Minggu, 20 September 2026
17:35 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Daan Jahja

Daan Jahja

Daan Jahja
250px-Let_Col_Daan_Jahja%2C_Kenang-Kenangan_Pada_Panglima_Besar_Letnan_Djenderal_Soedirman%2C_p27.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gubernur Militer Djakarta
Masa jabatan
1948–1950
PresidenSoekarno
PendahuluSuwiryo
PenggantiSuwiryo
Pangdam Siliwangi
Masa jabatan
1948–1948
PresidenSoekarno
PendahuluAbdul Haris Nasution
PenggantiAbimanjoe
Informasi pribadi
Lahir(1925-01-05)5 Januari 1925
Meninggal20 Juni 1985(1985-06-20) (umur 60)
Jakarta, Indonesia
Orang tuaJahja Datoek Kajo
Sjahrizan Jahja
Karier militer
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-19-TNI_Army-BG.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Brigadir Jenderal TNI
SatuanInfanteri

Daan Jahja (5 Januari 1925  20 Juni 1985) adalah mantan Gubernur (Militer) Jakarta Raya dan Panglima Divisi Siliwangi. Ia memainkan peranan penting dalam menumpas aksi Kapten Westerling yang mau merebut kekuasaan negara karena tidak menerima penyerahan kedaulatan Indonesia oleh Belanda tanggal 27 Desember 1949. Ia meninggal akibat serangan jantung, tepatnya pada hari lebaran atau idul fitri 1405 Hijriyah.

Riwayat jabatan [1]

  1. Komandan Resimen IV TKR Divisi I / Tirtayasa Komandemen Jawa Barat (1945-1946).
  2. Wakil Kepala Staf Divisi Siliwangi (1946).
  3. Komandan Brigade III / Kian Santang Divisi Siliwangi (1946-1947).
  4. Komandan Brigade V / Guntur Divisi Siliwangi (1947-1948).
  5. Kepala Staf merangkap Pd Panglima Divisi IV / Siliwangi (1948).
  6. Gubernur Militer dan Komandan KMKB Djakarta Raja (1949-1950).
  7. Sekretaris Gabungan Kepala Staf (1951 - 1953).
  8. Atase Militer RI di Mesir, Syria, dan Yordania (1954 - 1956).

Latar belakang

Daan Jahja lahir dari pasangan Jahja Datoek Kajo dan Sjahrizan Jahja, asal Kotogadang, Agam, Sumatera Barat. Ayahnya merupakan anggota Volksraad yang cukup vokal, dan orang yang pertama kali berpidato menggunakan bahasa Indonesia dalam sidang Volksraad bahkan sebelum sumpah pemuda dicetuskan pada tahun 1928 orasinya disampaiakan dengan berapi-api sehingga membuat orang-orang Belanda yang mendengarnya merasa panas.[2]

Perjuangan

Daan Jahja aktif terlibat pada masa-masa revolusi Indonesia. Dia bergabung dengan kelompok Prapatan 10, satu dari dua kelompok pemuda yang paling menonjol pada masa kemerdekaan Indonesia. Kelompok Prapatan 10 yang bermarkas di Jl. Prapatan 10, Jakarta merupakan pengikut Sutan Sjahrir. Sedangkan kelompok lainnya, yakni Menteng 31 menjadi pengikut Tan Malaka. Daan Jahja menjadi pemimpin dalam kelompok Parapatan 10. Pada peristiwa Rengasdengklok, Daan dan kelompok Prapatan 10 bertugas untuk membawa Mohammad Hatta ke Rengasdengklok. Sedangkan kelompok Menteng 31 pimpinan Chaerul Saleh membawa Soekarno. Kedua kelompok ini menuntut agar Soekarno-Hatta cepat-cepat memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.[3]

Ia juga terlibat aktif pada saat rapat raksasa di Lapangan Ikada, Jakarta.[4] Pada masa Agresi Militer Belanda II, ia ditempatkan di wilayah Sumatra. Kepada menteri pertahanan Mohammad Hatta, ia menyampaikan memorandum agar pemerintah menyiapkan pangkalan cadangan di tempat yang lebih luas yang memungkinkan pemerintah bergerak lebih leluasa untuk perang gerilya. Tempat yang disarankannya adalah Bukittinggi, Sumatera Barat, mengingat ruang gerak di pulau Jawa yang semakin sempit.[5] Saat menjabat gubernur Jakarta, Daan Jahja berhasil menyelesaikan masalah administratif pemerintahan Jakarta yang sebelumnya diatur oleh Belanda.

Meninggal Dunia

Brigjen H. Daan Jahja wafat pada tanggal 20 Juni 1985 tepat pada saat Idul Fitri 1405. Ia wafat sepulang dari Masjid Sunda Kelapa, Jakarta setelah melaksanakan salat Ied.

Catatan kaki

  1. Bachtiar, Harsja W. (1988). Siapa Dia? Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD). Jakarta: Penerbit Djambatan. hlm. 148. ISBN 979-428-100 X.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. "Daan Jahja: Sejarah Hidup & Heroisme Gubernur Militer Jakarta". Tirto.id. Diakses tanggal 2019-09-22.
  3. "Peristiwa Rengasdengklok". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-01-13. Diakses tanggal 2010-04-09.
  4. Poeze, Harry A (1976). Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia.
  5. Notosusanto, Nugroho dan Marwati Poesponegoro. Sejarah Nasional Indonesia VI.
Jabatan militer
Didahului oleh:
Abdul Haris Nasution
Pangdam Siliwangi
1948
Diteruskan oleh:
Abimanyu
Jabatan politik
Didahului oleh:
Suwiryo
Gubernur Jakarta
1948–1950
Diteruskan oleh:
Suwiryo


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan