Kamis, 22 Oktober 2026
21:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat

penyediaan pendidikan tingkat dasar dan menengah oleh pemerintah Indonesia untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem

Bagikan:
Sekolah Rakyat Indonesia
SRI
250px-Siswa-siswi_Sekolah_Rakyat_dan_Sekretaris_Kabinet_di_Upacara_HUT_RI.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberi instruksi kepada salah satu siswi Sekolah Rakyat pada upacara HUT Kemerdekaan RI
Gambaran umum
SingkatanSRI
Didirikan27 Maret 2025
Dasar hukum pendirian
  • Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025
  • Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 49/HUK/2025
Struktur
Pengarah
Pembina
Penanggungjawab OperasionalMenteri Sosial
Tim Pengawas
Tim Pelaksana
Tim AhliProf. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA & Tim Ahli Lainnya
Kantor pusat
Jl. Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat

Sekolah Rakyat adalah program pendidikan yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini dirancang untuk membantu mengurangi angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.[1]

Sejarah

Sekolah Rakyat didirikan sebagai upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini ditujukan untuk anak-anak yang berasal dari keluarga yang termasuk dalam desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yaitu kelompok dengan kondisi ekonomi paling rentan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa siswa yang diterima di Sekolah Rakyat wajib menuntaskan pendidikan mereka hingga lulus.[2]

Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin. Selain itu, Sekolah Rakyat menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dengan fasilitas yang memadai. Anak-anak yang bersekolah di program ini juga mendapatkan keterampilan akademik dan non-akademik guna meningkatkan peluang kerja di masa depan. Selain aspek akademik, program ini juga menanamkan karakter kepemimpinan, nasionalisme, serta kemandirian bagi para siswa.

Inisiatif pendidikan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto

Program Sekolah Rakyat adalah sebuah inisiatif pendidikan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan utama memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan pendidikan berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.[3]Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) yang menyediakan fasilitas lengkap, mulai dari asrama, laboratorium, hingga perangkat pembelajaran berbasis teknologi, seperti tablet untuk mendukung proses belajar-mengajar.[4]

Tujuan dan manfaat

Tujuan utama dari Program Sekolah Rakyat adalah:

  • Memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
  • Memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang komprehensif dan berkelanjutan.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.[5]
  • Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembentukan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup.[6]

Memberikan manfaat pengembangan STEM

Implementasi program ini mengindikasikan komitmen terhadap penguatan kompetensi peserta didik melalui beberapa aspek krusial. Salah satunya adalah penyediaan fasilitas laboratorium dan perangkat pembelajaran berbasis teknologi yang dirancang untuk mendukung peningkatan literasi sains dan teknologi di kalangan siswa. Kurikulum yang diterapkan akan mengacu pada standar pendidikan nasional, dengan fleksibilitas untuk mengintegrasikan materi STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) guna memenuhi kebutuhan spesifik lokal dan relevansi dengan perkembangan zaman. [7]Lebih lanjut, lingkungan asrama yang terintegrasi dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran kolaboratif, mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis, dan melatih kemampuan pemecahan masalah, yang kesemuanya merupakan fondasi esensial dalam kerangka pendidikan STEM.

Kurikulum

Kurikulum Sekolah Rakyat mengacu pada standar pendidikan nasional dengan tambahan materi yang menitikberatkan pada pendidikan karakter dan kepemimpinan. Selain itu, siswa diperkenalkan dengan keterampilan vokasi dan kewirausahaan agar memiliki bekal untuk menghadapi dunia kerja. Penguatan nilai-nilai kebangsaan dan gotong royong juga menjadi bagian penting dari pendidikan di Sekolah Rakyat. Selain itu, siswa mendapatkan pelatihan keterampilan praktis sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar mereka.[8]

Fasilitas

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama untuk memastikan para siswa mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang optimal. Fasilitas yang disediakan mencakup asrama bagi siswa dan guru serta ruang kelas yang dilengkapi dengan sarana belajar modern. Sekolah ini juga menyediakan tempat ibadah untuk mendukung pendidikan karakter dan spiritual. Selain itu, tersedia fasilitas olahraga dan rekreasi, kantin, serta layanan kesehatan bagi siswa.

Lokasi dan Implementasi

Pada 2026, Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan pembangunan Sekolah Rakyat permanen Tahap II di 93 lokasi yang tersebar di 29 provinsi serta 91 kabupaten dan kota. Pembangunan tersebut mencakup ruang kelas, asrama, dan fasilitas penunjang pendidikan bagi peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA.[9] Sebanyak 93 sekolah permanen telah selesai dibangun sebagaimana dilaporkan pada Agustus 2026.[10] Laporan Oktober 2026 menyebutkan bahwa 93 sekolah permanen tersebut telah aktif beroperasi, mendukung penyelenggaraan pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027.[11]

Kontroversi

Pada Mei 2025, bangunan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB N) Pajajaran yang berada di Kelurahan Pasir Kaliki, Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat digusur oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penggusuran tersebut mengakibatkan siswa dipindah ke SLB N Cicendo. Penggusuran tersebut dilakukan sebab akan didirikan Sekolah Rakyat di atas lahan yang ditempati oleh SLB N Pajajaran.[12]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Media, Kompas Cyber (2025-03-15). "Sekolah Rakyat Segera Diresmikan, Kemensos Bakal Gaet Guru ASN". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-03-15.
  2. ↑ "Sekolah Rakyat Dibuka, Siswa Wajib Tamat Tanpa Putus". pantau.com. 2025-03-14. Diakses tanggal 2025-03-15.
  3. ↑ https://kemensos.go.id. "Presiden Prabowo: Sekolah Rakyat untuk Memutus Mata Rantai Kemiskinan". Kementerian Sosial Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-07-07.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |last=
  4. ↑ detikNews, Tim. "Sekolah Rakyat Program Prabowo Bakal beroperasi Juli 2025". detiksumut. Diakses tanggal 2025-07-07.
  5. ↑ Rahmia, Nisa Hayyu. "Tujuan Pendirian Sekolah Rakyat dan Bedanya dengan Sekolah Biasa". tirto.id. Diakses tanggal 2025-07-07.
  6. ↑ https://sekolahrakyat.kemensos.go.id. "sekolah-rakyat". Sekolah Rakyat. Diakses tanggal 2025-07-07.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |last=
  7. ↑ "Sekolah Rakyat Siap Beroperasi Juli 2025: Berikut Model Sekolah dan Sistem Perekrutan Gurunya". Tempo. 24 Maret 2025 | 08.25 WIB. Diakses tanggal 2025-07-07.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  8. ↑ "Sekolah Rakyat Bakal Pakai Kurikulum Nasional Plus Plus". Tempo. 5 Maret 2025 | 16.18 WIB. Diakses tanggal 2025-03-15.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  9. ↑ "Kementerian PU Kebut Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Tahap II". Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Kementerian Pekerjaan Umum. 2026-05-21. Diakses tanggal 2026-10-20.
  10. ↑ Ilham Nugraha (2026-08-05). "Kemensos percepat penyelesaian bangunan Sekolah Rakyat permanen". ANTARA News. Diakses tanggal 2026-10-20.
  11. ↑ M. Riezko Bima Elko Prasetyo (2026-10-02). "Ikhtiar melepas putra-putri Indonesia dari belenggu kemiskinan". ANTARA News. Diakses tanggal 2026-10-20.
  12. ↑ "Murid SLB Direlokasi demi Sekolah Rakyat". web.archive.org. 2025-05-18. Diakses tanggal 2025-05-21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan