Agus Widjojo | |
|---|---|
Agus Widjojo pada 2025 | |
| Duta Besar Indonesia untuk Filipina | |
| Masa jabatan 12 Januari 2022 –8 Februari 2026 | |
| Presiden | Joko Widodo Prabowo Subianto |
| Pendahulu | Sinyo Harry Sarundajang |
| Pengganti | belum ada |
| Gubernur Lembaga Ketahanan Nasionalke-16 | |
| Masa jabatan 15 April 2016 –12 Januari 2022 | |
| Pendahulu | Budi Susilo Soepandji |
| Pengganti | Andi Widjajanto |
| Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Fraksi TNI & Polri | |
| Masa jabatan 29 Oktober 2001 –7 November 2002 Menjabatbersama Periode 1999–2004
| |
| Presiden | Megawati Soekarnoputri |
| Ketua MPR | Amien Rais |
| Pendahulu | Hari Sabarno |
| Pengganti | Slamet Supriadi |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat | |
| Masa jabatan 29 Oktober 2001 –7 November 2002 | |
| Pendahulu | Hari Sabarno |
| Pengganti | Bambang Widojanto |
| Kepala Staf Teritorial Tentara Nasional Indonesiake-12 | |
| Masa jabatan 9 November 1999 –29 Oktober 2001 | |
| Pendahulu | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Pengganti | Bambang Trisnohadi |
| Komandan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia | |
| Masa jabatan 1998–1999 | |
| Pendahulu | Johny Lumintang |
| Pengganti | Endriartono Sutarto |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1947-06-08)8 Juni 1947 |
| Meninggal | 8 Februari 2026(2026-02-08) (umur 78) Jakarta Pusat, Jakarta |
| Makam | TMPNU Kalibata, Jakarta Selatan, Jakarta |
| Suami/istri | Herlina Hinayati
(m. 1971;meninggal 2019)Ranny Moerni Cahyani
(m. 2021) |
| Anak | 2 |
| Orang tua |
|
| Kerabat | Mohammad Isnaeni (mertua) |
| Pendidikan | AKABRI (1970) United States Army Command and General Staff College (MMAS) Universitas George Washington (MPA) United States National Defense University (M.S.) |
| Pekerjaan | Tentara, diplomat |
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Dinas/cabang | |
| Pangkat | |
| Satuan | Infanteri |
| Pertempuran/perang | |
Agus Widjojo (EYD: Agus Wijoyo; 8 Juni 1947 – 8 Februari 2026)[1] adalah seorang purnawirawan tentara berkebangsaan Indonesia. Ia pernah menjadi duta besar Indonesia untuk negara Filipina dari Januari 2022 hingga akhir hayatnya pada Februari 2026. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Lemhannas sejak 15 April 2016 hingga 12 Januari 2022.
Agus Widjojo merupakan mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat mewakili Fraksi TNI/Polri periode 2001–2002 menggantikan Hari Sabarno yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Gotong Royong.[2][3]
Kehidupan awal dan pendidikan

Agus Widjojo dilahirkan di Solo pada 8 Juni 1947 sebagai anak dari pasangan Sutoyo Siswomiharjo, seorang perwira militer, dan Sri Rachyati. Agus merupakan anak sulung yang memiliki seorang adik perempuan dan seorang adik laki-laki.[4][5] Ayah Agus, Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo, dibunuh oleh Gerakan 30 September 1965 dan dianugerahi gelar sebagai salah satu Pahlawan Revolusi.[6][7] Agus yang saat itu berusia 18 tahun dan keluarganya baru mengetahui ayahnya dibunuh beberapa hari setelahnya dari media massa.[8][9]
Agus merupakan lulusan dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1970,[10] ia seangkatan dengan dua mantan KSAD, Subagyo Hadi Siswoyo dan Tyasno Sudarto.
Agus kemudian menamatkan pendidikan Jungle Warfare Course di Australia pada 1972, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat antara 1985 hingga 1986, Master of Military Arts and Science dari United States Army Command and General Staff College antara 1987 hingga 1988, Sekolah Staf dan Komando TNI antara 1990 hingga 1991, Master of Public Administration dari Universitas George Washington antara 1993 hingga 1994, dan Master of Science in National Security dari United States National Defense University pada 1994.[11][12][13][14][15]
Karier

Agus mengawali karier militernya sebagai komandan peleton di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Selanjutnya ia tercatat pernah menjabat Asisten Operasi Kepala Staf Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Kostrad antara 1985 hingga 1986, Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang 1 Kostrad antara 1990 hingga 1992, Kepala Staf Komando Daerah Militer II/Sriwijaya, Asisten Perencanaan Umum KASAD antara 1997 hingga 1998, Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI antara 1998 hingga 1999, dan Kepala Staf Teritorial Tentara Nasional Indonesia antara 1999 hingga 2001.[16][17][18]
Selama pengangkatannya sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI (SESKO TNI), sebuah wadah pemikir TNI, dia bertanggung jawab untuk restrukturisasi doktrin politik dan keamanan TNI. Agus Widjojo telah memainkan peran yang penting dalam pembaruan militer. Pada tahun 1998, ia bahkan pernah berpendapat bahwa militer seharusnya keluar dari politik dengan mengatakan, "Mereka yang melihat kebutuhan untuk menjadikan militer sebagai bagian dari sistem yang lebih demokratis adalah mereka yang telah terkena sistem demokrasi".[19]
Pada tahun 1998, Letjen Agus Widjojo dan Letjen Susilo Bambang Yudhoyono adalah jenderal bintang tiga semasa Wiranto waktu itu Panglima TNI, diminta menyiapkan konsep reformasi TNI.[20] Konsep tersebut dinamakan "Paradigma Baru TNI". Saat menjadi Wakil Ketua MPR pun, Beliau-lah yang memimpin Fraksi TNI/Polri untuk mundur dari parlemen dan fraksi tersebut dilikuidasi, yang di mana fakta sejarah yaitu MPR 1999-2004 ialah periode terakhir TNI/Polri berada di parlemen.[21]
Pada tanggal 23 Oktober 2002, Agus Widjojo mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) karena sudah memasuki masa pensiun TNI.[22] Posisinya sebagai wakil ketua MPR kemudian digantikan oleh Slamet Supriyadi pada tanggal 7 November 2002.[23][24]
Dalam bidang HAM, Agus Widjojo juga sempat menjabat sebagai anggota Komisi Kebenaran dan Persahabatan RI-Timtim yang menangani dugaan pelanggaran HAM Indonesia di Timor Timur. Meski ayahnya merupakan korban tragedi G30S, Agus memiliki perhatian mengenai tragedi politik Indonesia pada 1965. Agus Widjojo salah satu penasihat Forum Silaturahmi Anak Bangsa, forum yang didirikan pada 2003 yang mempertemukan anak-anak korban konflik politik 1965.[25] Terbaru, ia juga merupakan penggagas sekaligus Ketua Panitia Pengarah Simposium Nasional membedah Tragedi 1965 yang diadakan melalui Kemenkopolhukam pada 2016.[26]
Ia pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R) pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode pertama. Dia adalah Senior Fellow dari Centre for Strategic and International Studies dan Visiting Fellow Senior dari Institut Pertahanan dan Studi Strategis di Singapura. Ia juga merupakan penasihat di Dewan Institut Perdamaian dan Demokrasi (IPD), Universitas Udayana, Bali yang menggagas Bali Democracy Forum. Ia telah menulis berbagai artikel tentang isu-isu keamanan di wilayah Asia-Pasifik.

Pada 15 April 2016, Presiden Joko Widodo resmi melantik Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), di Istana Merdeka, Jakarta. Surat pengangkatan Agus tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 43/TPA/2016 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Gubernur Lemhannas.[27] Agus mengatakan, ke depan dia akan membawa Lemhannas lebih sering menyentuh kepada kegiatan masyarakat. Tujuannya agar kehadiran Lemhannas bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. "Ke depan saya sudah minta pengarahan dari Bapak Presiden agar Lemhannas tidak hanya dirasakan di dalam ruang-ruang Lemhannas, tetapi juga seluruh kegiatan sehari-hari masyarakat Indonesia pada seluruh wilayah," ujar Agus usai pelantikan dirinya di Istana Negara. Selain itu, Agus ingin agar Lemhannas bisa menangani hal-hal yang bersifat mendesak. "Tujuannya untuk membantu kebijakan yang diambil pemerintah," katanya.[28]

Pada 12 Januari 2022, Presiden Joko Widodo melantik Agus Widjojo menjadi Duta Besar Indonesia untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau.[29] Agus menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada 25 Mei 2022.[30][31][32]
Pandangan
Dalam peluncuran bukunya tahun 2015 mengenai Transformasi TNI, dia mengemukakan pada pemerintahan saat ini banyak peran di luar profesi kemiliteran yang “dititipkan” untuk dilaksanakan TNI, di antaranya mewujudkan swasembada pangan dan lain-lain. Menurut Widjojo, peran dan tugas utama TNI adalah pertahanan negara dan setelah disadari banyak peran di luar kemiliteran pada saat itu mengganggu kehidupan demokrasi Indonesia maka jangan lagi TNI ditarik ke wilayah itu. Dia tegaskan, kepercayaan diri kalangan elite dan pucuk pimpinan sipil negara ini dapat ditinggikan dengan lebih menumbuhkan kapasitas di antara mereka.[33] Tentara Nasional Indonesia perlu memusatkan perhatian pada tugas pokoknya menjaga pertahanan nasional, sehingga sebagai implikasinya mesti melepaskan tanggung jawab di sektor keamanan dalam negeri, seperti dalam kasus tumpang tindih TNI AL dengan Bakamla. “Masih ada salah pengertian bahwa keamanan laut dan keamanan maritim berada di tangan TNI Angkatan Laut. Perlu ditanamkan pengertian, fungsi keamanan maritim merupakan fungsi penegakan hukum di wilayah perairan nasional yang dilaksanakan oleh lembaga penegak hukum sipil,” kata Agus.[34]
Meninggal
Agus meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto pada 8 Februari 2026 dalam usia 76 tahun.[35][36] Jenazahnya diberikan penghormatan terakhir di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri pada malam hari itu[37] dan dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata keesokan harinya.[38]
Kehidupan pribadi

Agus Widjojo menikah pada 1971 dengan Herlina Hinayati, putri dari Mohammad Isnaeni, politikus Partai Demokrasi Indonesia yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI 1966–1982 dan Wakil Ketua MPR RI 1971–1982.[39][40][41][42] Herlina lahir di Madiun pada 22 Mei 1947[43] dan meninggal dunia di Rumah Sakit MMC Jakarta pada 15 April 2019 serta dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir.[44] Herlina memegang gelar Sarjana Ekonomi (Dra.) dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1984.[45] Dari pernikahan itu mereka memiliki dua orang anak, salah satunya bernama Puri Lestari.[9][46][43]
Sepeninggal mendiang istrinya, Agus menikah lagi dengan Ranny Moerni Cahyani pada 2021.[47][48][31]
Publikasi
- Transformasi TNI Dari Pejuang Kemerdekaan Menuju Tentara Profesional dalam Demokrasi: Pergulatan TNI Mengukuhkan Kepribadian dan Jati Diri (Center for Strategic International Studies, 2015)
Penghargaan
| Baris ke-1 | Bintang Mahaputera Adipradana (2024)[49] | Bintang Dharma | Bintang Yudha Dharma Pratama |
|---|---|---|---|
| Baris ke-2 | Bintang Kartika Eka Paksi Pratama | Bintang Yudha Dharma Nararya | Bintang Kartika Eka Paksi Nararya |
| Baris ke-3 | Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun | Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun | Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun |
| Baris ke-4 | Satyalancana Dwidya Sistha | Satyalancana Raksaka Dharma | Satyalancana Seroja (Ulangan Pertama) |
| Baris ke-5 | Satyalancana Santi Dharma | Satyalancana Santi Dharma | The Second United Nations Emergency Force (UNEF II) Medal |
Referensi
- ↑ "Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo Meninggal Dunia". nasional. Diakses tanggal 2026-02-08.
- ↑ Crouch, Harold (2010). Political Reform in Indonesia After Soeharto. Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 158. ISBN 978-981-230-920-4.
- ↑ "AGUS WIDJOJO". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-08-19. Diakses tanggal 2014-08-18.
- ↑ Militer, Indonesia Angkatan Darat Pusat Sedjarah (5 Agu 1966). "Biografi 9: i. e. sembilan pahlawan revolusi Indonesia". Diakses tanggal 5 Agu 2026 – via Google Books.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate=and|date= - ↑ "Pantjawarsa hari peringatan kesaktian Pantjasila". Departemen Pertahanan-Keamanan. 5 Agu 1970. Diakses tanggal 5 Agu 2026 – via Google Books.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate=and|date= - ↑ Tempo, Pusat Data Dan Analisa. "Kabinet Impian Proklamasi 72". Tempo Publishing. Diakses tanggal 5 Agu 2026 – via Google Books.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ Anak yang Melampaui Karier Ayah? Diarsipkan 2014-08-19 di Wayback Machine. Tempo, 14 Juni 2011
- ↑ TEMPO, Pusat Data dan Analisa (7 Jan 2019). "Fobia Hantu Komunis". Tempo Publishing. Diakses tanggal 5 Agu 2026 – via Google Books.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - 1 2 "Begini Gubernur Lemhanas Ajarkan Anaknya Sikapi Tragedi 1965". Tempo. 27 Apr 2016. Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ ALUMNI - 1970 lihat bagian infanteri no. 267
- ↑ TEMPO, Pusat Data dan Analisa (7 Jan 2019). "Fobia Hantu Komunis". Tempo Publishing. Diakses tanggal 5 Agu 2026 – via Google Books.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ Tempo, Pusat Data Dan Analisa. "Kabinet Impian Proklamasi 72". Tempo Publishing. Diakses tanggal 5 Agu 2026 – via Google Books.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "Agus Widjojo, Jenderal Pemikir". tempo.co. 11 Feb 2026. Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "Agus Widjojo | Innovations for Successful Societies". successfulsocieties.princeton.edu. Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "International Study, Missions, & Outreach > Alumni > International Hall of Fame Program". ismo.ndu.edu. Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ Indonesia, Tokoh (11 Jun 2007). "Agus Widjojo". Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ https://industry.co.id/read/56080/jejak-langkah-letjen-tni-purn-agus-widjojo-putra-sulung-pahlawan-revolusi-mayjen-anumerta-sutoyo-siswomihardjo
- ↑ TEMPO, Pusat Data dan Analisa (7 Jan 2019). "Fobia Hantu Komunis". Tempo Publishing. Diakses tanggal 5 Agu 2026 – via Google Books.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ ""Kemitraan: Agus Widjojo"". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-08-19. Diakses tanggal 2014-08-18.
- ↑ "SBY: Kalau Ada yang Mau Kudeta, Saya Paling Depan Menolak! | politik | tempo.co". Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "Agus Widjojo". Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "Letjen (Purn) Agus Widjojo Resmi Diganti". Kompas. 24 Oktober 2002. hlm. 6. Diakses tanggal 28 Desember 2021.
- ↑ "Slamet Supriadi Gantikan Agus Widjojo di MPR". Kompas. 8 November 2002. hlm. 6. Diakses tanggal 28 Desember 2021.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pelantikan". Tempo. 10 November 2002. Diakses tanggal 28 Desember 2021.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Jadi Gubernur Lemhanas, Ini Rekam Jejak Agus Widjojo | tempo.co". Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "[Wawancara] Penyelesaian Tragedi 65, Kenapa Harus Lewat Simposium?". portalkbr.com. Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "Agus Widjojo Resmi Jabat Gubernur Lemhanas : Okezone News". https://news.okezone.com/. 15 Apr 2016. Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate=; Tautan eksternal dalam|website= - ↑ Jordan, Ray. "Agus Widjojo: Saya Ingin Lemhannas Lebih Menyentuh Masyarakat". detiknews. Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "Presiden Lantik Tiga Dubes RI untuk Negara Sahabat". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 12 Januari 2022. Diakses tanggal 12 Januari 2022.
- ↑ "Duterte menerima sertifikat dari duta besar untuk Kamboja, Indonesia, Argentina dan Yunani". Review Bekasi. 25 Mei 2022. Diakses tanggal 25 Mei 2022.
- 1 2 "Republic of Indonesia Ambassador-designate Agus Widjojo presents his letter of credence to President Rodrigo Roa Duterte during the presentation of credentials at the Malacañang Palace on May 25, 2022. – Presidential Communications Office". Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "Photo Releases – Presidential Communications Office". Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "Letjen Purn. Agus Widjojo luncurkan buku Transformasi TNI". Antara News. 28 Sep 2015. Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "Tumpang "Tindih Aturan Penegakan Hukum Maritim"". Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ Nugroho, Novali Panji. "Former Lemhanas Governor Agus Widjojo Dies at 76". Tempo. Tempo. Diakses tanggal 9 Februari 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Pedrajas, Joseph. "Indonesian ambassador in Manila passes away". Manila Bulletin. Diakses tanggal 9 Februari 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Kemlu beri penghormatan terakhir bagi mendiang Dubes Agus Widjojo". Antara News. 9 Feb 2026. Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "Luhut Binsar Pimpin Prosesi Pemakaman Agus Widjojo di TMP Kalibata". Tribunnews.com. 9 Feb 2026. Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "MENIKAH - 1971-06-05 - DATA TEMPO". data.tempo.co. Diakses tanggal 5 Agu 2026. Herlina Hinayati Isnaeni Putri Wakil Ketua Dpr Dan Ketua I Dpp Pni M. Isnaeni Menikah Dengan Anak Sulung Pahlawan Revolusi Sutoyo, Agus Wijoyo Sutoyo.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ Koonings, Kees; Kruijt, Dirk (5 Mei 2002). "Political Armies: The Military and Nation Building in the Age of Democracy". Zed Books. Diakses tanggal 5 Agu 2026 – via Google Books.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ "Membela demokrasi: biografi politik R.O. Tambunan". Tim Pembela Demokrasi Indonesia. 5 Agu 2007. Diakses tanggal 5 Agu 2026 – via Google Books.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate=and|date= - ↑ Publishing, TEMPO (1 Jan 2020). "Jenderal Agus Wirahadikusumah, Prajurit Idealis Sekaligus Tokoh Antagonis TNI". Tempo Publishing. Diakses tanggal 5 Agu 2026 – via Google Books.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - 1 2 Salam, Solichin (5 Agu 1992). "Hidup adalah pengabdian". Gema Salam. Diakses tanggal 5 Agu 2026 – via Google Books.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate=and|date= - ↑ "Istri Gubernur Lemhannas Agus Widjojo Hembuskan Napas Terakhir di Usia 71 Tahun". Tribunnews.com. 15 Apr 2019. Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ Sutoyo;, Herlina Hinayati Agus W. (5 Agu 1984). "Suatu penelitian terhadap kualifikasi sarjana ekonomi sebagai calon manajer pada perusahaan asing Belanda". Departemen Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Diakses tanggal 5 Agu 2026 – via psb.feb.ui.ac.id.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate=and|date=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link) - ↑ [email protected], Tatang Mulyana Sinaga- (9 Feb 2026). "Agus Widjojo, Diplomat Bersahaja dan Tentara Reformis". Kompas.id. Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ Kompas, Tim Harian (29 Jan 2022). "Agus Widjojo, Momen Emosional". Kompas.id. Diakses tanggal 5 Agu 2026. Agus pun segera membuat pernyataan melegakan. "Akan tetapi, saat di Lemhannas ini saya menikah lagi," papar mantan Kepala Staf Kodam Jaya itu. ... Agus menikahi Rani tahun lalu. "Saya ditanya oleh Pak Pras (Laksamana Muda TNI Prasetya Nugraha, Deputi Pemantapan Nilai Kebangsaan Lemhannas), ...
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ SP, Admin (9 Feb 2026). "Istri Kenang Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo sebagai Jenderal Reformis dan Pemikir". Diakses tanggal 5 Agu 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|accessdate= - ↑ Media, Kompas Cyber (2024-08-14). "Jokowi Berikan Gelar Tanda Kehormatan untuk 64 Tokoh, Ada Prabowo, Airlangga hingga Surya Paloh". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-08-14.
Pranala luar
- Biografi Agus Widjojo Diarsipkan 2014-08-11 di Wayback Machine. di tokohindonesia.com
| Jabatan diplomatik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Sinyo Harry Sarundajang |
Duta Besar Indonesia untuk Filipina 2022–2026 |
Diteruskan oleh: Lowong |
| Jabatan pemerintahan | ||
| Didahului oleh: Budi Susilo Soepandji |
Gubernur Lemhannas 2016–2022 |
Diteruskan oleh: Andi Widjajanto |
| Jabatan politik | ||
| Didahului oleh: Hari Sabarno |
Wakil Ketua MPR RI Fraksi TNI & Polri 2001–2002 |
Diteruskan oleh: Slamet Supriyadi |
| Jabatan militer | ||
| Didahului oleh: Susilo Bambang Yudhoyono |
Kepala Staf Teritorial Tentara Nasional Indonesia 1999–2001 |
Diteruskan oleh: Bambang Trisnohadi |
| Didahului oleh: Johny Lumintang |
Komandan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia 1998–1999 |
Diteruskan oleh: Endriartono Sutarto |
| Didahului oleh: E. Djanadi Bimo Prakoso |
Komandan Brigade Infanteri 17 1990–1992 |
Diteruskan oleh: Sugiono |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |