Selasa, 22 September 2026
02:08 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi

Organisasi internasional negara-negara pengekspor minyak bumi

Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
Bendera Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi
Bendera
Negara anggota OPEC dan OPEC+
Negara anggota OPEC dan OPEC+
Kantor pusatWina, Austria
Bahasa resmiInggris
TipeOrganisasi antarpemerintah[1]
Keanggotaan
Pemimpin
Haitham al-Ghais
PendirianBaghdad, Irak
 Statuta
September 1960(66 tahun lalu) (September 1960)
 Efektif
January 1961(65 tahun lalu) (January 1961)
Mata uangDolar Amerika Serikat per barel (USD$/bbl)
Situs web resmi
opec.org
250px-OPEC-building-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Markas OPEC di Wina.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (bahasa Inggris:Organization of the Petroleum Exporting Countries, disingkat OPEC) adalah organisasi yang bertujuan sebagai tempat negosiasi terhadap masalah-masalah mengenai produksi, harga dan hak konsesi minyak bumi antara negara pengekspor minyak bumi dengan perusahaan-perusahaan minyak bumi. Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi didirikan pada tanggal 14 September 1960 di Bagdad, Irak. Saat pertama kali didirikan, jumlah anggotanya hanya lima negara. Sejak tahun 1965, sekretariat OPEC bertempat di Wina, Austria.

Anggota

Afrika

Timur Tengah

  •  Arab Saudi (negara pendiri, September 1960)
  •  Iran (negara pendiri, September 1960)
  •  Irak (negara pendiri, September 1960)
  •  Kuwait (negara pendiri, September 1960)
  •  Uni Emirat Arab (November 1967)

Amerika Selatan

  •  Ekuador (1973–1993, kembali menjadi anggota sejak tahun 2007 hingga 2020)
  •  Venezuela (negara pendiri, September 1960)

Anggota yang keluar

  •  Gabon (keanggotaan penuh dari 1975–1995)
  •  Ekuador 1975-1992, 2020-sekarang[2][3]
  •  Qatar 1961-2019
  • Uni Emirat Arab 1967-2026

Anggota yang ditangguhkan

  •  Indonesia (anggota dari Desember 1962–Mei 2008) (bergabung kembali tahun 2014)

Pada Mei 2008, Indonesia mengumumkan bahwa mereka telah mengajukan surat untuk keluar dari OPEC pada akhir 2008 mengingat Indonesia kini telah menjadi importir minyak (sejak 2003) atau net importer dan tidak mampu memenuhi kuota produksi yang telah ditetapkan. Namun, setelah dilakukan rapat, Indonesia hanya di suspen dari keanggotaan OPEC . Indonesia kembali menjadi anggota OPEC Secara Resmi pada tahun 2014.

Indonesia keluar kembali pada tanggal 30 November 2016, akibat kebijakan OPEC untuk menurunkan produksi minyak Indonesia sebanyak 37.000 barel perhari, untuk menghentikan penurunan harga minyak.[4]

Kemungkinan jadi anggota

  •  Suriah,  Sudan, dan  Bolivia (ketiga negara ini sudah diundang oleh OPEC untuk bergabung)
  •  Brasil (ingin bergabung setelah ditemukan cadangan minyak yang besar di Atlantik.

Referensi

  1. "Glossary of Industrial Organization Economics and Competition Law" (PDF). OECD. 1993. hlm. 19. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 22 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Kueffner, Stephan; Millard (2 Oktober 2019). "OPEC Suffers Another Departure With Ecuador Seeking More Cash". Bloomberg News. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-04-11.{{cite news}}: Parameter tidak dikenal |first-2= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Alexandra Valencia (1 Oktober 2019). Reuters https://web.archive.org/web/20200411012157/https://www.reuters.com/article/us-ecuador-opec/ecuador-to-quit-opec-in-2020-in-search-of-bigger-export-revenue-idUSKBN1WG4KB. Diarsipkan dari \title=Ecuador to quit OPEC in 2020 in search of bigger export revenue asli tanggal 2020-04-11.{{cite news}}: |title= tidak ada atau kosong; Periksa nilai |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Jensen, Fergus; Asmarini, Wilda (1 Desember 2016). "Net oil importer Indonesia leaves producer club OPEC, again". Reuters. Diakses tanggal 1 Desember 2016.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai OPEC.

Templat:Heads of state of OPEC member states Templat:Energy in Russia Templat:Petroleum industry

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan