Senin, 21 September 2026
03:05 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Subroto

Subroto

politisi Indonesia

Subroto
250px-Menteri_Pertambangan_Subroto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rektor Universitas Pancasila
Masa jabatan
1995–2004
PendahuluAwaloedin Djamin
PenggantiEdie Toet Hendratno
Daftar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesiake-7
Masa jabatan
31 Maret 1978 –21 Maret 1988
PresidenSoeharto
PendahuluMohammad Sadli
PenggantiGinandjar Kartasasmita
Daftar Menteri Ketenagakerjaan Indonesia[note 1]
Masa jabatan
11 September 1971 –29 Maret 1978
PresidenSoeharto
PendahuluM. Sarbini
PenggantiHarun Zain
Radius Prawiro
Bustanil Arifin
Informasi pribadi
LahirMenteri Pertambangan dan Energi Indonesia
(1923-09-19)19 September 1923
Meninggal20 Desember 2022(2022-12-20) (umur 99)
MakamMenteri Pertambangan dan Energi Indonesia
Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Koperasi Indonesia
Suami/istriTrisnawati
Anak
  • 1. Aswin Kartiko
  • 2. Baruno Sapto
  • 3. Hananto Seno
Orang tua
  • Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia
  • Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Koperasi Indonesia
PendidikanUniversitas Indonesia
PekerjaanAkademisi

Letnan Dua (Purn.) Prof. Dr. Soebroto, M.A. (19 September 1923  20 Desember 2022)[1] adalah mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Transmigrasi dan juga pernah menjabat sebagai Sekjen OPEC.[2]

Riwayat hidup

Raden Soebroto dilahirkan pada tanggal 19 September 1923 di Kampung Sewu, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah sebagai anak ketujuh dari delapan bersaudara pasangan Martosuwignyo dan ibu Sindurejo. Setelah lulus dari HIS, Subroto melanjutkan sekolah di MULO dan Sekolah Menengah Tinggi (SMT). Situasi pada saat itu memaksa Subroto mendaftarkan diri masuk PETA. Sayangnya, ia harus ditolak karena terlalu kurus.[3]

Pada tanggal 1 November 1945, ia diterima sebagai kadet (taruna) di Militer Academie (MA) di Yogya. Ada kebanggaan karena dari 197 angkatan pertama ia adalah lulusan terbaik II dan menyandang pangkat Letnan II pada tahun 1948. Sebagai tentara Subroto bersama rekan-rekannya seperti Wiyogo Atmodarminto, Soesilo Soedarman, Himawan Sutanto, Ali Sadikin, Yogi Supardi, dan Sayidiman Suryohadiprodjo ikut berperan dalam perang kemerdekaan.[3]

Setelah perang usai, Subroto kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), lulus propaedeutisch-examen (lulus tingkat II) pada bulan Februari 1952,[4] hingga lulus candidaats-examen (lulus tingkat IV - Sarjana Muda) pada bulan Maret 1955.[5]

Selama di kampus ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan, yang mempertemukannya dengan perwakilan Universitas McGill yang sedang berada di Indonesia untuk mencari kandidat yang berminat dalam program pertukaran mahasiswa untuk kuliah di Universitas McGill, Montreal, Kanada. Akhirnya ia terpilih dan mendapatkan beasiswa penuh untuk program pascasarjana di bidang foreign trade (perdagangan luar negeri) - suatu bidang utama yang menarik pada saat itu. Subjek tesisnya adalah analisis persyaratan perdagangan dengan studi kasus Indonesia dengan judul "Indonesian Terms of Trade after the Second World War". Sejak tahap itu ia menyadari betapa pentingnya sumber daya mineral dan bahan bakar fosil untuk perekonomian suatu negara seperti Indonesia.[6]

Setelah meraih gelar Master of Arts dari Universitas McGill pada tahun 1956, ia kembali ke Indonesia untuk mengambil program doktor ekonomi di UI, di mana ia bertemu dengan sekelompok ekonom berbakat dan mulai bekerja sama membahas ide-ide baru tentang perekonomian Indonesia. Pada tahun 1958 ia meraih gelar doktor ekonomi dari UI. Selain itu ia juga ditugaskan sebagai dosen Seskoad di Bandung, di mana salah satu muridnya adalah Soeharto.[6]

Setelah Soeharto menjadi Presiden RI, Subroto dan kelompoknya diangkat sebagai penasehat bagi pemerintahan yang baru tersebut. Tugas pertama bagi para penasehat itu adalah mengembangkan cetak biru perekonomian Indonesia yang melahirkan Repelita.[6] Sejak itulah para penasehat ekonomi tersebut diangkat menjadi Menteri di mana Subroto sendiri mula-mula diangkat sebagai Menteri Transmigrasi dan Koperasi (11 September 1971 - 28 Maret 1973), selanjutnya sebagai Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Koperasi (28 Maret 1973 - 29 Maret 1978), dan Menteri Pertambangan dan Energi selama dua periode kabinet (29 Maret 1978 - 21 Maret 1988).

Pada periode 31 Oktober 1984–9 Desember 1985 ia terpilih menjadi Presiden Konferensi OPEC.[7] Pada tahun 1988, Subroto mendapat kepercayaan menjadi Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang berkedudukan di Wina, Austria. Dari Wina, Austria ini ia masih sempat memikirkan nasib anak bangsa yang masih terbelit kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan, dan keterpurukan. Kondisi ini mendorong Subroto dan sekretarisnya, Rizal Sikumbang mendirikan Yayasan Bina Anak Indonesia (YBAI) yang concern di bidang pendidikan. Di usia senja ia terus berkarya dan mengabdi.

Pendidikan

Karier

Tanda Kehormatan

Dalam Negeri[8]

Luar Negeri[9]

Catatan

  1. Menteri Transmigrasi dan Koperasi (11 September 1971-28 Maret 1973); Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Koperasi (28 Maret 1973-29 Maret 1978).

Referensi

  1. Hidayat, Ali Akhmad Noor (2022-12-20). "Menteri Energi Era Soeharto Prof. Subroto Meninggal Dunia, Usia 99 Tahun". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-12-21.
  2. "Kabar Duka, Tokoh Minyak Indonesia Prof Subroto Meninggal Dunia". Bisnis.com. 2022-12-20. Diakses tanggal 2022-12-21.
  3. 1 2 R Soebroto, Prof. DR b. 19 September 1923
  4. (Belanda) "Examens" dalam Harian Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie edisi 23 Februari 1952 Tahun ke-100 No.158.
  5. (Belanda) "Universitaire-examens" dalam Harian De nieuwsgier edisi 9 Maret 1955 Tahun ke-10 No.159.
  6. 1 2 3 (Inggris) Interview with Dr. Subroto, Founder, BIMASENA.
  7. (Inggris) Secretaries General of OPEC. Diarsipkan 2014-09-20 di Wayback Machine.
  8. Meilanova, Denis Riantiza (2022-12-20). "Kiprah Prof Subroto, Menteri Energi era Soeharto hingga Sekjen OPEC". Bisnis.com. Diakses tanggal 2024-06-02.
  9. Mustofa Kamil Ridwan, Parni Hadi, Indonesia (2004). Subroto, tak kenal lelah. Indonesia: Yayasan Bina Anak Indonesia. hlm. 40.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ประกาศสำนักนายกรัฐมนตรี เรื่อง พระราชทานเครื่องราชอิสริยาภรณ์ (PDF) (dalam bahasa Thai). Diakses tanggal 15 Oktober 2024.
  11. "Eingelangt am 23.04.2012 : Dieser Text wurde elektronisch übermittelt. Abweichungen vom Original sind möglich. Bundeskanzler Anfragebeantwortung" (PDF). Parlament.gv.at. Diakses tanggal 10 Februari 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Subroto (politician).
Jabatan politik
Didahului oleh:
M. Sarbini
Menteri Transmigrasi dan Koperasi Indonesia
1971–1973
Digabungkan dengan Menteri Tenaga Kerja
Didahului oleh:
Mohammad Sadli
Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi
1973–1978
Diteruskan oleh:
Harun Al-Rasjid Zain
sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Diteruskan oleh:
Radius Prawiro
sebagai Menteri Perdagangan dan Koperasi
Diteruskan oleh:
Bustanil Arifin
sebagai Menteri Muda Urusan Koperasi
Menteri Pertambangan dan Energi Indonesia
1978–1988
Diteruskan oleh:
Ginandjar Kartasasmita
Kabinet Pembangunan I (1968–1973)
Mendagri: Basuki Rahmat, Amir Machmud Menlu: Adam Malik Menhankam/Panglima ABRI: Soeharto, Maraden Panggabean Menhak: Oemar Senoadji Menteri Penerangan: Boediardjo Menkeu: Ali Wardhana Mendag: Sumitro Djojohadikusomo Mentan: Thoyib Hadiwidjaja Menperin: M. Jusuf Mentam: Sumantri Brodjonegoro Menteri PUTL: Sutami Menhub: Frans Seda Mendikbud: Mashuri Saleh Menkes: G.A. Siwabessy Menag: Muhammad Dahlan, Abdul Mukti Ali Menaker: Mursalin Daeng Mamangung, M. Sadli Mentranskop: M. Sarbini, Subroto Mensos: Albert Mangaratua Tambunan, Idham Chalid (Plt.), M. S. Mintaredja Menteri Ekuin: Sri Sultan Hamengkubuwono IX Menteri Kesra: Idham Chalid Menteri PPN/ Ketua BAPPENAS: Sunawar Sukowati, Widjojo Nitisastro Menpenhukpemmen (dihapuskan sejak Reshuffle Kabinet pada 11 September 1971): M. S. Mintaredja Menteri PPAN: Harsono Tjokroaminoto, Emil Salim Jaksa Agung: Sugih Arto Gubernur Bank Indonesia: Radius Prawiro Pangkopkamtib: Maraden Panggabean, Sumitro Mensesneg: Alamsyah Ratu Perwiranegara, Soedharmono
Mendagri: Amir Machmud Menlu: Adam Malik, Syarief Thayeb (Plt.) Menhankam/Panglima ABRI: Maraden Panggabean Menhak: Oemar Senoadji, Mochtar Kusumaatmadja Menteri Penerangan: Mashuri Saleh, Sudharmono (Plt.) Menperin: M. Jusuf Mendag: Radius Prawiro Menag: Abdul Mukti Ali Menkeu: Ali Wardhana Mentan: Thoyib Hadiwidjaja Mentam: Mohammad Sadli Menteri PUTL: Sutami Menhub: Emil Salim Mendikbud: Sumantri Brodjonegoro, Syarief Thayeb Menkes: GA Siwabessy Mensos: M. S. Mintaredja Menakertranskop: Subroto Menteri Ekuin/Kepala BAPPENAS: Widjojo Nitisastro Menteri Kesra: Sunawar Sukowati Menpan/Waket BAPPENAS: J. B. Sumarlin Menteri Negara Riset: Sumitro Djojohadikusomo Jaksa Agung: Ali Said Gubernur Bank Indonesia: Rachmat Saleh Pangkopkamtib: Sumitro, Soeharto, Sudomo (Plt.) Mensesneg: Soedharmono
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Ali Wardhana
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan