Minggu, 20 September 2026
21:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Muhammad Dahlan

Muhammad Dahlan

Muhammad Dahlan
250px-Muhammad_Dahlan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Agama IndonesiaKe-11
Masa jabatan
17 Oktober 1967 –11 September 1971
PresidenSoeharto
PendahuluKH. Saifuddin Zuhri
PenggantiProf.Dr.H.A. Mukti Ali
Informasi pribadi
Lahir(1909-06-02)2 Juni 1909
Meninggal1 Februari 1977(1977-02-01) (umur 67)
Partai politikNU
Suami/istriAisjah Dachlan (istri kedua)

K.H. Muhammad Dahlan (2 Juni 1909  1 Februari 1977) bertepatan dengan 14 Jumadil Ula 1327 Hijriah, di Desa Mandaranrejo, Panggungrejo, Pasuruan, Jawa Timur. Muhammad Dahlan adalah putera ketiga dari lima bersaudara. Ayah-ibu Dahlan bernama Abdul Hamid dan Chamsiyah. Desa tempat tinggal Dahlan itu terletak di pesisir pantai, kurang lebih berjarak tiga kilometer dari Kota Pasuruan.

Riwayat Hidup

Bersama kakak sulungnya, dengan rajin ia mengikuti kelompok-kelompok pengajian sebagaimana para ulama terdahulu yang mengikuti pengajian di sekitar halaman Masjid Al-Harram Makkah. Di kota suci itu ia belajar berbagai ilmu keagamaan, dan mengenal dunia luar secara umum yang kelak menjadi bekal dalam membangun negerinya terutama ketika berkiprah di NU. Tampilnya Dahlan di gelanggang pergerakan dimulai tahun 1930. Dialah tokoh yang merintis terbentuknya organisasi NU cabang Bangil, dan sekaligus menjadi ketuanya. Lima tahun kemudian ia terpilih menjadi ketua NU cabang Pasuruan.

Menteri Agama

Di bidang pemerintahan, Ia diberi amanah untuk menjabat Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan I pemerintahan presiden Soeharto (1967-1971), Ia juga yang memelopori musyawarah antarumat beragama tanggal 30 November 1967, agar peristiwa-peristiwa intoleransi antaragama tidak terulang lagi. KH. M. Dahlan yang memimpin pertemuan mengajukan pokok-pokok rencana persetujuan, yang intinya agar propaganda agama tidak dilakukan dengan tujuan meningkatkan jumlah pemeluk masing-masing agama, tetapi dilaksanakan untuk memperdalam pemahaman dan pengamalan tentang agamanya masing-masing.

Salah satu jasa besarnya bagi bangsa ini adalah bersama Prof. KH. Ibrahim Hosen memprakarsai penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional yang untuk pertama kalinya diadakan di Ujungpandang. Selain itu, bersama KH. Zaini Miftah, KH. Ali Masyhar dan Prof. DR. HA Mukti Ali pada 23 Januari 1970 membentuk Yayasan Ihya Ulumuddin, merintis berdirinya Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ), sebuah perguruan tinggi yang secara khusus mengajarkan seni baca dan menghafal Al-Qur’an. Dia juga melanjutkan pembangunan Masjid Istiqlal, dan mempelopori musyawarah antarumat beragama.[1]

Di bidang keilmuan, Dahlan terlihat menonjol pada disiplin ilmu fikih yang ditunjang dengan koleksi kitab-kitab yang dimilikinya. Hal itu menyebabkan Dahlan sangat moderat dalam memandang perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan imam madzhab. Ia tampak tidak kaku dengan pendapat madzhab tertentu dalam menentukan suatu hukum, sejauh pendapat itu dinilainya cukup argumentatif.

Wafat

250px-K._H._Moch._Dahlan_-_TMP_Kalibata%281%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam K. H. Moch. Dahlan di Taman Makam Pahlawan Kalibata

Kebiasaan Kiai Dahlan yang tidak pernah ditinggalkan semenjak menetap di Pasuruan hingga pindah ke Jakarta adalah membaca Kitab Dalail Khairat selepas salat Subuh hingga menjelang salat dhuha atau sesudah salat Maghrib sampai salat Isya. Pada tanggal 1 Februari 1977, selesai membaca kitab seperti hari-hari biasanya, KH. Muhammad Dahlan berpulang ke Rahmatullah. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, sebagai wujud dari pengakuan pemerintah atas jasa-jasanya dalam turut serta membangun bangsa Indonesia.

Referensi

  1. Kurniawati, Endri (2022-03-07). "Muhammad Dahlan, Menteri Agama Pelopor". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-11-11.

Pranala luar

KH. Muhammad Dahlan (1909-1977) Menteri Agama Penggagas MTQ & Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Di Indonesia Diarsipkan 2012-10-19 di Wayback Machine.

Jabatan politik
Didahului oleh:
KH. Saifuddin Zuhri
Menteri Agama Indonesia
1967–1971
Diteruskan oleh:
Prof. Dr. H.A. Mukti Ali
Kabinet Pembangunan I (1968–1973)
Mendagri: Basuki Rahmat, Amir Machmud Menlu: Adam Malik Menhankam/Panglima ABRI: Soeharto, Maraden Panggabean Menhak: Oemar Senoadji Menteri Penerangan: Boediardjo Menkeu: Ali Wardhana Mendag: Sumitro Djojohadikusomo Mentan: Thoyib Hadiwidjaja Menperin: M. Jusuf Mentam: Sumantri Brodjonegoro Menteri PUTL: Sutami Menhub: Frans Seda Mendikbud: Mashuri Saleh Menkes: G.A. Siwabessy Menag: Muhammad Dahlan, Abdul Mukti Ali Menaker: Mursalin Daeng Mamangung, M. Sadli Mentranskop: M. Sarbini, Subroto Mensos: Albert Mangaratua Tambunan, Idham Chalid (Plt.), M. S. Mintaredja Menteri Ekuin: Sri Sultan Hamengkubuwono IX Menteri Kesra: Idham Chalid Menteri PPN/ Ketua BAPPENAS: Sunawar Sukowati, Widjojo Nitisastro Menpenhukpemmen (dihapuskan sejak Reshuffle Kabinet pada 11 September 1971): M. S. Mintaredja Menteri PPAN: Harsono Tjokroaminoto, Emil Salim Jaksa Agung: Sugih Arto Gubernur Bank Indonesia: Radius Prawiro Pangkopkamtib: Maraden Panggabean, Sumitro Mensesneg: Alamsyah Ratu Perwiranegara, Soedharmono
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan