85.6)
30.92
(87.64)
Rata-rata harian °C (°F) 25.5
(77.9)
25.8
(78.4)
26.2
(79.2)
26.7
(80.1)
26.8
(80.2)
26.4
(79.5)
26.1
(79)
26.2
(79.2)
25.9
(78.6)
25.9
(78.6)
25.6
(78.1)
25.5
(77.9)
26.05
(78.89)
Rata-rata terendah °C (°F) 20.9
(69.6)
20.8
(69.4)
21.1
(70)
21.7
(71.1)
21.8
(71.2)
21.2
(70.2)
20.9
(69.6)
21.0
(69.8)
21.3
(70.3)
21.6
(70.9)
21.3
(70.3)
21.2
(70.2)
21.23
(70.22)
Curah hujan mm (inci) 201
(7.91)
142
(5.59)
221
(8.7)
266
(10.47)
264
(10.39)
167
(6.57)
151
(5.94)
213
(8.39)
239
(9.41)
328
(12.91)
316
(12.44)
277
(10.91)
2.785
(109,63)
Sumber: Climate-Data.org[2]

Demografi

Suku Alas merupakan suku Pribumi yang mendiami kabupaten Aceh Tenggara, khususnya di kawasan Lembah Alas yang menjadi mayoritas di pedesaan dan pusat pemerintahan. Secara budaya, daerah ini sangat multikultural karena menjadi titik perjumpaan (melting pot) antara kebudayaan Aceh dan Sumatera Utara. Komposisi etnis di kawasan ini meliputi:

• Suku Alas: Suku Pribumi asli pendiami Lembah Alas yang mendominasi sektor pemerintahan dan pedesaan.

• Suku Gayo: Kelompok etnis kerabat dekat Suku Alas yang banyak mendiami wilayah dataran tinggi di Aceh Tenggara.

• Suku Batak Toba, Suku Batak Pakpak: Kelompok pendatang terbesar yang bermigrasi dari wilayah perbatasan Sumatera Utara karena kedekatan geografis.

• Suku Aceh Pesisir: Pendatang dari daerah pesisir Aceh yang umumnya bergerak di sektor perdagangan dan pemerintahan.

[3]

Kemudian berdasarkan agama yang dianut, mayoritas penduduk Kota Kutacane menganut agama Islam. Adapun banyaknya penduduk Kota Kutacane berdasarkan agama yang dianut yakni agama Islam sebanyak 91,68%. Selebihnya menganut agama Kekristenan yakni 8,32%, dengan rincian Protestan sebanyak 8,03% dan Katolik sebanyak 0,29%. [4]

Galeri

  • Sungai Alas yang melewati Kutacane
    Sungai Alas yang melewati Kutacane
  • Masjid Agung At-Taqwa Kutacane
    Masjid Agung At-Taqwa Kutacane

Referensi

  1. ↑
  2. ↑ "Climate: Kutacane". Climate-Data.org. Diakses tanggal 5 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Zulfikar, Fahri. "13 Suku Bangsa Aceh dan Bahasa Daerahnya". detikcom. Diakses tanggal 15 Februari 2022.
  4. ↑ "Kecamatan Babussalam Dalam Angka 2021" (pdf). acehtenggarakab.bps.go.id. Diakses tanggal 15 Februari 2022.

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan