Rabu, 14 Oktober 2026
20:39 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Wiyogo Atmodarminto

Wiyogo Atmodarminto

Mantan Gubernur DKI Jakarta

Bagikan:
Wiyogo Atmodarminto
Wiyogo_Atmodarminto_as_Governor_of_Jakarta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Potret resmi Wiyogo Atmodarminto sebagai Gubernur DKI Jakarta (1987)
Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakartake-9
Masa jabatan
6 Oktober 1987 –6 Oktober 1992
Wakil
PendahuluSoeprapto
PenggantiSoerjadi Soedirdja
Panglima Komando Wilayah Pertahanan II
Masa jabatan
1981–1983
PresidenSoeharto
Panglima Komando Strategi dan Cadangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Daratke-10
Masa jabatan
19 Januari 1978 –1 Maret 1980
PresidenSoeharto
PendahuluLeo Lopulisa
PenggantiMuhammad Ismail
Duta Besar RI untuk Jepang
Masa jabatan
31 Agustus 1983[1] –1987
PresidenSoeharto
PendahuluSayidiman Suryohadiprojo
PenggantiYogi Supardi
Informasi pribadi
LahirWiyogo Atmodarminto
(1922-11-22)22 November 1922
Meninggal19 Oktober 2012(2012-10-19) (umur 89)
PendidikanMilitaire Academie (MA) Jogya Angkatan I (1948)
PekerjaanTentara
Tanda tangan
Karier militer
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-21-TNI_Army-LG.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Letnan Jenderal TNI
SatuanInfanteri (Kopassus)

Wiyogo Atmodarminto (22 November 1922 – 19 Oktober 2012) atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bang Wi adalah tokoh militer dan politikus berkebangasaan Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Gubernur Jakarta periode 1987–1992.[2] Sebelumnya, ia bertugas sebagai Duta besar RI untuk Jepang. Wiyogo pernah menjabat Panglima Kowilhan II (1981–1983) dan Panglima Kostrad (1978–1981).[3][4]

Wiyogo merupakan salah satu pelaku sejarah pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta.[5]

Karier

Menjadi Gubernur Jakarta

Pada masa kepemimpinannya ia secara rutin berkunjung ke berbagai tempat di Jakarta. Ia dikenal sebagai pemimpin yang terbuka dan bersikap disiplin. Di awal kepemimpinannya, dia memutuskan untuk menerapkan konsep BMW: Bersih, Manusiawi, berwibawa di Jakarta.[6] Ia menerapkan kerja sama pengelolaan sampah antara pemerintah dan swasta. Ia juga menertibkan penyimpangan bangunan. Bahkan, ia juga pernah memerintahkan membongkar bangunan baru di kompleks pertokoan Tanah Abang karena dianggap tak memiliki izin mendirikan bangunan.[3]

Dia juga berhasil direalisasikan sejumlah program, diantaranya, pembebasan kawasan becak, Swastanisasi kebersihan, pembangunan jalan lingkar luar (outer ring road), perbaikan jalur kereta api, pembangunan dan perluasan jalan arteri, jalan layang dan underpass. Selain itu, Bang Wi juga yang memindahkan Pekan Raya Jakarta yang semula diselenggarakan di Monas ke Kemayoran. Lalu, memindahkan Terminal Cililitan ke Kampung Rambutan juga pengembalian kelestarian Ciliwung.[7]

Meninggal

Wiyogo Atmodarminto meninggal dunia pada usia 89 tahun di Rumah Sakit MMC Jln. HR Rasuna Said, Kuningan, sekitar pukul 20.15 WIB, Jumat 19 Oktober 2012. Mantan Pangkostrad ke 10 (1978–1980) itu, meninggal akibat penyakit tua dan beberapa komplikasi penyakit yang diderita sudah cukup lama. Dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.[8]

Penghargaan

Baris ke-1 Bintang Mahaputera Utama (25 Agustus 2025)[9][10] Bintang Gerilya
Baris ke-2 Bintang Kartika Eka Paksi Pratama Bintang Yudha Dharma Nararya Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
Baris ke-3 Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun Satyalancana Perang Kemerdekaan I
Baris ke-4 Satyalancana Perang Kemerdekaan II Satyalancana G.O.M I Satyalancana G.O.M II
Baris ke-5 Satyalancana G.O.M III Satyalancana G.O.M IV Satyalancana G.O.M V
Baris ke-6 Satyalancana Bhakti Satyalancana Sapta Marga Satyalancana Satya Dharma
Baris ke-7 Satyalancana Penegak Satyalancana Santi Dharma Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star - Jepang (1993)[11]

Referensi

  1. ↑ Lantik Lima Dubes, Presiden Soeharto: Kita Harus Ikut Atasi Ketimpangan Dunia Diarsipkan 2020-06-11 di Wayback Machine hmsoeharto.id (31/8/1983). Diakses tanggal 12 Juni 2020
  2. ↑ "Profil: Wiyogo Atmodarminto – Gubernur DKI Jakarta 1987–1982". TokohIndonesia.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-11. Diakses tanggal 31 Januari 2016.
  3. 1 2 Munawwaroh (20 Oktober 2012). Kustiani, Rini (ed.). "Wiyogo Atmodarminto, Gubernur yang 'Doyan' Sidak". Tempo.co. Jakarta. Diakses tanggal 31 Januari 2016.
  4. ↑ Iwa (20 Oktober 2012). "Former governor Wiyogo Atmodarminto dies at 85". The Jakarta Post. Jakarta. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-02. Diakses tanggal 31 Januari 2016.
  5. ↑ "Profil: Wiyogo Atmodarminto". Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-01-31. Diakses tanggal 31 Januari 2016.
  6. ↑ Februana, Ngarto (1 April 2004). "Profil Gubernur DKI Jakarta". Tempo Interaktif. Jakarta. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-21. Diakses tanggal 31 Januari 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Sari, Henny Rachma (20 September 2012). Fadillah, Ramadhian (ed.). "Jejak langkah dan karya 13 gubernur Jakarta". Merdeka.com. Diakses tanggal 31 Januari 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Pangkostrad irup pemakaman Letjen TNI Purn Wiyogo Atmodarminto". Komando Strategi dan Cadangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. 22 Oktober 2012. Diakses tanggal 31 Januari 2016.[pranala nonaktif permanen]
  9. ↑ "Daftar 141 Tokoh Terima Anugerah Tanda Kehormatan dari Prabowo, Ada Puan, Wiranto Hingga Bahlil". Tribunnews.com. 2025-08-25. Diakses tanggal 2025-08-25.
  10. ↑ LIVE: Pengucapan Sumpah/Janji dan Pelantikan Pejabat Negara, serta Upacara Penganugerahan TKRI, diakses tanggal 2025-08-25
  11. ↑ Administrator (1993-12-11). "Penghargaan". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-04-25.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Wiyogo Atmodarminto.
Jabatan militer
Didahului oleh:
Leo Lopulisa
Pangkostrad
1978–1980
Diteruskan oleh:
Muhammad Ismail
Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Sayidiman Suryohadiprojo
Duta Besar RI untuk Jepang
1983–1987
Diteruskan oleh:
Yogi Supardi
Jabatan politik
Didahului oleh:
Soeprapto
Gubernur Jakarta
1987–1992
Diteruskan oleh:
Soerjadi Soedirdja
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan