Sabtu, 26 September 2026
04:10 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Europeesche Lagere School

Europeesche Lagere School

Sekolah

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_v_d_Capellenschool_een_Christelijke_Europese_lagere_school_TMnr_60046471.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekolah Capellen, ELS Kristen sekitar tahun 1930.

Europeesche Lagere School (bahasa Indonesia:Sekolah Dasar Eropa) adalah sistem sekolah dasar Eropa di Hindia Belanda pada masa pemerintahan kolonial. Sekolah-sekolah tersebut ditujukan terutama untuk orang Eropa. Penyelenggaraan pendidikan dasar pada masa itu dibedakan antara pendidikan dasar untuk anak-anak Eropa dan anak-anak pribumi, sehingga ada sekolah dasar untuk anak Eropa (Lager Onderwijs en Lagere School voor Europeanen)[1] dan sekolah dasar untuk anak-anak pribumi dan Timur Asing yang bersekolah di ELS. Meskipun ada persyaratan khusus, pada tahun 1902 nama Europeesche Lagere Scholen digunakan untuk sekolah dasar bagi anak-anak Eropa. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesan bahwa sekolah ini hanya untuk orang Eropa.

Setelah didirikan pertama kali di Weltevreden (Jatinegara), ELS terus berkembang. Pada tahun 1820 hanya ada tujuh sekolah, dan pada tahun 1845 ada 24 sekolah. Kemudian, jumlah sekolah bertambah menjadi 68 sekolah pada tahun 1868, hingga akhirnya menjadi 198 sekolah (pada tahun 1917).

Pendidikan di ELS harus ditempuh selama tujuh tahun. Mata pelajarannya sama dengan mata pelajaran sekolah dasar di Belanda, kecuali mata pelajaran Sejarah Belanda yang diganti dengan Sejarah Belanda dan Hindia Belanda. Mata pelajaran Sejarah ini lebih menekankan pada geografi Hindia Belanda daripada geografi Belanda. Pendidikan dilakukan dalam dua tingkat; pendidikan dasar dan pendidikan lanjutan.

Mata pelajaran yang diajarkan di tingkat pendidikan dasar meliputi membaca, menulis, berhitung, bahasa Belanda, sejarah Belanda dan Hindia Belanda, ilmu bumi, pengetahuan alam, menyanyi, menggambar, dan olahraga. Mata pelajaran yang diberikan di tingkat lanjutan adalah bahasa Prancis, bahasa Inggris, sejarah umum, ilmu pasti, menggambar pertanian, olahraga, dan pekerjaan tangan untuk siswa perempuan. Masalah-masalah yang berkaitan dengan pengawasan pendidikan diawasi oleh komisi untuk sekolah-sekolah Eropa, sementara masalah teknis ditangani oleh direktur pendidikan pemerintah Hindia Belanda, yang dalam tugas pengawasannya membagi Hindia Belanda menjadi lima distrik sekolah.

Contoh

Di bawah ini adalah daftar Europeesche Lagere School di Hindia Belanda:

  • Sekolah di Kwitang, DKI Jakarta, kini sekolah Europeesche Lagere School yang merupakan sekolah dari Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo dan Elang Soerjadi Soerjadarma yang menjadi cikal-bakal PKSD (Perkumpulan Sekolah Kristen Djakarta).
  • Sekolah di Koto Gadang, Sumatera Barat, yang saat ini bernama SD Koto Gadang.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Jakarta.go.id • Detail | Encyclopedia". www.jakarta.go.id. Diakses tanggal 2017-10-26.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sekolah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan