Logo PMKRI secara Nasional | |
| Singkatan | PMKRI |
|---|---|
| Pendahulu | Federasi KSV dan PMKRI Yogyakarta |
| Tanggal pendirian | 25 Mei 1947;79 tahun lalu (1947-05-25) |
| Pendiri | St. Munadjat Danusaputra P.K. Haryasudirja Sutioso Sudarsono KS Gani Supadmirin PK Ojong Romo A. Djajasaputra, SJ P. Prof. Dr. H. Rudding, SJ Mgr. Alb. Soegijapranata, SJ. |
| Didirikan di | Gedung Widya Mandala, Gereja Katolik Kotabaru, Yogyakarta |
| Jenis | Organisasi Mahasiswa, Pembinaan dan Perjuangan. |
| Tujuan | Terwujudnya keadilan sosial, kemanusiaan dan persaudaraan sejati. |
| Kantor pusat | Margasiswa I Gondangdia, Menteng, Jakarta |
| Situs web | pmkri.id, pustaka.pmkri.id, verbivora.com |
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) adalah Organisasi mahasiswa eksternal Kampus yang beranggotakan mahasiswa Katolik dan juga non-Katolik yang bertujuan sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan yang berasaskan Pancasila, dijiwai oleh nilai-nilai ke-Katolikan, dan bersemangatkan kemahasiswaan.
Sejarah
PMKRI secara resmi berdiri pada 25 Mei 1947. Cikal bakal organisasi ini sudah ada jauh sebelumnya yakni saat berdirinya KSV Sanctus Bellarminus, Batavia (didirikan di Jakarta, 10 November 1928), KSV Sanctus Thomas Aquinas Bandoeng (didirikan di Bandung, 14 Desember 1947), KSV Sanctus Lucas Soerabaja (didirikan di Surabaya, 12 Desember 1948), dan Perserikatan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang didirikan di Yogyakarta 25 Mei 1947.
Federasi KSV
Katholieke Studenten Vereniging (KSV) sebagai organisasi mahasiswa katolik paling awal yang didirikan pada masa Hindia Belanda telah berdiri di beberapa daerah yaitu, sebagai berikut.
- KSV St. Bellarminus Batavia, pada 10 November 1928;
- KSV St. Thomas Aquinas Bandoeng, pada 14 Desember 1947;
- KSV St. Lucas Soerabaja, pada 12 Desember 1948.[1]
Selanjutnya tahun 1949 dibentuk Federasi KSV yang diketuai oleh Gan Keng Soei (KS Gani) dan PK Ojong.
Perserikatan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI Yogyakarta)
Adapun PMKRI Yogyakarta yang pertama kali diketuai oleh Munadjat Danusaputro, didirikan pada tanggal 25 Mei 1947.
Fusi 11 Juni 1950 (Kongres I)
Keinginan Federasi KSV untuk berfusi dengan Perserikatan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Yogyakarta saat itu, karena pada pertemuan antar KSV di penghujung 1949, dihasilkan keputusan bersama bahwa “….Kita bukan hanya mahasiswa Katolik, tetapi juga mahasiswa Katolik Indonesia ...". Federasi akhirnya mengutus KS Gani dan PK Ojong untuk mengadakan pertemuan dengan moderator dan pimpinan PMKRI Yogyakarta.
Setelah mendapat saran dan berkat dari Vikaris Apostolik Batavia yang pro Indonesia, yaitu Mgr. Peter J Willekens SJ, utusan Federasi KSV (kecuali KS Gani yang batal hadir karena sakit) bertemu dengan moderator pada tanggal 18 Oktober 1950. Pertemuan dengan Ketua PMKRI Yogyakarta saat itu, yaitu P.K. Haryasudirja, bersama stafnya berlangsung sehari kemudian. Dalam pertemuan-pertemuan tersebut intinya wakil federasi KSV yaitu KS Gani mengajak dan membahas keinginan ”Mengapa kita tidak berhimpun saja dalam satu wadah organisasi nasional mahasiswa Katolik Indonesia? Toh selain sebagai mahasiswa Katolik, kita semua adalah mahasiswa Katolik Indonesia."
Maksud Federasi KSV ini mendapat tanggapan positif moderator dan pimpinan PMKRI Yogyakarta, dari pertemuan itu dihasilkan dua keputusan lain yaitu:
- Setelah pertemuan tersebut, masing-masing organisasi harus mengadakan kongres untuk membahas rencana fusi.
- Kongres Gabungan antara Federasi KSV dan PMKRI Yogyakarta akan berlangsung di Yogyakarta tanggal 9 Juni 1951.
Dalam kongres gabungan tanggal 9 Juni 1951, kongres dibuka secara resmi oleh P.K. Haryasudirja selaku wakil PMKRI Yogyakarta bersama KS Gani yang mewakili Federasi KSV. Di luar dugaan, Kongres yang semula direncanakan berlangsung hanya sehari, ternyata berjalan alot terutama dalam pembahasan satu topik, yakni penetapan tanggal berdirinya PMKRI.
Pada saat belum menemui kesepakatan, Kongres Gabungan sempat diskors untuk memberikan kesempatan kepada masing-masing organisasi untuk kembali mengadakan kongres secara terpisah pada tanggal 10 Juni 1951. Akhirnya Kongres Gabungan untuk fusi-pun kembali digelar pada tanggal 11 Juni 1951 dan berhasil menghasilkan 14 keputusan.[1]
Federasi KSV dan PMKRI Yogyakarta berfusi menjadi satu sebagai organisasi nasional mahasiswa katolik bernama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia yang kemudian disingkat PMKRI. Sebutan perhimpunan ini disepakati sebagai pertimbangan agar organisasi baru ini sudah bersiap-siap untuk mau dan mampu menampung masuk dan menyatunya organisasi-organisasi mahasiswa Katolik lain yang telah berdiri berlandaskan asas dan landasan lain, seperti KSV-KSV di daerah-daerah pendudukan Belanda guna menuju persatuan dan kesatuan Indonesia.
Dasar pedoman (AD/Anggaran Dasar) PMKRI Yogyakarta diterima sebagai AD sementara PMKRI hingga ditetapkannya AD PMKRI yang definitif.
Keputusan-keputusan yang dihasilkan pada waktu itu:
- PMKRI didirikan di Yogyakarta pada tanggal 25 Mei 1947.
- PMKRI berkedudukan di tempat kedudukan Pengurus Pusat PMKRI.
- Empat cabang pertama PMKRI adalah: PMKRI Cabang Yogyakarta, PMKRI Cabang Bandung, PMKRI Cabang Jakarta, dan PMKRI Cabang Surabaya.
- Dalam ART setiap Cabang PMKRI harus dicantumkan kalimat,”PMKRI berasal dari Federasi KSV dan PMKRI Yogyakarta yang berfusi tanggal 11 Juni 1951”
- Santo pelindung PMKRI adalah Sanctus Thomas Aquinas
- Semboyan PMKRI adalah “Religio Omnium Scientiarum Anima” yang artinya Agama adalah jiwa segala ilmu pengetahuan.
- Baret PMKRI berwarna merah ungu (marun), dengan bol kuning di atasnya.
- Kongres fusi ini selanjutnya disebut sebagai Kongres I PMKRI.
- Kongres II PMKRI akan dilangsungkan di Surabaya, paling lambat sebelum akhir Desember 1952 dan PMKRI Cabang Surabaya sebagai tuan rumahnya.
- Masa kepengurusan PMKRI adalah satu tahun, dengan catatan: untuk periode 1951-1952 berlangsung hingga diselenggarakannya Kongres II PMKRI.
- PP PMKRI terpilih segera mendirikan cabang-cabang baru PMKRI diseluruh Indonesia dan mengenai hal ini perlu dikoordinasikan dengan pimpinan Waligereja Indonesia.
- P.K. Haryasudirja secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua Umum PP PMKRI periode 1951-1952.
Dengan keputusan itu, maka kelahiran PMKRI yang ditetapkan pada tanggal 25 Mei 1947 menjadi acuan tempat PMKRI berdiri. PMKRI didirikan di Balai Pertemuan Gereja Katolik Kotabaru Yogyakarta di jalan Margokridonggo (saat ini Jln. Abubakar Ali). Balai pertemuan tersebut sekarang bernama Gedung Widya Mandala. Penentuan tanggal pendirian PMKRI mengalami jalan buntu sejak Desember 1946 dan peranan Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ cukup membantu memecahkan masalah tersebut. Dia memberikan pendapat bahwa tanggal kelahiran PMKRI adalah 25 Mei 1947 mengingat hari tersebut bertepatan dengan Pentakosta yang menyimbolkan turunnya Roh Kudus kepada para mahasiswa katolik yang ingin berjuang berlandas agama Katolik, membela, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. Peranan Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ cukup besar sebagai sosok pendiri dan pembina yang menyatukan semangat gerakan PMKRI agar lebih berpengaruh bagi kehidupan menggereja dan berbangsa-bernegara.
Struktur organisasi
Pengurus Pusat
Pengurus Pusat (PP) PMKRI adalah badan eksekutif PMKRI di level nasional yang bertugas melakukan koordinasi antara cabang-cabang PMKRI di Indonesia beserta Calon Cabang PMKRI dan Kota Jajakan PMKRI di seluruh Indonesia. PP PMKRI menjadi representasi organisasi dalam hubungan eksternal gereja katolik maupun internal gereja katolik, baik di dalam maupun di luar negeri. Sejatinya, PP PMKRI bukan supra struktur dari DPC PMKRI (Cabang PMKRI), melainkan primus inter pares.
Berikut ini adalah hasil Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) yang mengesahkan nama-inama Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI dari masa ke masa, yaitu:[butuh rujukan][2]
- 1951: Yogyakarta I, P.K. Haryasudirja
- 1952: Surabaya II, FX Soedijana
- 1953: Jakarta III, Anton Moeliono
- 1954: Bandung IV, AB Wisanto Haryadi
- 1955: Yogyakarta V, C. Koentoro
- 1956: Surabaya VI, FX Surjanto
- 1957: Jakarta VII, Bernardus Sugiarta Muljana
- 1958: Bandung, I Bernardus Sugiarta Muljana
- 1959: Semarang VIII /II, A. Hadyana Pudjaatmaka
- 1960: Malang III, A. Ben Mboi
- 1961: Yogyakarta IX/IV, Harry Tjan Silalahi
- 1962: Surabaya V, Harimurti Kridalaksana
- 1963: Jakarta VI, Cosmas Batubara
- 1964: Malang X/VII, Cosmas Batubara
- 1967: Bandung VIII, Savrinus Suardi
- 1969: Surabaya XI/IX, Max Johanes Wajong
- 1971: Surakarta XII/X, Chris Siner Key Timu
- 1975: Semarang XIII/XI, Chris Siner Key Timu
- 1977: Malang XIV/XII, Wem Kaunang
- 1981: Jakarta XIII, Marcus Mali
- 1985: Jakarta XV/XIV, Paulus Januar
- 1988: Surabaya XVI/XV, Gaudens Wodar
- 1990: Ujung Pandang XVII/XVI, Cyrillus Iryanto Kerong
- 1992: Bandung XVIII/XVII, Leonardo Johannes Renyut
- 1994: Medan XIX/XVIII, Antonius Doni Dihen
- 1996: Malang XX/XIX, Isidorus Riza Primahendra
- 1998: Banjarmasin XXI/XX, Ignatius Kikin Purnawirawan Tarigan Sibero
- 2000: Jakarta XXII/XXI, Robert Junaedi Edison Nalenan, Sekjen Jim Sihombing
- 2002: Kupang XXIII/XXII, Maria Meiarti Restu Hapsari Sekjen Melki Laka Lena
- 2004: Manado XXIV/XXIII, Emmanuel Josafat Tular, Arifadi Budiarjo
- 2006: Jayapura XXV/XXIV, Tommy Jematu, Mervin Komber
- 2010 : Denpasar XXVI/XXV, Stefanus Gusma, Sekjen Emanuel Herdiyanto
- 2012 : Jakarta, XXVII/XXVI, Parlindungan Simarmata,
- 2014: Surabaya XXVIII/XXVII, Lydia Natalia Sartono
- 2016: Jakarta XXIX/XXVIII, Angelius Wake Kako
- 2018: Palembang XXX/XXIX, Juventus Prima Yoris Kago
- 2020: Ambon XXXI/XXX, Benidiktus Papa
- 2022: Samarinda XXXII/XXXI, Tri Natalia Urada
- 2024: Merauke XXXIII/XXXII, Susana Florika Marianti Kandaimu
- 2026: Ruteng XXXIV/XXXIII, Yohanes Tola [3]
Komisaris Daerah
Pengurus Pusat PMKRI memiliki pengurus yang ditugaskan untuk melakukan koordinasi di tingkat regional provinsi atau beberapa provinsi, yang dikenal dengan Komisaris Daerah (Komda). Komisaris Daerah bertugas untuk melaksanakan tugas Pengurus Pusat di tingkat regional, membawa suara daerah ke pusat dan melakukan koordinasi dengan DPC-DPC regional.
Cabang
PMKRI memiliki cabang-cabang yang dipimpin secara otonomi oleh masing-masing Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan diketuai oleh Ketua Presidium cabang. Proses pembentukan cabang berawal dari pembentukan Kota Jajakan atas suatu wilayah kota/kabupaten dan nantinya dapat dinaikkan statusnya menjadi Calon Cabang dan Cabang ketika memenuhi syarat yang berlaku sesuai landasan yurisdis perhimpunan.
Referensi
- 1 2 "Sejarah Berdiri PMKRI". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-12-31. Diakses tanggal 2011-06-18.
- ↑ https://pp.pmkri.id/profil/susunan-pp-pmkri-2026-2028-tola/ https://www.katolikana.com/2026/10/29/aksi-salib-merah-viral-ketua-pp-pmkri-yohanes-tola-ini-lahir-dari-ketulusan-dan-kepedulian-sosial/https://www.youtube.com/shorts/FH2Fde7Lc8Yhttps://rm.id/baca-berita/nasional/322526/yohanes-tola-terpilih-pimpin-pp-pmkri-20262028-bawa-misi-konsolidasi-nasionalhttps://suarantt.com/yohanes-tola-buka-tiga-agenda-besar-pmkri-2026-2028-benahi-organisasi-hidupkan-cabang-perkuat-gerakan-sosial/https://timesindonesia.co.id/peristiwa/615157/aksi-salib-merah-pmkri-soroti-beban-rakyat-kecil-yohanes-tola-lahir-dari-ketulusanhttps://dki.pikiran-rakyat.com/news/pr-30910404132/yohanes-tola-jadi-ketua-presidium-pengurus-pusat-pmkri-periode-2026-2028?page=allhttps://rri.co.id/jakarta/regional/2667072/resmi-pimpin-pmkri-yohanes-tola-serukan-rekonsiliasi-dan-solidaritas-bagi-floreshttps://beritajabar.news/resmi-dilantik-pp-pmkri-2026-2028-komit-mengawal-keadilan-sosial-dan-menjaga-independensi-perhimpunan/https://petanttnews.com/berita/2026/09/22/yohanes-tola-bawa-tiga-agenda-besar-untuk-pmkri-2026-2028/
- ↑ https://pp.pmkri.id/profil/susunan-pp-pmkri-2026-2028-tola/
Pranala luar
- PMKRI - Situs resmi Diarsipkan 2011-06-23 di Wayback Machine