Jumat, 06 November 2026
04:38 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Martono

Martono

Bagikan:
Martono
250px-Martono_-_Fourth_Development_Cabinet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi, 1983
Menteri Transmigrasi Indonesiake-7
Masa jabatan
19 Maret 1983 –21 Maret 1988
PresidenSoeharto
PendahuluHarun Zain
PenggantiSoegiarto
Menteri Muda Urusan Transmigrasi Indonesiake-1
Masa jabatan
19 Maret 1978 –21 Maret 1983
PresidenSoeharto
PendahuluTidak ada; jabatan baru
PenggantiBudi Arie Setiadi
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
1 Februari 1967 –19 Maret 1978
PenggantiArnold Achmad Baramuli
Daerah pemilihanSulawesi Selatan
(1971–78)
Informasi pribadi
Lahir(1925-05-17)17 Mei 1925
Meninggal13 Desember 1992(1992-12-13) (umur 67)
Jakarta, Indonesia
Partai politikGolongan Karya
PekerjaanPolitikus

Martono (17 Mei 1925 – 13 Desember 1992) adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Transmigrasi pada Kabinet Pembangunan IV pada pemerintahan Presiden Soeharto dari 1983 hingga 1988.

Karier

Revolusi fisik

Kariernya dimulai pada zaman revolusi bersenjata ketika Ia bersama para pelajar mengangkat senjata melawan Belanda. Pada awal revolusi itu Martono yang kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, ini menjadi komandan Tentara Pelajar Batalyon 300 di Yogya, kemudian komandan Detasemen III Brigade 17 Tentara Pelajar. Selain angkat senjata, ia juga mengajar di sekolah menengah.

Menjadi Pegawai Negeri

Kariernya kemudian ia rintis sebagai pegawai negeri, sampai ia menjabat atase pengajaran pada Kedutaan Besar RI di Tokyo (1960-1964).

Anggota DPR

Pulang ke Tanah Air, pada tahun-tahun pertama Orde Baru, ia menjadi anggota DPR dari Fraksi Karya tahun 1968 sampai tahun 1978. Hal itu lantaran sudah lama Martono menjadi salah seorang tokoh Kosgoro (Koperasi Serba Guna Gotong Royong) salah satu organisasi cikal bakal terbentuknya Golkar yang didirikan oleh Tentara Pelajar pada tahun 1957.

Mentri muda transmigrasi dan mentri transmigrasi

Belakangan ia diangkat oleh Presiden menjadi Menteri Muda Transmigrasi, kemudian menjadi Menteri Transmigrasi hingga tahun 1983.

Kegiatan organisasi

Selain pernah menjadi ketua umum Kosgoro, ia juga menjadi ketua umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) sampai akhir hayatnya, bahkan juga dikenal sebagai pejuang kaum tani dan nelayan dari ancaman penguasaan tanah oleh orang kota. Ia juga dikenal sebagai peletak dasar-dasar manajemen penyelenggaraan transmigrasi. Ketika menjadi Menteri Transmigrasi, ia pernah populer karena memperkenalkan sebuah alat untuk menyuburkan tanah yang disebut bodem korektor.

Tanda Kehormatan

Dalam Negeri

Luar Negeri

Doktor Kehormatan

Pada tahun 1985, ia mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Takushoku, Jepang.

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
  2. ↑ Lembaga Pemilihan Umum 1983, hlm. 599-600. sfn error: tanpa target: CITEREFLembaga_Pemilihan_Umum1983 (bantuan)
  3. ↑ Administrator (1989-05-27). "Penghargaan". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-05-06.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Harun Zain
sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Menteri Transmigrasi Indonesia
1983–1988
Diteruskan oleh:
Soegiarto
Posisi baru Menteri Muda Urusan Transmigrasi Indonesia
1978–1983
Diteruskan oleh:
Budi Arie Setiadi
sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Ali Wardhana
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden:


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan