Kamis, 05 November 2026
02:57 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Meer Uitgebreid Lager Onderwijs

Meer Uitgebreid Lager Onderwijs

Bagikan:
250px-De_Hendrik_MULO-school_in_Paramaribo%2C_Bestanddeelnr_252-6195.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
BANGUNAN TEMPAT MULO di Paramaribo (1947)

Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (disingkat MULO) merupakan tingkat pendidikan di Belanda, Suriname, dan Hindia Belanda pada sebagian abad ke-20.[1][2] Sistem ini setara dengan tingkat sekolah menengah pertama dalam sistem pendidikan Amerika Serikat. Penerusnya adalah mavo dan vbo, yang kini keduanya digantikan oleh VMBO.

Di Suriname, MULO adalah program empat tahun. Program ini dibagi menjadi MULO-A yang berfokus pada bidang bisnis dan MULO-B yang berfokus pada bidang sains. Setelah lulus, siswa dapat melanjutkan ke program VWO tiga tahun yang mengarah ke perguruan tinggi atau program HAVO dua tahun yang mengarah ke pelatihan vokasi lanjutan.[3] Pada tahun 2021, program ini digantikan dengan "voortgezet onderwijs"[4] di Suriname.

Peraturan Pendidikan 1848, 1892, dan Politik Etis 1901

Peraturan pendidikan dasar untuk masyarakat pada waktu Hindia Belanda pertama kali dikeluarkan pada tahun 1848 dan disempurnakan pada tahun 1892, di mana pendidikan dasar harus ada pada setiap Karesidenan, Kabupaten, Kawedanan, atau pusat-pusat kerajinan, perdagangan, atau tempat yang dianggap perlu.[5] Peraturan yang terakhir (1898) diterapkan pada tahun 1901 setelah adanya Politik Etis atau Politik Balas Budi dari Kerajaan Belanda yang diucapkan pada pidato penobatan Ratu Belanda Wilhelmina pada 17 September 1901, yang intinya ada 3 hal penting: irigasi, transmigrasi, dan edukasi.

Pada zaman Hindia Belanda anak masuk HIS pada usia 6 tahun dan tidak ada Kelompok Bermain (speel groep) atau Taman Kanak-Kanak (di antaranya dengan dasar pendidikan Friedrich Fröbel), sehingga langsung masuk dan selama 7 tahun belajar. Setelah itu dapat melanjutkan ke MULO, atau Kweekschool. Untuk memasuki HBS diperlukan syarat yang sangat ketat. Tamatan HIS tidak dapat masuk HBS.

Bagi masyarakat keturunan Tionghoa biasanya memilih jalur HCS (Hollands Chineesche School) karena selain bahasa pengantar Belanda, juga diberikan bahasa Tionghoa.

Di luar jalur resmi pemerintah Hindia Belanda, masih ada sekolah partikelir seperti Taman Siswa, Perguruan Rakyat, Kristen, dan Katolik. Pada jalur pendidikan Islam ada pendidikan yang diselenggrakan oleh Muhammadiyah, Pondok Pesantren, dan lain sebagainya.

Mata Pelajaran

Berdasarkan informasi yang tertera pada ijazah, kurikulum MULO terdiri dari :

Referensi

  1. ↑ Siwabessy, G.A. (1979). Upuleru. Jakarta: PT Gunung Agung.
  2. ↑ "Pendidikan Pemerintah Hindia Belanda". PakGuru Online. 2010. Diakses tanggal 19 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Suriname". American Association of Collegiate Registrars and Admissions Officers. Diakses tanggal 6 Mei 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Nieuw onderwijssysteem Suriname". Ministry of Education, Science and Culture Suriname. Diakses tanggal 4 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ http://pakguruonline.pendidikan.net/sjh_pdd_sumbar_bab3a.html

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan