Senin, 28 September 2026
16:16 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Slamet Bratanata

Slamet Bratanata

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Jaman Kabinet Ampera I Pada Masa Pemerintahan Presiden Soekarno

Slamet Bratanata
250px-Menteri_Pertambangan_Bratanata.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Pertambangan Indonesiake-4
Masa jabatan
25 Juli 1966 –17 Oktober 1967
PresidenSoekarno
PendahuluIbnu Sutowo
PenggantiSumantri Brodjonegoro
Informasi pribadi
Lahir(1928-02-28)28 Februari 1928
Meninggal12 Juni 1992(1992-06-12) (umur 64)

Ir. R. Slamet Bratanata (28 Februari 1928 – 12 Juni 1992) adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia pada Kabinet Ampera I pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Ia juga ikut menandatangani Petisi 50 pada tahun 1980.

Riwayat Hidup

Pendidikan

Slamet Bratanata menyelesaikan pendidikannya di bagian Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung pada bulan Januari 1954, yang merupakan insinyur mesin pertama yang diluluskan dari kampus tersebut.[1][2] Lulus tahap Propaedeutisch-examen eerste gedeelte (P1 - tingkat 1) pada bulan Oktober 1948, lulus tahap Propaedeutisch-examen tweede gedeelte (P2 - tingkat 2) pada bulan Agustus 1950, lulus tahap Candidaats-examen eerste gedeelte (C1 - tingkat 3), lulus tahap Candidaats-examen tweede gedeelte (C2 - tingkat 4), lulus tahap Ingenieurs-examen (Ir - tingkat 5) pada bulan Januari 1954.

Persatuan Insinyur Indonesia

Ia juga ikut mendirikan PII (Persatuan Insinyur Indonesia) pada 23 Mei 1952.[3]

Menteri Pertambangan Indonesia

Ketika menjadi menteri pertambangan, Ia termasuk ke dalam pihak yang menandatangani kontrak kerja sama dengan Freeport-McMoRan.[4]

Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Ia pernah juga menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada periode awal.[5]

Referensi

Slamet Bratanata Salah Satu Pendiri Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB)

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Ibnu Sutowo
sebagai Menteri Minyak, dan Gas Bumi
Menteri Pertambangan Indonesia
1966–1967
Diteruskan oleh:
Sumantri Brodjonegoro
Kabinet Ampera I (1966–1967)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan