Minggu, 11 Oktober 2026
11:59 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Soeljoadikoesoemo

Soeljoadikoesoemo

hakim, tentara, dan politikus Indonesia

Bagikan:
Soeljoadikoesoemo
Sulyoadikusumo_at_the_wedding_of_Mohammad_Roem%2C_1932.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Soeljoadikoesoemo, tahun 1932
Menteri Keamanan Rakyat Indonesia
ad interim
Masa jabatan
20 Oktober 1945 –14 November 1945
PresidenSoekarno
PendahuluSoeprijadi
PenggantiAmir Sjarifoeddin
Wakil Menteri Keamanan Rakyat Indonesiake-1
Masa jabatan
2 September 1945 –14 November 1945
PresidenSoekarno
PendahuluTidak ada; jabatan baru
PenggantiAbdul Moerad
Informasi pribadi
LahirRaden Imam Mochammad Soeljoadikoesoemo
18 April 1903
MeninggalTidak diketahui
Tidak diketahui
Pekerjaan
  • Hakim
  • Tentara
  • Politikus

Raden Imam Mochammad[a] Soeljoadikoesoemo[b] (EYD:Raden Imam Mohammad Sulyoadikusumo) adalah hakim, tentara, dan politikus Indonesia. Ia menjabat Menteri Keamanan Rakyat, diangkat menggantikan Supriyadi sebagai pejabat ad interim[3][4][1] dan Wakil Menteri Keamanan Rakyat pertama.[5] Sebelumnya, Soelijoadikoesoemo menjabat sebagai Wakil Residen Malang mendampingi Mr. R. P. Singgih.[6] Sosoknya tidak begitu dikenal seperti halnya Supriyadi yang dinyatakan hilang pasca Pemberontakan Tentara Peta. Soelijoadikoesoemo tidak lama menjabat sebagai Menteri Keamanan Rakyat karena setelah sistem pemerintahan berganti dari sistem Presidensial menjadi Parlementer jabatan tersebut digantikan oleh Amir Sjarifoeddin.

Riwayat

Soelijoadikoesoemo menurut penuturan Roem[7] lahir di Magetan pada tahun 1903. Setelah menamatkan sekolah dasar Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Soelijoadikoesoemo lanjut ke sekolah menengah Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), dan kemudian lanjut ke sekolah hukum di Batavia. Selesai pendidikan, Soelijoadikoesoemo meniti karir sebagai pegawai pengadilan Pemerintah Kolonial Belanda dengan pangkat Pejabat Perbendaharaan Pengadilan (Panitera). Soelijoadikoesoemo juga sempat menjabat sebagai hakim di Pengadilan Negeri Malang[8] sebelum akhirnya mengikuti pendidikan perwira Pembela Tanah Air (PETA).[2]

Selesai pendidikan perwira Peta, Soelijoadikoesoemo diangkat menjadi komandan Batalyon di Lumajang dengan pangkat Daidancho. Saat agresi militer Belanda, Soelijoadikoesoemo berjuang mempertahankan front Semeru Selatan bersama-sama dengan Kompi Soekertijo, Kapten Kyai Ilyas (Komandan Hizbullah Lumajang) dan Pasukan Gerilya Istimewa (Bekas Tentara Kekaisaran Jepang).

Catatan

  1. ↑ Beberapa sumber juga menyebutkan ejaan Moehammad,[1] Muhammad[2] dan Mohammad
  2. ↑ Beberapa sumber juga menyebutkan bernama Soelijoadikoesoemo (EYD: Suliyadikusumo) dan Soeljadikoesoemo (EYD: Sulyadikusumo)

Referensi

  1. 1 2 Nugrahanto, Widyo; Adyawardhina, Rina (Maret 2018). "Demokrasi Dalam Sejarah Militer Indonesia: Kajian Historis Tentang Pemilihan Panglima Tentara Pertama Pada 1945". Sosiohumaniora - Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora. 20 (1). Diakses tanggal 22 Januari 2026.
  2. 1 2 Sitompul, Martin (6 Agustus 2024). "Imam Muhammad Suliyoadikusumo Hanya Sebulan Jadi Menhan". Historia.id. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
  3. ↑ Departemen Penerangan Republik Indonesia (1970). Susunan dan program kabinet Republik Indonesia selama 25 tahun, 1945–1970. Pradnja Paramita. hlm. 3. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
  4. ↑ Dumadi, Sagimun Mulus (1989). Mas TRIP: Dari Brigade Pertempuran ke Brigade Pembangunan. hlm. 112. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
  5. ↑ "Jabatan Wamen Hak Preogratif Presiden". 8 Februari 2012. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
  6. ↑ Manan, Bagir (2003). DPR, DPD, dan MPR dalam UUD 1945 baru. FH-UII Press. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
  7. ↑ Soemarsono, Soemarso (1978). Mohamad Roem 70 tahun pejuang perunding. Bulan Bintang. Diakses tanggal 22 Januari 2016.
  8. ↑ Arsip Nasional Republik Indonesia. Daftar Orang Indonesia Terkemuka di Jawa. hlm. 51. Diakses tanggal 22 Januari 2016.
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan