Senin, 21 September 2026
15:48 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Martono

Martono

Martono
250px-Martono_-_Fourth_Development_Cabinet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi, 1983
Menteri Transmigrasi Indonesiake-7
Masa jabatan
19 Maret 1983 –21 Maret 1988
PresidenSoeharto
PendahuluHarun Zain
PenggantiSoegiarto
Menteri Muda Urusan Transmigrasi Indonesiake-1
Masa jabatan
19 Maret 1978 –21 Maret 1983
PresidenSoeharto
PendahuluTidak ada; jabatan baru
PenggantiBudi Arie Setiadi
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
1 Februari 1967 –19 Maret 1978
PenggantiArnold Achmad Baramuli
Daerah pemilihanSulawesi Selatan
(1971–78)
Informasi pribadi
Lahir(1925-05-17)17 Mei 1925
Meninggal13 Desember 1992(1992-12-13) (umur 67)
Jakarta, Indonesia
Partai politikGolongan Karya
PekerjaanPolitikus

Martono (17 Mei 1925  13 Desember 1992) adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Transmigrasi pada Kabinet Pembangunan IV pada pemerintahan Presiden Soeharto dari 1983 hingga 1988.

Karier

Revolusi fisik

Kariernya dimulai pada zaman revolusi bersenjata ketika Ia bersama para pelajar mengangkat senjata melawan Belanda. Pada awal revolusi itu Martono yang kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, ini menjadi komandan Tentara Pelajar Batalyon 300 di Yogya, kemudian komandan Detasemen III Brigade 17 Tentara Pelajar. Selain angkat senjata, ia juga mengajar di sekolah menengah.

Menjadi Pegawai Negeri

Kariernya kemudian ia rintis sebagai pegawai negeri, sampai ia menjabat atase pengajaran pada Kedutaan Besar RI di Tokyo (1960-1964).

Anggota DPR

Pulang ke Tanah Air, pada tahun-tahun pertama Orde Baru, ia menjadi anggota DPR dari Fraksi Karya tahun 1968 sampai tahun 1978. Hal itu lantaran sudah lama Martono menjadi salah seorang tokoh Kosgoro (Koperasi Serba Guna Gotong Royong) salah satu organisasi cikal bakal terbentuknya Golkar yang didirikan oleh Tentara Pelajar pada tahun 1957.

Mentri muda transmigrasi dan mentri transmigrasi

Belakangan ia diangkat oleh Presiden menjadi Menteri Muda Transmigrasi, kemudian menjadi Menteri Transmigrasi hingga tahun 1983.

Kegiatan organisasi

Selain pernah menjadi ketua umum Kosgoro, ia juga menjadi ketua umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) sampai akhir hayatnya, bahkan juga dikenal sebagai pejuang kaum tani dan nelayan dari ancaman penguasaan tanah oleh orang kota. Ia juga dikenal sebagai peletak dasar-dasar manajemen penyelenggaraan transmigrasi. Ketika menjadi Menteri Transmigrasi, ia pernah populer karena memperkenalkan sebuah alat untuk menyuburkan tanah yang disebut bodem korektor.

Tanda Kehormatan

Dalam Negeri

Luar Negeri

Doktor Kehormatan

Pada tahun 1985, ia mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Takushoku, Jepang.

Pranala luar

Referensi

  1. Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
  2. Lembaga Pemilihan Umum 1983, hlm. 599-600.
  3. Administrator (1989-05-27). "Penghargaan". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-05-06.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Harun Zain
sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Menteri Transmigrasi Indonesia
1983–1988
Diteruskan oleh:
Soegiarto
Posisi baru Menteri Muda Urusan Transmigrasi Indonesia
1978–1983
Diteruskan oleh:
Budi Arie Setiadi
sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Ali Wardhana
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden:


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan