Rabu, 23 September 2026
23:53 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Soetomo

Soetomo

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan

Untuk pahlawan dari Surabaya, lihat Sutomo.
Soetomo
Portrait of Soetomo
Potret, tanggal tidak diketahui
Ketua Umum
Partai Indonesia Raya
Masa jabatan
24 Desember 1935 –30 Mei 1938
PendahuluKantor dibuat
PenggantiWoerjaningrat
Informasi pribadi
LahirSoebroto
(1888-07-30)30 Juli 1888
Meninggal30 Mei 1938(1938-05-30) (umur 49)
Surabaya, Hindia Belanda
Partai politikPartai Indonesia Raya
Suami/istri
Everdina Broering
(m. 1917;meninggal 1934)
AlmamaterSTOVIA
Universitas Amsterdam
Pekerjaan
  • Dokter
  • profesor

Soetomo (lahir Soebroto; 30 Juli 1888  30 Mei 1938 ) adalah tokoh pendiri Boedi Oetomo, organisasi pergerakan yang pertama di Indonesia. Soebroto mengganti namanya menjadi Soetomo saat masuk ke sekolah menengah.[1]

Pada tahun 1903, Soetomo menempuh pendidikan kedokteran di School tot Opleiding van Inlandsche Artsen, Batavia. Bersama kawan-kawan dari STOVIA inilah Soetomo mendirikan perkumpulan yang bernama Budi Utomo, pada tahun 1908. Setelah lulus pada tahun 1911, ia bekerja sebagai dokter pemerintah di berbagai daerah di Jawa dan Sumatra. Pada tahun 1917, Soetomo menikah dengan seorang perawat Belanda.

Pada tahun 1919 sampai 1923, Soetomo mendapatkan beasiswa dan melanjutkan studi spesialis kedokteran di Universitas Amsterdam. Selama kuliah, Soetomo ikut berkegiatan di Indische Vereeniging. Soetomo juga sempat dipilih menjadi ketua Indische Vereeniging periode 1921–1922.

Pada tahun 1923, Soetomo kembali ke Indonesia dan menjadi pengajar di Nederlandsch Artsen School (NIAS).

Pada tahun 1924, Soetomo mendirikan Indonesian Study Club (dalam bahasa Belanda Indonesische Studie Club atau Kelompok Studi Indonesia) di Surabaya.

Pada tahun 1930, Indonesische Studie Club mengubah namanya jadi Partai Bangsa Indonesia dan pada tahun 1935, mendirikan Parindra (Partai Indonesia Raya).

Perkumpulan Boedi Oetomo

Kongres pertama Boedi Oetomo diselenggarakan pada tanggal 3-5 Oktober 1908 dan dipimpin oleh dr Wahidin. Kongres tersebut menetapkan dan mengesahkan anggaran dasar beserta Pengurus Besar Budi Utomo, yang terdiri dari kaum tua. Pengambilalihan kepengurusan oleh kaum tua ini membawa dampak positif, karena dana Studie Fond semakin lebih lancar mengalir untuk tujuan pemberian beasiswa untuk memajukuan pendidikan pemuda Indonesia. [2]

Organisasi Budi Utomo bergerak dalam memajukan nusa dan bangsa yang harmonis dengan jalan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik dan industri, kebudayaan, mempertinggi cita-cita kemanusiaan untuk mencapai kehidupan bangsa yang terhormat. Hingga pada akhir tahun 1909, Budi Utomo telah memiliki 40 cabang dengan beranggotakan 10.000 orang.

Setelahnya, Soetomo tetap aktif memimpin Budi Utomo cabang Batavia sampai dia lulus. Setelah lulus dari STOVIA dan menjadi dokter pada tahun 1911, ia diangkat menjadi dokter pemerintahan dan ditempatkan di berbagai tempat berbeda sehingga mengharuskannya untuk berpindah.

Seperti halnya di Semarang, Tuban, Lubuk Pakam (Sumatera Timur) hingga ke Malang. Berpindah tugas dari satu daerah ke daerah lainnya ini membuatnya membuka mata dan mendapat banyak pengalaman akan kesengsaraan rakyat, dan berusaha membantu mereka dengan tidak menetapkan tarif atau bahkan membebaskan biaya untuk pasiennya.

Pada 1917, Soetomo menikahi Everdina J Broering yang merupakan seorang perawat berkebangsaan Belanda. Lalu pada 1919, Soetomo mendapat kesempatan untuk belajar di Universitas Amsterdam, Belanda dan berpindah dengan membawa serta istrinya.

Selain belajar di Belanda, dirinya juga aktif dalam Perhimpunan Indonesia (PI), yang merupakan perkumpulan mahasiswa Indonesia di Belanda. Melalui organisasi tersebut, ia berkenalan dengan tokoh PI lainnya seperti Mohammad Hatta, Ahmad Soebarjo, Ali Sastroamijoyo, Sunario, Iwa Kusuma, Sumantri dan Nazir Pamuncak.[2]

Setelah selama 4 tahun mengenyam pendidikan di Universitas Amsterdam, pada bulan Juni 1923 dia pulang ke Indonesia. Setibanya di Indonesia, dr Soetomo ditugaskan menjadi dosen sekolah dokter NIAS (Nederlandse Indische Artsen Schoool) di Surabaya.[2]

Setahun setelahnya, ia mendirikan perkumpulan lain yang diberi nama Indonesische Studieclub (IS) pada tanggal 11 Juli 1924. Perkumpulan ini berjuang untuk membangkitkan semangat kaum terpelajar supaya memiliki kesadaran dan kewajiban terhadap masyarakat.

dr Soetomo pernah menjadi anggota dewan kota (Gemeenteraad) di Surabaya. Keanggotaanya ini didorong oleh keyakinan bahwa melalui dewan ini suara rakyat makin cepat didengar.

Namun harapannya tidak terwujud karena kedudukannya di dewan tidak menguntungkan rakyat banyak. Oleh karena itu, Dr Soetomo dengan kawan-kawannya keluar dari dewan kota.[2]

Dalam menjalankan gerakannya, Budi Utomo mendapat bantuan dan dukungan dari Freemasonry, tokoh-tokoh Budi Utomo ternyata merupakan anggota Freemasonry. Freemasonry diartikan secara keseluruhan yaitu Kelompok Merdeka yang Sedang Membangun. [3]

Organisasi ini memiliki sistem moral tertentu yang menggunakan ilustrasi-ilustrasi tertentu, simbol-simbol khusus, dan juga ritual tersendiri. Ritual yang mereka lakukan, diklaim berasal dari Raja Solomon yang mendirikan Kuil Sucinya ([4]Herry Nurdi, 2006: 8).

Dalam beberapa sumber yang bisa dilacak, tradisi ini berasal dari Knight Templars yang bisa di urut hingga era Perang Salib antara abad 11 sampai abad ke-13. Freemasonry dan Budi Utomo mempunyai hubungan yang sangat kuat dan akrab. Ini kelak akan memengaruhi sikap Budi Utomo, terutama dalam sikap keberagaman mereka (Herry Nurdi, 2006: 54).

Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, membuat perasaan persatuan di kalangan pemimpin Indonesia semakin kuat dan meningkatkan rasa nasionalisme.

Pada 16 Oktober 1930, Indonesische Studieclub (IS) mengadakan reorganisasi dan berubah menjadi Partai Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Pada perkembangan ini, anggotanya tak hanya terbatas pada kaum terpelajar, melainkan juga terbuka untuk seluruh rakyat Indonesia.

Sepeninggal istrinya pada 17 Pebruari 1934, Soetomo menjalani hari-hari seorang diri di rumahnya. Setelah sekian lama kondisi kesehatannya menurun drastis, Soetomo wafat di usia 50 tahun pada 29 Mei 1938 dan dimakamkan di area Gedung Nasional Indonesia (GNI), tepatnya berada di Jalan Bubutan No. 85-87, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.[2]

Referensi

  1. "Dr. Soetomo, Orang Konservatif di Tengah Radikalisasi Pergerakan". tirto.id. Diakses tanggal 2019-11-22.
  2. 1 2 3 4 5 Nanda, Syafira (2023-05-20). "Profil Dr Soetomo Pendiri Organisasi Pergerakan Nasional Budi Utomo". Detik.
  3. media, bustamir (2023-11-19). "Pengaruh Freemasonry terhadap Organisasi Budi Utomo". Bustamir Media. Diakses tanggal 2025-11-19.
  4. Nurdi, Herry (2005). Jejak Freemasonry & Zionis di Indonesia (PDF). Jakarta: Cakrawala Publishing. hlm. 53.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Politik
Abdul Halim Majalengka · Abdul Kahar Mudzakkir ·Abdurrahman Wahid  · Achmad Soebardjo · Adam Malik · Adnan Kapau Gani · Alexander Andries Maramis · Alimin · Andi Sultan Daeng Radja · Arie Frederik Lasut · Arnold Mononutu · Djoeanda Kartawidjaja · Ernest Douwes Dekker · Fatmawati · Ferdinand Lumban Tobing · Frans Kaisiepo · Gatot Mangkoepradja · Hamengkubuwana IX · Herman Johannes · Idham Chalid · Ida Anak Agung Gde Agung · Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono · I Gusti Ketut Pudja · Iwa Koesoemasoemantri · Izaak Huru Doko · Johannes Leimena · Johannes Abraham Dimara ·Kasman Singodimedjo ·Kusumah Atmaja · Lambertus Nicodemus Palar · Mahmud Syah III dari Johor · Mangkunegara I · Maskoen Soemadiredja ·Mochtar Kusumaatmadja · Mohammad Hatta · Mohammad Husni Thamrin · Moewardi · Teuku Nyak Arif · Nani Wartabone · Oto Iskandar di Nata · Radjiman Wedyodiningrat · Rasuna Said · Saharjo · Samanhudi ·Soeharto  · Soekarni ·Soekarno · Sukarjo Wiryopranoto · Soepomo · Soeroso · Soerjopranoto · Sutan Mohammad Amin Nasution · Sutan Syahrir · Syafruddin Prawiranegara · Tan Malaka · Tjipto Mangoenkoesoemo · Oemar Said Tjokroaminoto ·Zainal Abidin Syah · Zainul Arifin
Militer
Kemerdekaan
Revolusi
Pergerakan
Sastra
Seni
Pendidikan
Integrasi
Pers
Pembangunan
Agama
Perjuangan
Abdul Kadir · Achmad Rifa'i · Andi Depu · Andi Mappanyukki · Aji Muhammad Idris · Aria Wangsakara · Baabullah · Bataha Santiago · Cut Nyak Dhien · Cut Nyak Meutia · Depati Amir · Hamengkubuwana I · I Gusti Ketut Jelantik · I Gusti Ngurah Made Agung · Ida Dewa Agung Jambe · Himayatuddin Muhammad Saidi · Iskandar Muda dari Aceh · Kiras Bangun · La Madukelleng · Machmud Singgirei Rumagesan · Mahmud Badaruddin II dari Palembang · Malahayati · Marsinah · Martha Christina Tiahahu · Nuku Muhammad Amiruddin · Nyai Ageng Serang · Opu Daeng Risadju · Paku Alam VIII · Pakubuwana VI · Pakubuwana X · Pangeran Antasari · Pangeran Diponegoro · Pattimura · Pong Tiku · Raden Mattaher · Radin Inten II · Ranggong Daeng Romo · Raja Haji Fisabilillah · Ratu Kalinyamat · Salahuddin bin Talabuddin · Sisingamangaraja XII · Sultan Agung dari Mataram · Sultan Hasanuddin · Teungku Chik di Tiro · Tuanku Imam Bonjol · Tuanku Tambusai · Teuku Umar · Tirtayasa dari Banten · Thaha Saifuddin dari Jambi · Tombolotutu · Tuan Rondahaim Saragih  · Untung Suropati · Zainal Mustafa
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan