Rabu, 28 Oktober 2026
11:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026
Suyono Sosrodarsono

Suyono Sosrodarsono

Bagikan:
Suyono Sosrodarsono
MenPU_Suyono_Sosrodarsono.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Menteri Pekerjaan Umum Indonesiake-18
Masa jabatan
19 Maret 1983 –21 Maret 1988
PresidenSoeharto
PendahuluPurnomosidi Hadjisarosa
PenggantiRadinal Mochtar
Informasi pribadi
Lahir(1926-03-03)3 Maret 1926
Meninggal17 Agustus 2019(2019-08-17) (umur 93)
Suami/istridr. Astuti Suyono Sosrodarsono
PendidikanInstitut Teknologi Bandung

Dr. (H.C.) Ir. Suyono Sosrodarsono (3 Maret 1926 – 17 Agustus 2019)[1] adalah Menteri Pekerjaan Umum pada Kabinet Pembangunan IV pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang menjabat sejak 19 Maret 1983 sampai 21 Maret 1988.

Pendidikan

Suyono menempuh pendidikan dasarnya Europese Lagere School (ELS), ia bersekolah selama 7 tahun. Kemudian lanjut ke tingkat menengah pertama di Hogere Burger School (HBS), Sekolah Menengah, namun ia putus sekolah pada 1942, ia lanjut Syoto Chu Gakko lulus pada tahun 1943.

Selanjutnya, ia menempuh pendidikan menengah atas di Koto Chu Gakko, dan Sekolah Menengah Atas Malang, ia lulus pada tahun 1947. Usai tamat sekolah, Suyono melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung Jurusan Teknik Sipil dari 1948 dan memperoleh gelar insinyur pada tahun 1955.

Karier

Birokrat

Suyono memulai kariernya sebagai birokrat di Jawatan Perumahan Rakyat, Departemen Pekerjaan Umum & Tenaga Listrik pada tahun 1955. Ia sempat studi banding Housing Developement di Denmark, Belanda, Inggris selama 3 bulan. Pada tahun 1956, ia dipercaya memimpin proyek pembangunan Pusat Pelatihan Pembangunan Masyarakat Desa. Di tahun yang sama, ia ditunjuk sebagai Ketua Delegasi Indonesia ke ECAFE di Bangkok Pertemuan tentang Housing. Pada tahun 1957, ia kembali memimpin proyek pembangunan Perumahan Pegawai Negeri, Pembangunan khusus Pejompongan.

Pada tahun 1959, ia menjadi Pd. Kepala Jawatan Perumahan Rakyat, Departemen Pekerjaan Umum. Kemudian antara tahun 1959–1963, ia dimutasi ke Sumatera Selatan menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan (pada saat itu meliputi Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan). Kemudian, Suyono kembali ke pusat sebagai Kepala Direktorat Tata Bangunan Departemen Pekerjaan Umum 1963–1964. Ia bertugas mengkoordinasi Jawatan Gedung-Gedung Negeri, Jawatan Planologi, Jawatan Perumahan Rakyat pada saat itu.

Tahun 1964 hingga 1966, Suyono memimpin Komando Proyek Penanggulangan Banjir Jakarta (Kopro Banjir). Selanjutnya ia menjadi Pembantu Menteri Pengairan Indonesia Bidang Perencanaan (1964–1966). Setelah departemen pengairan dileburkan ke Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, ia ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Pengairan dari 1966 hingga 1982. Pada masa jabatannya sebagai Dirjen Pengairan, bendungan yang dibangun diantaranya Bendungan Gajah Mungkur, Selorejo, dan Karangkates.

Pada dekade 1970an, Suyono menjadi delegasi Indonesia bidang pembangunan, menjadi Ketua Delegasi Indonesia dalam beberapa perundingan dengan Bank Dunia di Washington DC dan Asia Developement Bank di Manila. Pada 1972–1972, ia menjadi Vice President International Commission on Irrigation & Drainage (ICID). Pada 1982, ia menjadi Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum tahun 1982 hingga 1983.

Menteri Pekerjaan Umum dan Dewan Pertimbangan Agung

Pada Maret 1983, Presiden Soeharto melantik Suyono menjadi Menteri Pekerjaan Umum pada Kabinet Pembangunan IV. Usai menjabat sebagai menteri, ia menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Agung periode 1988–1993.

Konsultan dan komisaris

Setelah di pemerintahan Suyono beralih di sektor swasta menjadi Senior Consultant di Biro Konsultan Indo Consult tahun 1989-1994. Kemudian juga menjadi Presiden Komisaris di 2 perusahaan, yakni PT Bangun Cipta Pratama (1988–1998) dan PT Semen Cibinong (1990–2000).

Wafat

Suyono Sosrodarsono meninggal dunia pada Sabtu, 17 Agustus 2019 pukul 15.30 di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta. Jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.[2]

Tanda Kehormatan

Dalam Negeri

Luar Negeri

Referensi

  1. ↑ Dr. (H.C.) Ir. Suyono Sosrodarsono: DI MATA KAMI Diarsipkan 2020-11-29 di Wayback Machine, diakses 21 November 2020.
  2. ↑ Kementerian PUPR, Biro Komunikasi Publik, ed. (17 Agustus 2020). "Menteri PU (1983-1988) Suyono Sosrodarsono Wafat : Sosok Pekerja Keras, Sederhana dan Teladan Bagi Insan PUPR". pu.go.id. Diakses tanggal 21 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-08-05. Diakses tanggal 3 September 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Departemen Pekerjaan Umum, Indonesia (1995). 50 tahun Departemen Pekerjaan Umum. Indonesia: Departemen Pekerjaan Umum. Indonesia. hlm. 119.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Jabatan politik
Didahului oleh:
Purnomosidi Hadjisarosa
Menteri Pekerjaan Umum Indonesia
1983-1988
Diteruskan oleh:
Radinal Mochtar
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Ali Wardhana
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden:


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan