Kamis, 01 Oktober 2026
15:02 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah
Ali Alatas

Ali Alatas

diplomat Indonesia

Bagikan:
Ali Alatas
250px-Sixth_Development_Cabinet_Poster_%28Ali_Alatas%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ketua Dewan Pertimbangan Presidenke-1
Masa jabatan
10 April 2007 –11 Desember 2008
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluAchmad Tirtosudiro
(sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung)
PenggantiT.B. Silalahi
Menteri Luar Negeri Indonesiake-13
Masa jabatan
23 Maret 1988 –20 Oktober 1999
PresidenSoeharto
B. J. Habibie
PendahuluMochtar Kusumaatmadja
PenggantiAlwi Shihab
Informasi pribadi
Lahir(1932-11-04)4 November 1932
Meninggal11 Desember 2008(2008-12-11) (umur 76)
Suami/istriJunisa Wolff Alatas[1][2]
Anak3
ProfesiDiplomat

Ali Alatas (4 November 1932 – 11 Desember 2008) adalah seorang diplomat Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia tahun 1988–1999 di bawah Presiden Soeharto dan BJ Habibie. Hingga kematiannya, ia menjabat sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Myanmar, Utusan Khusus Presiden RI untuk masalah Timur Tengah, dan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.

Kehidupan Awal

Ali Alatas lahir dari keluarga yang cukup berpengaruh di lingkungannya. Beberapa teman masa kanak-kanaknya mengatakan bahwa kakek Ali Alatas adalah orang terpandang sehingga mencium tangan orang tua itu dinilai sebagai sebuah berkah. Namun Ali Alatas sendiri lebih menyukai bermain dengan teman sebayanya. Ia suka bermain di tepian Sungai Ciliwung di dekat Gedung Kumidi (Gedung Kesenian Pasar Baru), dan terkadang juga suka menyusuri sungai yang membelah kota Jakarta itu dengan menggunakan rakit dari batang pisang. Pada masa kecilnya ini juga ia dikenal suka bermain bola di sebuah lapangan di Cikini. "Tidak sulit mencari Ali, cari saja lapangan bola seperti di Cikini sana, cari yang paling jangkung itulah si Ali," ujar salah seorang temannya semasa SD dalam wawancara pada tahun 1988.[3]

Karier

Pendidikan dasar kediplomatan diperoleh di Akademi Dinas Luar Negeri Jakarta (lulus 1954) dan di Fakultas Hukum UI (lulus 1956). Selanjutnya ia menggeluti dunia pers hingga awal 1950, kemudian ia masuk Direktorat Ekonomi Antarnegara Departemen Luar Negeri. Karier sebagai diplomat dijalaninya di berbagai perwakilan Indonesia, seperti Thailand, Amerika Serikat, dan PBB. Ia pernah juga menjadi seketaris Adam Malik ketika Adam Malik menjadi Menteri Luar Negeri (1970–1976) dan Wakil Presiden RI (1978–1982).

Kariernya mulai berkembang sewaktu menjabat sebagai staf perwakilan Indonesia di PBB. Di sana ia aktif dalam menggalang suara G77, kelompok negara-negara berkembang di lembaga dunia tersebut.

Namanya mulai dikenal luas setelah ia aktif sebagai fasilitator perundingan perdamaian terhadap pihak-pihak yang bertikai dalam Perang Kamboja–Vietnam, melalui pertemuan-pertemuan informal yang dikenal sebagai Jakarta Informal Meeting (JIM) hingga beberapa kali. Kegiatan diplomatis ini berakhir dengan sukses setelah tercapainya Perjanjian Perdamaian Kamboja Komprehensif yang ditandatangani di Paris pada tahun 1991. The Guardian menyebut bahwa perjanjian perdamaian ini merupakan keberhasilan terbesar Ali Alatas.[4]

Sumbangsih lain yang tidak terlalu diamati luas oleh pers tetapi signifikan adalah sebagai mediator atau penengah dalam perundingan pemerintah Filipina dengan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) yang berakhir dengan ditandatanganinya Perjanjian Jakarta pada tahun 1996.[5]

Ali Alatas adalah orang terdepan dalam kepemimpinan Indonesia di Gerakan Non-Blok (NAM) pada tahun 1992–1995. Lewat usahanya, Indonesia dapat ikut melobi G7 yang merupakan kelompok negara-negara maju dengan perekonomian terbesar, untuk bersedia menghapus hutang beberapa negara berkembang dan bekerja sama dengan mempertimbangkan kesetaraan. Namun, sebagai diplomat ia harus menghadapi ujian berat membela kebijakan yang ditempuh Indonesia terhadap masalah Timor Timur.

Pada 2003, Alatas diangkat sebagai utusan khusus Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia berkunjung selama tiga hari ke Myanmar pada 18 Agustus 2005 untuk mendesak pembebasan Aung San Suu Kyi. Ia merupakan utusan khusus pertama yang diizinkan berkunjung ke negara itu sejak 2004. Sumbangsihnya yang terakhir bagi Asia Tenggara adalah dalam merumuskan Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang berlaku mulai Januari 2009. Ia adalah anggota dari dewan perumus dokumen tersebut.

Penghargaan yang diterimanya, di antaranya, adalah Bintang Mahaputera Utama dan beberapa penghargaan dari luar negeri dan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro pada tahun 1996.

Kehidupan pribadi

Makam Ali Alatas di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata
Makam Ali Alatas di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.

Ali Alatas merupakan keturunan blasteran dari Arab Hadhrami (Yaman) dan Sunda. Ia memiliki kakek yang merupakan pedagang pada era Hindia Belanda, yakni Abdullah bin Alwi Alatas. Alex, begitu ia akrab dipanggil, menikah dengan Junisa dan pasangan ini dikaruniai tiga orang anak. Sebagai diplomat, ia dikenal akrab kepada semua kalangan, baik pejabat maupun petugas keamanan. Ia dilaporkan biasa mengobrol dengan petugas keamanan di PBB sewaktu merokok di luar gedung.

Ia wafat di Rumah Sakit Mount Elizabeth di Singapura pada tanggal 11 Desember 2008 pukul 07.30 waktu setempat setelah mendapat serangan jantung pada tanggal 20 November 2008. Ia dibawa ke Singapura setelah beberapa hari dirawat di Jakarta. Jenazahnya dimakamkan keesokan harinya di TMP Kalibata dengan upacara militer dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.[6]

Tanda Kehormatan

NegaraTanggalTanda KehormatanPita HarianPost Nominal
 Indonesia6 Agustus 1998Bintang Republik Indonesia Utama[7]Pita_%28Ribbon%29_Bintang_Republik_Indonesia_Utama.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
12 Agustus 1992Bintang Mahaputera Adipradana[8]Pita_%28Ribbon%29_Bintang_Mahaputera_Adipradana.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
27 Juli 1982Bintang Mahaputera Utama[8]PIta_%28Ribbon%29_Bintang_Mahaputera_Utama.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
 Thailand16 Juni 2000Knight Grand Cordon (Special Class) of the Most Exalted Order of the White Elephant[9]120px-Order_of_the_White_Elephant_-_Special_Class_%28Thailand%29_ribbon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailGCE
2 Agustus 1994Knight Grand Cordon (Special Class) of the Most Noble Order of the Crown of Thailand[10]Order_of_the_Crown_of_Thailand_-_Special_Class_%28Thailand%29_ribbon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaledKGCT
16 Juli 1988Knight Grand Cross (First Class) of the Most Exalted Order of the White Elephant[11]120px-Order_of_the_White_Elephant_-_1st_Class_%28Thailand%29_ribbon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailKCE
 Australia30 Maret 1995Honorary Officer (Civil Division) of the Order of Australia[12]Order_of_Australia_%28Civil_division%29_ribbon_bar.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaledAO
 Austria1996Grand Decoration of Honour in Silver with Star of the Decoration of Honour for Services to the Republic of Austria[13]120px-AUT_Honour_for_Services_to_the_Republic_of_Austria_-_5th_Class_BAR.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
 Kamboja1 Mei 1999Grand Cross of the Royal Order of Sahametrei[14][15]Royal_Order_of_Sahametrei_Grand_Cross_Ribbon_Bar.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
 Filipina9 Agustus 1999Grand Collar of the Order of Sikatuna, Rank of Raja[16][17][18]Order_of_Sikatuna%2C_Grand_Collar_ribbon_bar.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaledGCS
 Perancis19 Desember 2003Commandeur of the National Order of the Legion of Honour[19]Commander_of_Legion_of_Honour_Ribbon_Bar.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
 Jepang25 Juni 2007Grand Cordon of the Order of the Rising Sun [20]120px-JPN_Kyokujitsu-sho_1Class_BAR.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ Veteran Indonesian diplomat Ali Alatas dies at 76, The Malaysian Insider, 11 Desember 2008. Diakses pada 13 Desember 2008
  2. ↑ "(INDONESIA-L) GJA - Alatas, Sudwika". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-14. Diakses tanggal 2008-12-13.
  3. ↑ Majalah Kartini, 17 April 1988. "Orang-orang baru di kabinet bercerita tentang masa kecil mereka: Dari yang menjadi komandan gembala sampai mata-mata cilik"
  4. ↑ MacKinnon, Ian (2008-12-17). "Ali Alatas: Indonesian diplomat who helped broker peace in Cambodia". UK: The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-06-29. Diakses tanggal 2010-04-23.
  5. ↑ Marsden, Lee (2016). The Ashgate Research Companion to Religion and Conflict Resolution. Routledge. hlm. 128. ISBN 978-1317041832.
  6. ↑ "Ali Alatas Dimakamkan dengan Penghormatan Militer". KOMPAS.com. 2008-12-12. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-11-11. Diakses tanggal 2023-11-11.
  7. ↑ "Daftar WNI yang Menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia Tahun 1959–sekarang" (PDF). Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. 7 Januari 2020. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-07-29. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
  8. 1 2 Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-08-05. Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
  9. ↑ ประกาศสำนักนายกรัฐมนตรี เรื่อง พระราชทานเครื่องราชอิสริยาภรณ์ให้แก่ชาวต่างประเทศ [นายอาลี อลาตัส] (PDF) (dalam bahasa Thai). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2024-02-26. Diakses tanggal 26 Februari 2024.
  10. ↑ ประกาศสํานักนายกรัฐมนตรี เรื่อง พระราชทานเครื่องราชอิสริยาภรณ์
  11. ↑ ประกาศสำนักนายกรัฐมนตรี เรื่อง พระราชทานเครื่องราชอิสริยาภรณ์ให้แก่ชาวต่างประเทศ รัฐมนตรีต่างประเทศอาเซียนและประเทศคู่เจรจา รวม ๖ ราย (PDF) (dalam bahasa Thai). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2024-02-26. Diakses tanggal 26 Februari 2024.
  12. ↑ "It's an Honour". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-02-15. Diakses tanggal 2011-01-28.
  13. ↑ "Eingelangt am 23.04.2012 : Dieser Text wurde elektronisch übermittelt. Abweichungen vom Original sind möglich. Bundeskanzler Anfragebeantwortung" (PDF). Parlament.gv.at. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2019-05-06. Diakses tanggal 10 Februari 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Hamid Al Hadad, Indonesia (2022). Diplomat Jadi Ustad. Indonesia: Expose. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-03-30. Diakses tanggal 2024-02-04.
  15. ↑ "Indonesian Foreign Minister Ali Alatas is presented with a medal..." Getty Images (dalam bahasa American English). 2023-06-13. Diakses tanggal 2024-07-21.
  16. ↑ PHILIPPINES: INDONESIA'S FM ALATAS RECEIVES AWARD, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-30, diakses tanggal 2023-03-30
  17. ↑ "The Order of Sikatuna". Official Gazette of the Republic of the Philippines. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-08-25. Diakses tanggal 14 Mei 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ "Philippine President Joseph Estrada confers the Order of Sikatuna..." Getty Images (dalam bahasa American English). 2023-06-13. Diakses tanggal 2024-05-29.
  19. ↑ "Kedubes Prancis Serahkan Penghargaan Kepada Ali Alatas". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2003-12-19. Diakses tanggal 2024-05-30.
  20. ↑ "在インドネシア日本国大使館 - NEWS LETTER". www.id.emb-japan.go.jp. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-12. Diakses tanggal 2023-06-12.

Pranala luar

Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Achmad Tirtosudiro
(sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung)
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden
2007–2008
Diteruskan oleh:
T.B. Silalahi
Didahului oleh:
Mochtar Kusumaatmadja
Menteri Luar Negeri Indonesia
1988–1999
Diteruskan oleh:
Alwi Shihab
Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Abdullah Kamil
Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa
1982–1988
Diteruskan oleh:
Nana Sutresna
Didahului oleh:
Ismail Thayeb
Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa
1976–1978
Diteruskan oleh:
Atmono Suryo
Menko Polkam: Feisal Tanjung •Menko Ekuin: Ginandjar Kartasasmita, Hartarto Sastrosoenarto (Plt.) •Menko PP-PAN: Hartarto Sastrosoenarto •Menko Kesra : Haryono Suyono •Mendagri: Syarwan Hamid, Feisal Tanjung (Plt.) •Menlu: Ali Alatas •Menhankam/Panglima ABRI: Wiranto •Menhak: Muladi •Menteri Penerangan: Yunus Yosfiah •Menkeu: Bambang Subianto •Menperindag: Rahardi Ramelan •Mentan: Soleh Solahudin •Mentamben: Kuntoro Mangkusubroto •Menhutbun: Muslimin Nasution •Menteri PU: Rachmadi Bambang Sumadhijo •Menhub: Giri Suseno Hadihardjono •Menparsenbud: Marzuki Usman, Giri Suseno Hadihardjono (Plt.) •Menkopukm: Adi Sasono •Menaker: Fahmi Idris, A.M. Hendropriyono (Plt.) •Menteri Trans-PPH: A.M. Hendropriyono •Menkes: Faried Anfasa Moeloek •Mendikbud: Juwono Soedarsono •Menag: Abdul Malik Fadjar •Mensos: Justika Baharsjah •Menteri PPN: Boediono •Menristek: Muhammad Zuhal •Menteri BUMN: Tanri Abeng •Menteri P dan H: A.M. Saefuddin, Soleh Solahudin (Plt.) •Menteri Kependudukan: Ida Bagus Oka •Menves: Hamzah Haz, Marzuki Usman, Muhammad Zuhal (Plt.) •Menteri Agraria: Hasan Basri Durin •Menpera: Theo L. Sambuaga, Rachmadi Bambang Sumadhijo (Plt.) •Menteri LH: Panangian Siregar •Menperwan: Tuti Alawiyah •Menpora: Agung Laksono, Juwono Soedarsono (Plt.) •Jaksa Agung: Soedjono C. Atmonegoro, Andi Muhammad Ghalib •Mensesneg: Akbar Tandjung, Muladi (Plt.)
Menko Polkam: Feisal Tanjung •Menko Ekuin/Kepala BAPPENAS: Ginandjar Kartasasmita •Menko PP-PAN: Hartarto Sastrosoenarto •Menko Kesra/Kepala BKKBN: Haryono Suyono •Mendagri: R. Hartono •Menlu: Ali Alatas •Menhankam/Panglima ABRI: Wiranto •Menhak: Muladi •Menteri Penerangan: Muhammad Alwi Dahlan •Menkeu: Fuad Bawazier •Menperindag: Mohammad Hasan •Mentan: Justika Baharsjah •Mentamben: Kuntoro Mangkusubroto •Menhutbun: Sumahadi •Menteri PU: Rachmadi Bambang Sumadhijo •Menhub: Giri Suseno Hadihardjono •Menparsenbud: Abdul Latief •Menkopukm: Subiakto Tjakrawerdaya •Menaker: Theo L. Sambuaga •Menteri Trans-PPH: AM Hendropriyono •Mendikbud: Wiranto Arismunandar •Menkes: Faried Anfasa Moeloek •Menag: Muhammad Quraish Shihab •Mensos: Siti Hardijanti Rukmana •Menristek: Rahardi Ramelan •Menves: Sanyoto Sastrowardoyo •Menteri Agraria: Ary Mardjono •Menpera: Akbar Tanjung •Menteri LH: Juwono Sudarsono •Menteri Panhorbat: Haryanto Dhanutirto •Menteri BUMN: Tanri Abeng •Menperwan: Tuti Alawiyah •Menpora: Agung Laksono •Jaksa Agung: Soedjono C. Atmonegoro •Gubernur Bank Indonesia: Syahril Sabirin •Mensesneg: Saadillah Mursjid
Menko Polkam: Soesilo Soedarman •Menko Eko-PP: Saleh Afiff •Menkoprodis: Hartarto Sastrosoenarto •Menko Kesra: Azwar Anas •Mendagri: Yogie Suardi Memet •Menlu: Ali Alatas •Menhankam/Panglima ABRI: Edi Sudradjat, Feisal Tanjung, Wiranto •Menhak: Oetojo Oesman •Menteri Penerangan: Harmoko, R. Hartono •Menkeu: Mar'ie Muhammad •Mendag (digabungkan dengan Menteri Perindustrian pada 6 Desember 1995): Satrio Budihardjo Joedono •Menperin (bernama Menteri Perindustrian dan Perdagangan sejak 6 Desember 1995): Tungki Ariwibowo •Mentan: Sjarifuddin Baharsjah •Mentamben: Ida Bagus Sudjana •Menhut: Djamaloedin Soeryohadikoesoemo •Menteri PU: Radinal Mochtar •Menhub: Haryanto Dhanutirto •Menparpostel: Joop Ave •Menkop-PPK: Subiakto Tjakrawerdaya •Menaker: Abdul Latief •Menteri Trans-PPH: Siswono Yudo Husodo •Mendikbud: Wardiman Djojonegoro •Menkes: Sujudi •Menag: Tarmizi Taher •Mensos: Endang Kusuma Inten Soeweno •Menteri PPN: Ginandjar Kartasasmita •Menristek: Bacharuddin Jusuf Habibie •Menteri Pangan: Ibrahim Hassan • Beddu Amang •Menteri Kependudukan: Haryono Suyono •Menves: Sanyoto Sastrowardoyo •Menteri Agraria: Soni Harsono •Menpera: Akbar Tanjung •Menteri LH: Sarwono Kusumaatmadja •Menperwan: Mien Sugandhi •Menpora: Hayono Isman •Menpan: T.B. Silalahi •Mensus: Harmoko •Jaksa Agung: Singgih •Gubernur Bank Indonesia: Sudrajad Djiwandono, Syahril Sabirin •Mensesneg: Moerdiono
Kabinet Pembangunan V (1988–1993)
Kementerian di bawah Menko Polkam: Sudomo
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Radius Prawiro
Kementerian di bawah Menko Kesra: Soepardjo Rustam
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan