Kamis, 22 Oktober 2026
05:43 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Iskandar Tedjasukmana

Iskandar Tedjasukmana

Bagikan:
Dr.
Raden
Iskandar Tedjasukmana
250px-R._Iskandar_Tedjasukmana%2C_Kami_Perkenalkan_%281954%29%2C_p146.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri PerburuhanKe-5
Masa jabatan
27 April 1951 –30 Juli 1953
PresidenSukarno
PendahuluSuroso
PenggantiSutan Muchtar Abidin
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
PresidenSukarno
PenggantiSutan Muchtar Abidin
Wakil Wali Kota Bukittinggi
PresidenSukarno
GubernurTeuku Muhammad Hasan
Mohammad Nasroen
Informasi pribadi
Lahir(1915-07-22)22 Juli 1915
Meninggal30 Oktober 1981(1981-10-30) (umur 66)
Partai politikPartai Buruh
Suami/istriHj. Maryam Tedjasukmana binti Abdullah Basa Bandaro
HubunganMasjchun Sofwan (menantu)[1]
AnakJuniwati T. Masjchun Sofwan
AlmamaterUniversitas Cornell
PekerjaanPolitisi
Dikenal karena
Menteri Perburuhan RI

Dr. Iskandar Tedjasukmana, M.Sc. (22 Juli 1915 – 30 Oktober 1981)[2] adalah seorang politikus dan pengacara Indonesia. Ia pernah menjabat Menteri Perburuhan dalam Kabinet Sukiman-Suwirjo dari tanggal 27 Maret 1951 sampai 3 April 1952 dan pada Kabinet Wilopo dari 3 April 1952 sampai 30 Juli 1953.

Kehidupan Awal

Iskandar Tedjasukmana dilahirkan di Cianjur pada tanggal 22 Juli 1915. Ia menamatkan sekolah rendah HIS di Cianjur dan melanjutkanya ke Jakarta. Di Jakarta, dia bersekolah di AMS bagian B dan tamat pada tahun 1936. Selepas tamat, dia melanjutkan ke Sekolah Hakim Tinggi dari tahun 1936-1937. Sejak 1937 atau 1938, ia mengajar di Normal Islam School, perguruan tinggi Islam yang didirikan Mahmoed Joenoes di Padang.[3][4] Pada masa pendudukan Jepang, ia bekerja di Kementerian Kehakiman (Sihobu) di Bukittinggi dari tahun 1942-1945. Setelah proklamasi kemerdekaan, ia bekerja sebagai Ketua-Muda Pengadilan Negeri dan menjabat sebagai anggota KNI dari tahun 1945-1946.[5]

250px-Iskandar_Tedjasukmana_and_Muhammad_Djosan%2C_Sumatera_Tengah%2C_p503.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Iskandar Tedjasukmana (kiri tepi) sebagai Wakil Wali Kota Bukittinggi, dan St. M. Djosan (kanan tepi) di depan Pesanggrahan yang menjadi Balai Kota Bukittinggi lama.

Dari tahun 1947-1950 berbagai jabatan ia embani mulai dari Wakil Wali Kota Bukittinggi, anggota Badan Eksekutif Sumatera Barat, anggota KNIP, dan Ketua Kantor Pemilihan Pusat di Jakarta.[6] Sebagai protes dari kebijakan penggabungan Partai Buruh Indonesia (PBI) ke Partai Komunis Indonesia (PKI), ia bergabung dengan kelompok kontra yang nantinya membentuk Partai Buruh dan terpilih sebagai Ketua Biro Politik Partai Buruh dari tahun 1951-1956.[7] Dengan diserahkanya kedaulatan dari Belanda ke Indonesia, dia menjabat sebagai anggota DPR.[5]

Menteri Perburuhan

120px-Tedjasukmana_Suara_Rakyat_2_Apr_1952_p1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tedjasukmana, 1952

Iskandar Tedjakusuma menjabat sebagai Menteri Perburuhan pada dua kabinet yang berbeda dari tahun 1951-1953. Selama menjabat sebagai menteri perburuhan, ia mengeluarkan kebijakan kontroversi yaitu UU Darurat No.16 tahun 1951 yang membatasi pemogokan buruh.[7]

Menurut laporan pemerintah Inggris tahun 1952, Iskandar merupakan seorang menteri yang lemah dan kesulitan mengontrol pejabat-pejabat dalam kementeriannya, namun ia mendukung serikat-serikat buruh yang antikomunis dan menentang serikat-serikat buruh komunis.

Setelah Menjadi Menteri

Selepas meletakan jabatannya, dia mengeluarkan buku pada tahun 1958 yang berjudul The Political Character of the Indonesian Trade Union Movement. Pada tahun 1961 dia menyelesaikan disertasi yang berjudul The Development of Labor Policy and Legislation in the Republic of Indonesia di Universitas Cornell. Dalam disertasinya, dia membela kebijakannya selama menjadi Menteri Perburuhan.[7] Dia lalu menjabat sebagai ketua Lembaga Manajemen Indonesia dan Wakil Ketua Yayasan Tenaga Kerja Indonesia.[8]

Iskandar meninggal dunia pada tanggal 30 Oktober 1981 di Rumah Sakit Gatot Subroto karena penyakit jantung dan komplikasi lainnya.[8]

Kehidupan pribadi

Iskandar menikah dan memiliki lima anak.[8]

Penghargaan

Namanya diabadikan sebagai sebuah ruas nama jalan di Kota Bukittinggi.[9]

Referensi

  1. ↑ https://majalah.tempo.co/read/album/38853/menikah-dengan-juniwati
  2. ↑ "Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2024-07-16.
  3. ↑ https://books.google.co.id/books?id=v0y4-dp9uEEC&pg=PA172
  4. ↑ https://books.google.co.id/books?ei=MIbaUICbMZHjrAfh54DgAw&redir_esc=y&hl=id&id=Sv8YAAAAMAAJ&dq=Normal+Islam
  5. 1 2 Kami Perkenalkan. Departemen Penerangan. 1952. hlm. 134.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  6. ↑ Kami Perkenalkan. Departemen Penerangan. 1954. hlm. 95.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  7. 1 2 3 Suryomenggolo, Jafar (2013). Organising under the Revolution: Unions and the State in Java, 1945-48. NUS Press. hlm. 34.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  8. 1 2 3 "Seputar Jakarta: DR. I. Tedjasukmana meninggal dunia". Kompas. 31 Oktober 1981. Diakses tanggal 18 Agustus 2026.
  9. ↑ https://referensi.data.kemdikbud.go.id/tabs.php?npsn=10307532
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan