Sabtu, 24 Oktober 2026
22:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Samanhudi

Samanhudi

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan

Bagikan:
Samanhudi
250px-Samanhudi_1962_Indonesia_stamp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
K.H. Samanhudi
Lahir
Soedarno Nadi

(1868-10-08)8 Oktober 1868
Meninggal28 Desember 1956(1956-12-28) (umur 88)
PekerjaanPendiri Sarekat Dagang Islam
Pasangan menikahSuginah
Marbingah

Soedarno Nadi, yang lebih dikenal sebagai Kiai Haji Samanhudi (8 Oktober 1868 – 28 Desember 1956), adalah pendiri Sarekat Dagang Islam, sebuah organisasi di Indonesia yang semula berfungsi sebagai perkumpulan para pedagang batik di Surakarta, dan kemudian memperluas cakupannya ke isu-isu politik nasionalis.[1]

Lahir di Laweyan, Solo, ia menempuh pendidikan hingga tingkat SR (Sekolah Rakyat) yang setara dengan sekolah menengah atas, namun ia tidak lulus. Ia kemudian belajar agama Islam di Surabaya. Pada saat yang sama, ia mulai berdagang batik.

Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam pada tahun 1911. Organisasi ini beranggotakan para pengusaha batik di Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan tujuan memperkuat pangsa pasar mereka dalam menghadapi persaingan dari pihak Tionghoa. Para anggota organisasi ini disatukan oleh agama yang sama, yaitu Islam, meskipun agama tersebut dipengaruhi oleh berbagai unsur mistisisme dan tradisi lokal. Samanhudi tetap menjabat sebagai ketua hingga tahun 1914, dua tahun setelah Tjokroaminoto mengubah organisasi perdagangan tersebut menjadi organisasi politik.

Sejak tahun 1920, Samanhudi tidak lagi aktif di partai. Kondisi kesehatannya menurun, tetapi minatnya terhadap gerakan-gerakan kebangsaan tidak pernah surut. Ia menarik diri dari sorotan publik, hingga setelah kemerdekaan Indonesia, ketika ia kembali aktif. Dalam rangka mempertahankan Republik Indonesia dari agresi militer Belanda, bekas penjajah, Samanhudi membentuk Cabang Solo dari Barisan Pemberontak Indonesia dan Cabang Persatuan Pancasila. Ketika Belanda melancarkan agresi kedua, ia membentuk pasukan bernama Gerakan Kesatuan Alap-alap, yang bertugas menyediakan pasokan logistik bagi pasukan-pasukan yang bertempur di garis depan. Banyak jasa yang ia berikan selama Revolusi Nasional Indonesia berlangsung.

Samanhudi wafat di Klaten pada tanggal 28 Desember 1956, dan dimakamkan di Banaran, Grogol, Sukoharjo.

Dalam budaya populer

Referensi

  1. ↑ Ensiklopedia Pahlawan Nasional. Kuncoro Hadi & Sustianingsih. Istana Media, Yogyakarta, 2015.
Politik
Abdul Halim Majalengka · Abdul Kahar Mudzakkir ·Abdurrahman Wahid  · Achmad Soebardjo · Adam Malik · Adnan Kapau Gani · Alexander Andries Maramis · Alimin · Andi Sultan Daeng Radja · Arie Frederik Lasut · Arnold Mononutu · Djoeanda Kartawidjaja · Ernest Douwes Dekker · Fatmawati · Ferdinand Lumban Tobing · Frans Kaisiepo · Gatot Mangkoepradja · Hamengkubuwana IX · Herman Johannes · Idham Chalid · Ida Anak Agung Gde Agung · Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono · I Gusti Ketut Pudja · Iwa Koesoemasoemantri · Izaak Huru Doko · Johannes Leimena · Johannes Abraham Dimara ·Kasman Singodimedjo ·Kusumah Atmaja · Lambertus Nicodemus Palar · Mahmud Syah III dari Johor · Mangkunegara I · Maskoen Soemadiredja ·Mochtar Kusumaatmadja · Mohammad Hatta · Mohammad Husni Thamrin · Moewardi · Teuku Nyak Arif · Nani Wartabone · Oto Iskandar di Nata · Radjiman Wedyodiningrat · Rasuna Said · Saharjo · Samanhudi ·Soeharto  · Soekarni ·Soekarno · Sukarjo Wiryopranoto · Soepomo · Soeroso · Soerjopranoto · Sutan Mohammad Amin Nasution · Sutan Syahrir · Syafruddin Prawiranegara · Tan Malaka · Tjipto Mangoenkoesoemo · Oemar Said Tjokroaminoto ·Zainal Abidin Syah · Zainul Arifin
Militer
Kemerdekaan
Revolusi
Pergerakan
Sastra
Seni
Pendidikan
Integrasi
Pers
Pembangunan
Agama
Perjuangan
Abdul Kadir · Achmad Rifa'i · Andi Depu · Andi Mappanyukki · Aji Muhammad Idris · Aria Wangsakara · Baabullah · Bataha Santiago · Cut Nyak Dhien · Cut Nyak Meutia · Depati Amir · Hamengkubuwana I · I Gusti Ketut Jelantik · I Gusti Ngurah Made Agung · Ida Dewa Agung Jambe · Himayatuddin Muhammad Saidi · Iskandar Muda dari Aceh · Kiras Bangun · La Madukelleng · Machmud Singgirei Rumagesan · Mahmud Badaruddin II dari Palembang · Malahayati · Marsinah · Martha Christina Tiahahu · Nuku Muhammad Amiruddin · Nyai Ageng Serang · Opu Daeng Risadju · Paku Alam VIII · Pakubuwana VI · Pakubuwana X · Pangeran Antasari · Pangeran Diponegoro · Pattimura · Pong Tiku · Raden Mattaher · Radin Inten II · Ranggong Daeng Romo · Raja Haji Fisabilillah · Ratu Kalinyamat · Salahuddin bin Talabuddin · Sisingamangaraja XII · Sultan Agung dari Mataram · Sultan Hasanuddin · Teungku Chik di Tiro · Tuanku Imam Bonjol · Tuanku Tambusai · Teuku Umar · Tirtayasa dari Banten · Thaha Saifuddin dari Jambi · Tombolotutu · Tuan Rondahaim Saragih  · Untung Suropati · Zainal Mustafa


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan